alexametrics
23.6 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Solusi Atasi Banjir untuk Ibu Kota Kepanjen

KEPANJEN – Curah hujan yang tinggi membuat sejumlah titik di Kecamatan Kepanjen terendam banjir, kemarin (22/11). Agar tidak banjir lagi, berbagai langkah antisipasi disiapkan oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) Malang. Salah satunya, mengevaluasi tata ruang di ibu kota Kabupaten Malang itu.

Camat Kepanjen Eko Margianto mengatakan, genangan air kembali muncul pascahujan deras di wilayah Ibu Kota Kabupaten Malang tersebut. “Penyebabnya, ada limpahan air dari sawah yang masuk ke Pasar Sumedang. Sudah kami lakukan sudetan sehingga surut dan terkendali,” kata Eko, kemarin.

Mantan Camat Dau itu tidak menampik bahwa masih ada beberapa titik di Kepanjen yang rawan banjir. “Yang paling parah di pertigaan Krapyak, yaitu mulai Kantor Kejaksaan Negeri Kepanjen ke selatan sampai masjid Panggungrejo,” tambahnya.

Dia menjelaskan, banjir terparah yang terjadi di wilayahnya itu bisa mencapai tinggi antara 50 sampai 60 sentimeter. Sebagai upaya antisipasi, kemarin pihaknya melakukan pengecekan di dua DAM. Yakni DAM Blobo dan DAM Sonosari.

Ke depan, saat curah hujan tinggi keduanya bakal ditutup. Ini agar aliran air tidak sampai masuk ke saluran dan meluber ke jalan maupun permukiman warga. “DAM Blobo itu untuk saluran Kali Molek di wilayah Kepanjen selatan. Sementara DAM Sonosaro untuk wilayah Kepanjen Utara,” tambah Eko.

Selain upaya jangka pendek, pihaknya juga mempersiapkan upaya pencegahan banjir dalam jangka panjang. Di antaranya, rencana pembuatan sudetan  yang saat ini tengah dibahas secara teknis oleh perangkat terkait. Adapun lokasi sudetan yang dimaksud berada di Desa Panggungrejo, mulai dari sisi selatan hingga ke timur.

Selanjutnya, akan dilakukan sudetan juga di kawasan jembatan Desa Panggungrejo. “Nanti yang agak besar itu pemasangan sifon di Jalan Pudak Kelurahan Cepokomulyo. Jadi di bawah jalan itu nanti ada saluran pembuangan, itu usulan kami dan sekarang masih dalam kajian,” tambah mantan Camat Singosari itu.(iik/dan)

KEPANJEN – Curah hujan yang tinggi membuat sejumlah titik di Kecamatan Kepanjen terendam banjir, kemarin (22/11). Agar tidak banjir lagi, berbagai langkah antisipasi disiapkan oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) Malang. Salah satunya, mengevaluasi tata ruang di ibu kota Kabupaten Malang itu.

Camat Kepanjen Eko Margianto mengatakan, genangan air kembali muncul pascahujan deras di wilayah Ibu Kota Kabupaten Malang tersebut. “Penyebabnya, ada limpahan air dari sawah yang masuk ke Pasar Sumedang. Sudah kami lakukan sudetan sehingga surut dan terkendali,” kata Eko, kemarin.

Mantan Camat Dau itu tidak menampik bahwa masih ada beberapa titik di Kepanjen yang rawan banjir. “Yang paling parah di pertigaan Krapyak, yaitu mulai Kantor Kejaksaan Negeri Kepanjen ke selatan sampai masjid Panggungrejo,” tambahnya.

Dia menjelaskan, banjir terparah yang terjadi di wilayahnya itu bisa mencapai tinggi antara 50 sampai 60 sentimeter. Sebagai upaya antisipasi, kemarin pihaknya melakukan pengecekan di dua DAM. Yakni DAM Blobo dan DAM Sonosari.

Ke depan, saat curah hujan tinggi keduanya bakal ditutup. Ini agar aliran air tidak sampai masuk ke saluran dan meluber ke jalan maupun permukiman warga. “DAM Blobo itu untuk saluran Kali Molek di wilayah Kepanjen selatan. Sementara DAM Sonosaro untuk wilayah Kepanjen Utara,” tambah Eko.

Selain upaya jangka pendek, pihaknya juga mempersiapkan upaya pencegahan banjir dalam jangka panjang. Di antaranya, rencana pembuatan sudetan  yang saat ini tengah dibahas secara teknis oleh perangkat terkait. Adapun lokasi sudetan yang dimaksud berada di Desa Panggungrejo, mulai dari sisi selatan hingga ke timur.

Selanjutnya, akan dilakukan sudetan juga di kawasan jembatan Desa Panggungrejo. “Nanti yang agak besar itu pemasangan sifon di Jalan Pudak Kelurahan Cepokomulyo. Jadi di bawah jalan itu nanti ada saluran pembuangan, itu usulan kami dan sekarang masih dalam kajian,” tambah mantan Camat Singosari itu.(iik/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/