alexametrics
30.2 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Ubah Stigma dan Berdayakan Anggota, Kompas Malang Raya Gagas Usaha Bersama

MALANG KOTA – Komunitas Masyarakat Lapas Indonesia (Kompas) Malang Raya membagikan ratusan takjil gratis kepada pengendara yang lalu-lalang di Jalan Bromo, kemarin (23/4). Di hari yang sama, merekapun membagikan paket buka puasa kepada warga binaan Lapas Kelas I Malang.

Melalui Ketua Kompas Malang Raya, Pupuh Swastomo mengatakan bahwa kegiatan sosial seperti itu sudah seringh dilakukan oleh Kompas sejak awal terbentuk, yakni 2014. “Kami juga memberi bantuan kepada daerah yang terimbas bencana alam dan santunan anak yatim. Kami ingin berbuat sesuatu untuk masyarakat,” ujarnya.

BERMANFAAT: Salah satu anggota Kompas Malang Raya sedang membagikan takjil kepada sejumlah pengendara kendaraan di Jalan Bromo, Kota Malang, kemarin (23/4). (MITA BERLIANA/RADAR MALANG)

Lebih lanjut Pupuh mengatakan, bersama Kompas ingin menghilangkan stigma masyarakat terhadap mantan narapidana yang sering dipandang sebelah mata. “Bersama, kami ingin membuktikan bahwa kami memiliki banyak potensi dan bisa berkarya, hanya kesempatan dan waktu saja yang membedakan,” tegas Pupuh.

MISI MULIA: Ketua Kompas Malang Raya Pupuh Swastomo saat memberikan sambutan di acara buka puasa bersama anggota di Coffee and Chef, Jalan Bromo, Kemarin (23/4). Dia mengatakan, bersama Kompas ingin menghilangkan stigma masyarakat terhadap mantan narapidana yang sering dipandang sebelah mata. (MITA BERLIANA/RADAR MALANG)

Selain itu, terbentuknya Kompas juga bertujuan sebagai wadah bagi mantan warga binaan untuk membuka peluang usaha dan bisnis. “Kami menampung teman-teman yang baru keluar (warga binaan, red) untuk membuat usaha bersama. Kemudian ada di antara kita yang punya unit usaha, lalu teman-teman mantan napi yang tidak punya kerjaan kami tampung,” terang Pupuh.

Pupuh yakin, selama mantan warga binaan mau mengubah hidup menjadi lebih baik, apapun bisa terjadi. ” Kami akan mengusahakan agar teman-teman dapat kami masukkan ke pabrik-pabrik, konstruksi, atau bidang usaha lainnya,” ucapnya Pupuh dengan optimis.

Usai kegiatan sosial itu, mantan warga binaan tersebut buka puasa bersama di Coffee and Chef. Sebagai tambahan informasi, Pupuh Kompas merupakan komunitas pertama yang mewadahi warga binaan di seluruh Indonesia. Tercatat ada 4.800 anggota di dalamnya. Untuk wilayah Malang Raya terdapat 200 anggota aktif.

Pewarta: Mita Berliana

 

MALANG KOTA – Komunitas Masyarakat Lapas Indonesia (Kompas) Malang Raya membagikan ratusan takjil gratis kepada pengendara yang lalu-lalang di Jalan Bromo, kemarin (23/4). Di hari yang sama, merekapun membagikan paket buka puasa kepada warga binaan Lapas Kelas I Malang.

Melalui Ketua Kompas Malang Raya, Pupuh Swastomo mengatakan bahwa kegiatan sosial seperti itu sudah seringh dilakukan oleh Kompas sejak awal terbentuk, yakni 2014. “Kami juga memberi bantuan kepada daerah yang terimbas bencana alam dan santunan anak yatim. Kami ingin berbuat sesuatu untuk masyarakat,” ujarnya.

BERMANFAAT: Salah satu anggota Kompas Malang Raya sedang membagikan takjil kepada sejumlah pengendara kendaraan di Jalan Bromo, Kota Malang, kemarin (23/4). (MITA BERLIANA/RADAR MALANG)

Lebih lanjut Pupuh mengatakan, bersama Kompas ingin menghilangkan stigma masyarakat terhadap mantan narapidana yang sering dipandang sebelah mata. “Bersama, kami ingin membuktikan bahwa kami memiliki banyak potensi dan bisa berkarya, hanya kesempatan dan waktu saja yang membedakan,” tegas Pupuh.

MISI MULIA: Ketua Kompas Malang Raya Pupuh Swastomo saat memberikan sambutan di acara buka puasa bersama anggota di Coffee and Chef, Jalan Bromo, Kemarin (23/4). Dia mengatakan, bersama Kompas ingin menghilangkan stigma masyarakat terhadap mantan narapidana yang sering dipandang sebelah mata. (MITA BERLIANA/RADAR MALANG)

Selain itu, terbentuknya Kompas juga bertujuan sebagai wadah bagi mantan warga binaan untuk membuka peluang usaha dan bisnis. “Kami menampung teman-teman yang baru keluar (warga binaan, red) untuk membuat usaha bersama. Kemudian ada di antara kita yang punya unit usaha, lalu teman-teman mantan napi yang tidak punya kerjaan kami tampung,” terang Pupuh.

Pupuh yakin, selama mantan warga binaan mau mengubah hidup menjadi lebih baik, apapun bisa terjadi. ” Kami akan mengusahakan agar teman-teman dapat kami masukkan ke pabrik-pabrik, konstruksi, atau bidang usaha lainnya,” ucapnya Pupuh dengan optimis.

Usai kegiatan sosial itu, mantan warga binaan tersebut buka puasa bersama di Coffee and Chef. Sebagai tambahan informasi, Pupuh Kompas merupakan komunitas pertama yang mewadahi warga binaan di seluruh Indonesia. Tercatat ada 4.800 anggota di dalamnya. Untuk wilayah Malang Raya terdapat 200 anggota aktif.

Pewarta: Mita Berliana

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/