alexametrics
28 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Promo Wisata Satu Branding, Kota Malang Andalkan Kajoetangan Heritage

MALANG-Senada, Kota Malang juga bersemangat dengan sinergi satu branding tersebut. Karena satu branding wisata bakal menguntungkan untuk menggaet wisatawan datang ke Kota Malang. Sebab, wisata di Kota Malang masih kalah jauh dengan Kota Batu dan Kabupaten Malang yang condong menyuguhkan wisata alam.

Kota Malang yang memiliki 22 wisata kampung tematik bakal menjadi andalan. Dengan kata lain, pamor Kota Malang di dunia wisata bisa terangkat. Sebab pada masa pandemi Covid-19 para pengurus kelompok sadar wisata (pokdarwis) juga harus banting tulang mempertahankan promosi.

”Kami sudah diskusi dengan para kadis (kepala dinas) pariwisata se-Malang Raya terkait promosi bersama, kami sangat setuju,” kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni.

Selain 22 wisata kampung tematik, Ida juga bakal memasukkan Kajoetangan Heritage dalam promosi tersebut. Bahkan bisa jadi andalan disporapar untuk menggaet wisatawan karena kawasan tersebut tengah nge-hits di media sosial.  Meski pembangunan kawasan Kajoetangan Heritage belum seluruhnya rampung, Ida tetap optimistis ke depan bisa dipromosikan ke wisatawan domestik dan mancanegara.

Terkait kapan sinergi promosi wisata itu berlaku, Ida belum tahu kapan. Dia hanya menerima ajakan dari Bupati Malang Sanusi dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.  ”Nah kalau itu (kapan terlaksana) tanya beliau saja, saya hanya menerima ajakan dengan menawarkan wisata jasa,” papar wanita asal Bali itu.

Meski belum menerima informasi kapan dimulainya promosi bareng, Ida sudah ancang-ancang terlebih dahulu. Event seperti International Majapahit Travel Fair (IMTF) yang digelar tiap tahun bisa jadi promosi yang menjanjikan. Bagi Ida, event promosi bakal membantu okupansi pengunjung wisata dan penginapan. Lebih jauh lagi, bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor hotel dan restoran.

Untuk saat ini, komunikasi dengan para pengelola wisata, hotel, maupun restoran yang ada di Kota Malang mulai dilakukan oleh disporapar. Komunikasi yang dilakukan berupa meminta pendapat dan diskusi bagaimana mengangkat pamor wisata Kota Malang.

”Kami komunikasi di Whatsapp Group secara intens, itu cara kami menyiapkan segala kemungkinan,” terang pejabat eselon IIB Pemkot Malang itu. (iik/fif/adn/abm)

MALANG-Senada, Kota Malang juga bersemangat dengan sinergi satu branding tersebut. Karena satu branding wisata bakal menguntungkan untuk menggaet wisatawan datang ke Kota Malang. Sebab, wisata di Kota Malang masih kalah jauh dengan Kota Batu dan Kabupaten Malang yang condong menyuguhkan wisata alam.

Kota Malang yang memiliki 22 wisata kampung tematik bakal menjadi andalan. Dengan kata lain, pamor Kota Malang di dunia wisata bisa terangkat. Sebab pada masa pandemi Covid-19 para pengurus kelompok sadar wisata (pokdarwis) juga harus banting tulang mempertahankan promosi.

”Kami sudah diskusi dengan para kadis (kepala dinas) pariwisata se-Malang Raya terkait promosi bersama, kami sangat setuju,” kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni.

Selain 22 wisata kampung tematik, Ida juga bakal memasukkan Kajoetangan Heritage dalam promosi tersebut. Bahkan bisa jadi andalan disporapar untuk menggaet wisatawan karena kawasan tersebut tengah nge-hits di media sosial.  Meski pembangunan kawasan Kajoetangan Heritage belum seluruhnya rampung, Ida tetap optimistis ke depan bisa dipromosikan ke wisatawan domestik dan mancanegara.

Terkait kapan sinergi promosi wisata itu berlaku, Ida belum tahu kapan. Dia hanya menerima ajakan dari Bupati Malang Sanusi dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.  ”Nah kalau itu (kapan terlaksana) tanya beliau saja, saya hanya menerima ajakan dengan menawarkan wisata jasa,” papar wanita asal Bali itu.

Meski belum menerima informasi kapan dimulainya promosi bareng, Ida sudah ancang-ancang terlebih dahulu. Event seperti International Majapahit Travel Fair (IMTF) yang digelar tiap tahun bisa jadi promosi yang menjanjikan. Bagi Ida, event promosi bakal membantu okupansi pengunjung wisata dan penginapan. Lebih jauh lagi, bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor hotel dan restoran.

Untuk saat ini, komunikasi dengan para pengelola wisata, hotel, maupun restoran yang ada di Kota Malang mulai dilakukan oleh disporapar. Komunikasi yang dilakukan berupa meminta pendapat dan diskusi bagaimana mengangkat pamor wisata Kota Malang.

”Kami komunikasi di Whatsapp Group secara intens, itu cara kami menyiapkan segala kemungkinan,” terang pejabat eselon IIB Pemkot Malang itu. (iik/fif/adn/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/