alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Bejat! Guru Privat Buka Perpustakaan Umum Demi Cabuli Anak

JAKARTA – Berkedok membuka perpustakaan umum untuk anak-anak demi melancarkan aksi bejatnya, guru privat berinisial MTP akhirnya ditangkap jajaran Polres Metro Jakarta Utara. MTP diduga melakukan aksi pencabulan terhadap korban 4 anak laki-laki berusia 6-11 tahun.

Melansir Jawapos, Selasa (23/2), Wakapolres Metro Jakut AKBP Nasriadi mengatakan, aksi pelaku ini berkedok membuka perpustakaan umum. Dia kemudian mengundang anak-anak untuk belajar bersama di situ.

“MTP memasang wifi di perpustakaan umumnya, sehingga anak-anak tertarik di situ, baik untuk belajar maupun untuk main game,” kata Nasriadi kepada wartawan, Selasa (23/2).

MTP kemudian mencabuli anak-anak yang datang saat korban seorang diri. Korban akan dipanggil lalu dibawa ke sebuah ruangan yang masih berada di satu bangunan dengan perpustakaan tersebut. Ruangan itu kemudian ia kunci agar tidak ada orang dari luar yang masuk.

Untuk melancarkan aksinya, MTP memberikan sejumlah uang kepada korbannya. Aksi bejat pelaku diduga sudah berlangsung selama 1 tahun terakhir. Mirisnya, MTP juga diduga melakukan pencabulan hingga 6 kali terhadap satu korban yang sama.

“Korban tidak diancam, tapi korban diberikan kesenangan yaitu berupa uang Rp 50 ribu. Saat ditanyakan, itu uang buat jajan. Jadi dapat Rp 50 ribu setiap ketemu si tersangka dengan syarat harus memenuhi permintaan tersangka,” imbuh Nasriadi.

Saat ini penyidik masih melakukan pengembangan, termasuk membuka kemungkinan adanya korban lain. Atas perbuatannya, MTP dijerat Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sumber: Jawapos

JAKARTA – Berkedok membuka perpustakaan umum untuk anak-anak demi melancarkan aksi bejatnya, guru privat berinisial MTP akhirnya ditangkap jajaran Polres Metro Jakarta Utara. MTP diduga melakukan aksi pencabulan terhadap korban 4 anak laki-laki berusia 6-11 tahun.

Melansir Jawapos, Selasa (23/2), Wakapolres Metro Jakut AKBP Nasriadi mengatakan, aksi pelaku ini berkedok membuka perpustakaan umum. Dia kemudian mengundang anak-anak untuk belajar bersama di situ.

“MTP memasang wifi di perpustakaan umumnya, sehingga anak-anak tertarik di situ, baik untuk belajar maupun untuk main game,” kata Nasriadi kepada wartawan, Selasa (23/2).

MTP kemudian mencabuli anak-anak yang datang saat korban seorang diri. Korban akan dipanggil lalu dibawa ke sebuah ruangan yang masih berada di satu bangunan dengan perpustakaan tersebut. Ruangan itu kemudian ia kunci agar tidak ada orang dari luar yang masuk.

Untuk melancarkan aksinya, MTP memberikan sejumlah uang kepada korbannya. Aksi bejat pelaku diduga sudah berlangsung selama 1 tahun terakhir. Mirisnya, MTP juga diduga melakukan pencabulan hingga 6 kali terhadap satu korban yang sama.

“Korban tidak diancam, tapi korban diberikan kesenangan yaitu berupa uang Rp 50 ribu. Saat ditanyakan, itu uang buat jajan. Jadi dapat Rp 50 ribu setiap ketemu si tersangka dengan syarat harus memenuhi permintaan tersangka,” imbuh Nasriadi.

Saat ini penyidik masih melakukan pengembangan, termasuk membuka kemungkinan adanya korban lain. Atas perbuatannya, MTP dijerat Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sumber: Jawapos

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/