alexametrics
22.1 C
Malang
Wednesday, 25 May 2022

Isak Tangis Warnai Pemakaman Jenazah Perwira Polisi Korban Penembakan Tahanan

KROMENGAN – Isak tangis menyambut kedatangan jenazah AKBP Beni Mutahir, polisi yang ditembak mati oleh tahanan narkoba di Gorontalo pada Senin lalu (21/3). Kemarin (22/4), jenazah perwira polisi itu tiba di rumah duka, Desa Slorok, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang.

Pantauan wartawan koran ini di lokasi, jenazah Beni tiba pukul 17.00. Raka, anak beni berusaha tegar, namun tidak kuasa menahan kesedihannya. Sesekali, pemuda itu tampak mengusap air mata yang membasahi pipinya.

Sejak tiba di rumah istrinya, AKP Ana hingga dimakamkan di TPU Desa Slorok, peti berisi jenazah Beni tidak dibuka. Setelah jenazah bersama peti dimasukkan ke liang, Raka sempat turun ke bawah dan menyalati mendiang ayahnya. Prosesi pemakaman berakhir dengan tabur bunga sekitar pukul 18.30.

PERISTIRAHATAN TERAKHIR: Petugas membawa peti jenazah AKBP Beni Mutahir menuju lokasi pemakaman di Desa Slorok, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, kemarin (22/3/2022). (YUDHISTIRA/RADAR MALANG)

Hingga proses pemakaman berakhir, pihak keluarga menolak memberi keterangan kepada awak media. Tapi informasi yang dihimpun, Beni tewas di tangan tahanan. Saat itu, Beni hendak menjemput tahanan narkoba di Perumahan Asparaga untuk dibawa ke Polda Gorontalo.

Sebelum menghabisi Beni, pelaku berpura-pura minta izin ke orang tua. Tanpa curiga, Beni mempersilakan. Ternyata pelaku masuk ke dalam rumah untuk mengambil senjata api rakitan, kemudian digunakan untuk menembak Beni. Setelah Beni tersungkur, tersangka melarikan diri.

Terpisah, Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Wahyu Tri Cahyono menyebut Beni meninggal Senin (21/3) dini hari. ”Kami kenal sosok beliau bersahaja kepada semua orang. Almarhum juga rajin puasa Senin dan Kamis,” tuturnya.(fin/dan)

KROMENGAN – Isak tangis menyambut kedatangan jenazah AKBP Beni Mutahir, polisi yang ditembak mati oleh tahanan narkoba di Gorontalo pada Senin lalu (21/3). Kemarin (22/4), jenazah perwira polisi itu tiba di rumah duka, Desa Slorok, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang.

Pantauan wartawan koran ini di lokasi, jenazah Beni tiba pukul 17.00. Raka, anak beni berusaha tegar, namun tidak kuasa menahan kesedihannya. Sesekali, pemuda itu tampak mengusap air mata yang membasahi pipinya.

Sejak tiba di rumah istrinya, AKP Ana hingga dimakamkan di TPU Desa Slorok, peti berisi jenazah Beni tidak dibuka. Setelah jenazah bersama peti dimasukkan ke liang, Raka sempat turun ke bawah dan menyalati mendiang ayahnya. Prosesi pemakaman berakhir dengan tabur bunga sekitar pukul 18.30.

PERISTIRAHATAN TERAKHIR: Petugas membawa peti jenazah AKBP Beni Mutahir menuju lokasi pemakaman di Desa Slorok, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, kemarin (22/3/2022). (YUDHISTIRA/RADAR MALANG)

Hingga proses pemakaman berakhir, pihak keluarga menolak memberi keterangan kepada awak media. Tapi informasi yang dihimpun, Beni tewas di tangan tahanan. Saat itu, Beni hendak menjemput tahanan narkoba di Perumahan Asparaga untuk dibawa ke Polda Gorontalo.

Sebelum menghabisi Beni, pelaku berpura-pura minta izin ke orang tua. Tanpa curiga, Beni mempersilakan. Ternyata pelaku masuk ke dalam rumah untuk mengambil senjata api rakitan, kemudian digunakan untuk menembak Beni. Setelah Beni tersungkur, tersangka melarikan diri.

Terpisah, Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Wahyu Tri Cahyono menyebut Beni meninggal Senin (21/3) dini hari. ”Kami kenal sosok beliau bersahaja kepada semua orang. Almarhum juga rajin puasa Senin dan Kamis,” tuturnya.(fin/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/