alexametrics
24.2 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Cegah Penularan Menggila, Satgas Covid-19 Minta Pemda Lakukan Ini

RADAR MALANG – Banyaknya kasus positif Covid-19 yang ditemukan saat penyekatan mudik lebaran patut diwasadai akan ancaman penularan. Terutama untuk daerah yang menjadi transit atau tujuan mobilitas masyarakat pasca libur lebaran.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Nasional Wiku Adisasmito meningatkan pemerintah daerah, khususnya yang menjadi tujuan arus balik mengambil langkah preventif demi mencegah agar penularan tidak meluas. ”Harus adanya antisipasi. Maka pelaku perjalanan wajib karantina 5×24 jam karena mobilitas pada masa pandemi adalah aktivitas berisiko,” ujar Wiku seperti dilansir Jawapos (23/5).

Kesiapsiagaan pemda dapat direalisasikan dengan melakukan testing dan tracing terhadap para pemudik melalui pos komando di desa/kelurahan. Bagi mereka yang melakukan perjalanan diwajibkan juga untuk dilakukan karantina/isolasi mandiri.

Hal tersebut mesti dilakukan, sebab data 15 Mei dari Polri, rapid test antigen acak dilakukan di 109 titik penyekatan sepanjang Pulau Sumatera, Jawa, dan Bali, ditemukan 226 hasil positif dari 77.068 tes yang dilakukan.

”Kasus positif temuan di lapangan akan dirujuk ke pusat isolasi mandiri terdekat yang telah disiapkan satgas daerah,” tutur Wiku.

Sementara itu, pada pelaku perjalanan internasional, pemerintah masih mempersiapkan tahap pembukaan travel corridor arrangement Singapura–Batam. Namun tentunya mempertimbangkan kondisi pandemi di Singapura dan berbagai wilayah Indonesia, terutama Pulau Batam dan Bintan.

”Keputusan yang diambil, mempertimbangkan keseimbangan pengendalian pandemi dan pemulihan ekonomi khususnya di sektor pariwisata,” terang Wiku.

Selain melarang masuknya warga negara asing (WNA) yang datang dari India, pemerintah juga akan mengatur WNA pemegang kartu izin tinggal sementara dan kartu izin tinggal tetap (Kitas/Kitap). Tujuannya, mencegah meningkatnya penularan dari pelaku perjalanan internasional.

Sumber: Jawapos

RADAR MALANG – Banyaknya kasus positif Covid-19 yang ditemukan saat penyekatan mudik lebaran patut diwasadai akan ancaman penularan. Terutama untuk daerah yang menjadi transit atau tujuan mobilitas masyarakat pasca libur lebaran.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Nasional Wiku Adisasmito meningatkan pemerintah daerah, khususnya yang menjadi tujuan arus balik mengambil langkah preventif demi mencegah agar penularan tidak meluas. ”Harus adanya antisipasi. Maka pelaku perjalanan wajib karantina 5×24 jam karena mobilitas pada masa pandemi adalah aktivitas berisiko,” ujar Wiku seperti dilansir Jawapos (23/5).

Kesiapsiagaan pemda dapat direalisasikan dengan melakukan testing dan tracing terhadap para pemudik melalui pos komando di desa/kelurahan. Bagi mereka yang melakukan perjalanan diwajibkan juga untuk dilakukan karantina/isolasi mandiri.

Hal tersebut mesti dilakukan, sebab data 15 Mei dari Polri, rapid test antigen acak dilakukan di 109 titik penyekatan sepanjang Pulau Sumatera, Jawa, dan Bali, ditemukan 226 hasil positif dari 77.068 tes yang dilakukan.

”Kasus positif temuan di lapangan akan dirujuk ke pusat isolasi mandiri terdekat yang telah disiapkan satgas daerah,” tutur Wiku.

Sementara itu, pada pelaku perjalanan internasional, pemerintah masih mempersiapkan tahap pembukaan travel corridor arrangement Singapura–Batam. Namun tentunya mempertimbangkan kondisi pandemi di Singapura dan berbagai wilayah Indonesia, terutama Pulau Batam dan Bintan.

”Keputusan yang diambil, mempertimbangkan keseimbangan pengendalian pandemi dan pemulihan ekonomi khususnya di sektor pariwisata,” terang Wiku.

Selain melarang masuknya warga negara asing (WNA) yang datang dari India, pemerintah juga akan mengatur WNA pemegang kartu izin tinggal sementara dan kartu izin tinggal tetap (Kitas/Kitap). Tujuannya, mencegah meningkatnya penularan dari pelaku perjalanan internasional.

Sumber: Jawapos

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/