alexametrics
29.9 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Ketum PKS Jatim: Ke Daerah, Wajib Mampir Kantor Radar

MALANG KOTA – Ini salah satu strategi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk memenangi Pemilu 2024 mendatang. Setiap pengurus yang turun ke daerah alias turun ke bawah (turba), diwajibkan mampir ke media, terutama kantor Radar di bawah Jawa Pos.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Timur (Jatim) Irwan Setiawan S.IP saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Malang, kemarin (22/3). ”Saya wajibkan, kalau (berkunjung) ke daerah wajib mampir kantor Radar,” ujar Irwan yang didampingi Sekretaris Umum DPW PKS Jatim Ahmadi, Ketua Badan Pembinaan Daerah (BPD) Malang Raya Syaiful Rosyid, dan para ketua DPD PKS se-Malang Raya. Mereka adalah Ketua DPD PKS Kota Malang Ernanto Djoko Purnomo; Ketua DPD PKS Kabupaten Malang Irfan Yuli Prasetyo; dan Ketua DPD PKS Kota Batu Ady Sayoga.

Selain tiga ketua DPD tersebut, hadir pula anggota DPRD Kota Malang dari fraksi PKS. Di antaranya Wakil Ketua DPRD Kota Malang Asmualik, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono, dan anggota komisi C DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman. Sementara dari Jawa Pos Radar Malang ada Direktur Kurniawan Muhammad yang didampingi Redaktur Pelaksana Mahmudan.

Dalam kunjungan yang berlangsung hampir dua jam itu, Irwan mengatakan tujuannya datang ke Malang Raya untuk menemui Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar M.Ag. Tapi sebelum bertemu pengasuh pondok pesantren (ponpes) Sabilurrosyad itu, dia bersama pengurusnya menyempatkan mampir ke kantor Radar Malang. ”Di Jatim, Radar ini menjadi salah satu leader media mainstream,” kata Irwan. ”Saya sudah menyambangi tujuh Radar. Di antaranya ya Radar Mojokerto, Radar Bromo, Radar Jembar, dan Radar Madura,” tambah pria yang menjadi anggota DPRD Provinsi Jatim dua periode itu.

Selain memaparkan pentingnya peran media, Irwan juga menyampaikan tiga point yang saat ini menjadi fokus garapan PKS. Pertama, dia ingin meningkatkan kapasitas politik di Malang Raya. Untuk mewujudkan hal tersebut, dia mewajibkan kader PKS gerilya ke masyarakat. Potensi yang dimiliki masyarakat harus dapat terwadahi. Dengan itu, rasa percaya masyarakat kepada kader PKS pun akan meningkat.

Lalu, poin kedua adalah perubahan. Logo partai yang sebelumnya didominasi warna hitam, kini berubah menjadi orange. ”Warna hitamnya hanya terdapat pada tulisan,” kata dia. Selain warna orange identik dengan kalangan milenial, menurut dia, dominasi warna orange juga mengesankan adanya perubahan di internal PKS. Artinya, PKS lebih terbuka. ”Banyak yang memanggil saya ustad. Padahal yang ustad itu hanya pak Djoko,” kata Irwan sambil menunjuk ketua DPD PKS Kota Malang Ernanto Djoko Purnomo.

”PKS itu isinya bukan cuma ustad,” tambah Irwan sambil menyebut beberapa pengurus DPW PKS Jatim yang berasal dari berbagai kalangan. Mulai komedian, kedokteran, fisikawan dan disiplin keilmuan lain.

Sedangkan point ketiga adalah memperkuat visi kepemimpinan. Dia menyebut ada lima visi PKS. Yakni visi ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, kerakyatan, dan keadilan.

Mengakhiri pemaparannya, Irwan meminta masukan kepada Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad untuk pengembangan PKS ke depan. ”Kami ingin banyak mendengar. Barangkali ada masukan dari pak direktur untuk pengembangan PKS ke depan,” kata alumnus ilmu politik Universitas Airlangga (Unair) itu.

Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad mengatakan, PKS merupakan salah satu parpol yang rapi dalam menata organisasi. Pola Osdat (Organisasi, Sistem, Do(pelaksanaan), Audit, dan Tindak lanjut) telah dimiliki oleh PKS. Menurut dia, semua unsur Osdat sudah diterapkan oleh PKS. ”Salah satunya ya perubahan logo ini merupakan contoh penerapan ”audit”,” kata Kum, panggilan akrab Kurniawan Muhammad.

Menurut dia, penerapan Osdat mengindikasikan bahwa PKS bukan parpol yang menggantungkan pada figur. ”Kalau suatu organisasi tergantung pada figur, itu bom waktu,” kata pria yang menempuh S2 ilmu politik di Unair itu.

