alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Digendam di Kampus, Mahasiswa Kehilangan Motor dan HP.Aksi Pelaku Terekam CCTV

MALANG KOTA  – Tidak hanya di pasar atau tempat umum, para pelaku gendam juga menyasar korbannya di area kampus. Seperti yang dialami Robith Saifunnawar, mahasisw salah satu PTN (perguruan tinggi negeri) di Kota Malang Senin lalu (21/2).  Dia digendam di areal masjid kampus.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Malang menyebutkan, sebelum kena gendam, korban diketahui salat duhur di masjid kampus. Saat duduk di teras majid, pelaku mendekati korban dan bercerita tentang anaknya yang kerja di kemenag. Awalnya korban tak begitu menanggapi pria yang baru dikenalnya itu. “Awalnya saya tidak merespons, tapi karena pelaku itu terus bercerita, akhirnya saya pun ikut menanggapi. Sepertinya sejak saat itu saya kena gendam” ujar Robith seperti diceritakan kepada teman kuliahnya As’ad Samsul Arifin.

Masih menurut Samsul, korban tiba-tiba manut saja saat diajak pelaku pergi ke Jalan Jombang dengan mengendarai sepeda milik korban. “Di sana korban sempat disuruh beli es. Setelah itu, pelaku mulai meminta barang korban. Seingat korban, pelaku meminta uang Rp 400 ribu dan HP.  Pelaku juga membawa kabur sepeda motor korban dengan alasan mau mengambil barang,” paparnya.

Korban baru tersadar menjadi korban gendam setelah pelaku pergi membawa sepeda motornya. Dia lantas pulang ke asrama tempatnya tinggal selama di Malang.

Sebelum melapor ke Polresta Malang Kota, korban dan teman-temannya pergi ke kampus untuk menanyakan rekaman CCTV pada petugas. Kemudian mendokumentasikan gerak-gerik pelaku dari awal sampai akhir sebagai bahan laporan ke polisi.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Eko Novianto mengaku belum menerima detail laporan kasus gendam tersebut. Untuk saat ini, pihak Polresta akan mendalami kasus tersebut berdasarkan barang bukti berupa rekaman CCT yang ada di sekitar lokasi kejadian. “Kami akan menindaklanjuti kasus tersebut. Dan petugas masih mengumpulkan keterangan dan informasi yang lain,” tandasnya. (rb2/nay)

MALANG KOTA  – Tidak hanya di pasar atau tempat umum, para pelaku gendam juga menyasar korbannya di area kampus. Seperti yang dialami Robith Saifunnawar, mahasisw salah satu PTN (perguruan tinggi negeri) di Kota Malang Senin lalu (21/2).  Dia digendam di areal masjid kampus.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Malang menyebutkan, sebelum kena gendam, korban diketahui salat duhur di masjid kampus. Saat duduk di teras majid, pelaku mendekati korban dan bercerita tentang anaknya yang kerja di kemenag. Awalnya korban tak begitu menanggapi pria yang baru dikenalnya itu. “Awalnya saya tidak merespons, tapi karena pelaku itu terus bercerita, akhirnya saya pun ikut menanggapi. Sepertinya sejak saat itu saya kena gendam” ujar Robith seperti diceritakan kepada teman kuliahnya As’ad Samsul Arifin.

Masih menurut Samsul, korban tiba-tiba manut saja saat diajak pelaku pergi ke Jalan Jombang dengan mengendarai sepeda milik korban. “Di sana korban sempat disuruh beli es. Setelah itu, pelaku mulai meminta barang korban. Seingat korban, pelaku meminta uang Rp 400 ribu dan HP.  Pelaku juga membawa kabur sepeda motor korban dengan alasan mau mengambil barang,” paparnya.

Korban baru tersadar menjadi korban gendam setelah pelaku pergi membawa sepeda motornya. Dia lantas pulang ke asrama tempatnya tinggal selama di Malang.

Sebelum melapor ke Polresta Malang Kota, korban dan teman-temannya pergi ke kampus untuk menanyakan rekaman CCTV pada petugas. Kemudian mendokumentasikan gerak-gerik pelaku dari awal sampai akhir sebagai bahan laporan ke polisi.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Eko Novianto mengaku belum menerima detail laporan kasus gendam tersebut. Untuk saat ini, pihak Polresta akan mendalami kasus tersebut berdasarkan barang bukti berupa rekaman CCT yang ada di sekitar lokasi kejadian. “Kami akan menindaklanjuti kasus tersebut. Dan petugas masih mengumpulkan keterangan dan informasi yang lain,” tandasnya. (rb2/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/