Selain itu, Kum juga menyarankan agar PKS fokus menggarap daerah urban. Sebab dari pengamatannya, PKS relatif diterima di kawasan urban. ”Kalau untuk Kabupaten Malang yang bisa fokus digarap ya Kecamatan Dau, Singosari, dan Lawang,” kata dia. (rmc/adn/dan)

MALANG KOTA – Ini salah satu strategi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk memenangi Pemilu 2024 mendatang. Setiap pengurus yang turun ke daerah alias turun ke bawah (turba), diwajibkan mampir ke media, terutama kantor Radar di bawah Jawa Pos.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Timur (Jatim) Irwan Setiawan S.IP saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Malang, kemarin (22/3). ”Saya wajibkan, kalau (berkunjung) ke daerah wajib mampir kantor Radar,” ujar Irwan yang didampingi Sekretaris Umum DPW PKS Jatim Ahmadi, Ketua Badan Pembinaan Daerah (BPD) Malang Raya Syaiful Rosyid, dan para ketua DPD PKS se-Malang Raya. Mereka adalah Ketua DPD PKS Kota Malang Ernanto Djoko Purnomo; Ketua DPD PKS Kabupaten Malang Irfan Yuli Prasetyo; dan Ketua DPD PKS Kota Batu Ady Sayoga.

Selain tiga ketua DPD tersebut, hadir pula anggota DPRD Kota Malang dari fraksi PKS. Di antaranya Wakil Ketua DPRD Kota Malang Asmualik, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono, dan anggota komisi C DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman. Sementara dari Jawa Pos Radar Malang ada Direktur Kurniawan Muhammad yang didampingi Redaktur Pelaksana Mahmudan.

Dalam kunjungan yang berlangsung hampir dua jam itu, Irwan mengatakan tujuannya datang ke Malang Raya untuk menemui Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar M.Ag. Tapi sebelum bertemu pengasuh pondok pesantren (ponpes) Sabilurrosyad itu, dia bersama pengurusnya menyempatkan mampir ke kantor Radar Malang. ”Di Jatim, Radar ini menjadi salah satu leader media mainstream,” kata Irwan. ”Saya sudah menyambangi tujuh Radar. Di antaranya ya Radar Mojokerto, Radar Bromo, Radar Jembar, dan Radar Madura,” tambah pria yang menjadi anggota DPRD Provinsi Jatim dua periode itu.

Selain memaparkan pentingnya peran media, Irwan juga menyampaikan tiga point yang saat ini menjadi fokus garapan PKS. Pertama, dia ingin meningkatkan kapasitas politik di Malang Raya. Untuk mewujudkan hal tersebut, dia mewajibkan kader PKS gerilya ke masyarakat. Potensi yang dimiliki masyarakat harus dapat terwadahi. Dengan itu, rasa percaya masyarakat kepada kader PKS pun akan meningkat.

Lalu, poin kedua adalah perubahan. Logo partai yang sebelumnya didominasi warna hitam, kini berubah menjadi orange. ”Warna hitamnya hanya terdapat pada tulisan,” kata dia. Selain warna orange identik dengan kalangan milenial, menurut dia, dominasi warna orange juga mengesankan adanya perubahan di internal PKS. Artinya, PKS lebih terbuka. ”Banyak yang memanggil saya ustad. Padahal yang ustad itu hanya pak Djoko,” kata Irwan sambil menunjuk ketua DPD PKS Kota Malang Ernanto Djoko Purnomo.

”PKS itu isinya bukan cuma ustad,” tambah Irwan sambil menyebut beberapa pengurus DPW PKS Jatim yang berasal dari berbagai kalangan. Mulai komedian, kedokteran, fisikawan dan disiplin keilmuan lain.

Sedangkan point ketiga adalah memperkuat visi kepemimpinan. Dia menyebut ada lima visi PKS. Yakni visi ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, kerakyatan, dan keadilan.

Mengakhiri pemaparannya, Irwan meminta masukan kepada Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad untuk pengembangan PKS ke depan. ”Kami ingin banyak mendengar. Barangkali ada masukan dari pak direktur untuk pengembangan PKS ke depan,” kata alumnus ilmu politik Universitas Airlangga (Unair) itu.

Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad mengatakan, PKS merupakan salah satu parpol yang rapi dalam menata organisasi. Pola Osdat (Organisasi, Sistem, Do(pelaksanaan), Audit, dan Tindak lanjut) telah dimiliki oleh PKS. Menurut dia, semua unsur Osdat sudah diterapkan oleh PKS. ”Salah satunya ya perubahan logo ini merupakan contoh penerapan ”audit”,” kata Kum, panggilan akrab Kurniawan Muhammad.

Menurut dia, penerapan Osdat mengindikasikan bahwa PKS bukan parpol yang menggantungkan pada figur. ”Kalau suatu organisasi tergantung pada figur, itu bom waktu,” kata pria yang menempuh S2 ilmu politik di Unair itu.

Selain itu, Kum juga menyarankan agar PKS fokus menggarap daerah urban. Sebab dari pengamatannya, PKS relatif diterima di kawasan urban. ”Kalau untuk Kabupaten Malang yang bisa fokus digarap ya Kecamatan Dau, Singosari, dan Lawang,” kata dia. (rmc/adn/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/