alexametrics
25.4 C
Malang
Friday, 20 May 2022

Jalan Panjang Antrean CJH Malang Raya

Daftar Haji Tahun Ini, Berangkat 31 Tahun Lagi

MALANG KOTA – Selain membutuhkan biaya, kesungguhan, dan kesiapan fisik, ibadah haji juga butuh modal lain. Yakni kesabaran. Modal itu dibutuhkan hampir semua calon jamaah haji (CJH) di Indonesia. Termasuk di Kota Malang. Sebab ketika Anda daftar haji tahun ini, kemungkinannya baru bisa berangkat ke tanah suci 31 tahun lagi. Atau berangkat di tahun 2052 nanti.

Makin panjangnya antrean CJH dari Malang Raya ini berpotensi terjadi bila seluruh CJH dari Indonesia kembali batal berangkat ke tanah suci di tahun ini. Kemungkinan untuk itu tetap terbuka. Karena hingga saat ini belum ada instruksi dari pemerintah pusat terkait pemberangkatan haji.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang H. Amsiyono Qowiyyu Aziz turut membenarkannya. Kepada koran ini, dia menyebut bila saat ini ada 962 CJH dari Kota Malang yang tengah menanti kepastian.

Bila jadi berangkat ke tanah suci, pihaknya juga belum tahu bagaimana sistemnya. ”Apakah semuanya diberangkatkan secara keseluruhan atau hanya separonya, atau justru gagal berangkat, itu kami tunggu regulasi dari pemerintah,” kata dia. Berkaca dari tahun lalu, 3 skema itu memang dijadikan acuan pihaknya. Meski saat ini belum ada kepastian untuk pemberangkatan CJH, pihaknya memastikan sudah melakukan persiapan matang. Sehingga jika sewaktu-waktu ada perintah pemberangkatan, CJH di Kota Malang sudah siap.

Salah satu contohnya yakni kesiapan administrasi. ”Termasuk pelaksanaan vaksin untuk sebagian besar CJH juga sudah dilakukan,” bebernya. Meski tahun lalu ibadah haji batal dilakukan CJH dari Kota Malang dan tahun ini belum ada kepastian jadwal, Amsiyono menyebut bila minat warga Kota Malang untuk melakukan ibadah haji masih cukup tinggi. ”Biasanya ada 10 sampai 15 CJH yang daftar ke kami, bahkan sampai ada 20 (pendaftar) per harinya,” beber pria asal Sumenep, Madura, itu.

Untuk jangka waktu antreannya, dia menyebut bila saat ini rata-rata CJH harus menunggu sekitar 31 tahun untuk bisa berangkat ke tanah suci. Hal serupa juga berlaku untuk dua daerah lain, yakni Kota Batu dan Kabupaten Malang. ”Kalau daftar sekarang, nanti berangkatnya perkiraan di tahun 2052,” imbuh dia. Antrean lebih lama bisa tersaji bila tahun ini seluruh CJH kembali batal berangkat ke tanah suci.
Dia turut mengimbau agar CJH tetap tenang dalam menunggu antrean. Sebab, menurutnya, pemerintah tentu sudah memikirkan solusi yang terbaik untuk CJH dari Indonesia.

Sementara itu, antrean haji di Kabupaten Malang diketahui menjadi yang terpanjang di Malang Raya. Apabila seseorang mendaftar haji di tahun ini, estimasi bisa berangkat ke tanah suci di tahun 2053. Artinya, lamanya antrean CJH di Kabupaten Malang mencapai hingga 32 tahun. Sama seperti di Kota Malang, meski saat ini masih pandemi, jumlah pendaftar haji di Kabupaten Malang tetap banyak. ”Bila dirata-rata, dalam satu hari ada 40 orang yang daftar. Jadi dalam satu tahun itu ada sekitar 1.400 orang yang daftar (haji),” kata Kepala Kemenag Kabupaten Malang Musta’in.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Batu Nawawi, menyebut bila seharusnya tahun ini ada 169 CJH dari Kota Batu yang berangkat ke tanah suci. Namun karena belum ada kepastian dari pemerintah pusat, pihaknya pun masih wait and see. ”Sebelumnya memang dikabarkan bila Pemerintah Arab Saudi akan membuka kuota haji. Tapi diperuntukkannya untuk siapa, apakah warganya sendiri, atau juga boleh ekspatriat, atau bahkan dari warga negara lain, ini belum ada keputusan,” kata dia.

Dia juga memastikan jika seluruh CJH dari Kota Batu sudah siap bila sewaktu-waktu diinstruksikan untuk berangkat. Sebab, dua persyaratan untuk berhaji di masa pandemi, seperti vaksinasi meningitis dan Covid-19 sudah dilaksanakan kepada seluruh CJH. ”Sehingga misalnya Pemerintah Arab Saudi membuka kuota bagi warga negara lain termasuk Indonesia, CJH dari Kota Batu sudah siap berangkat,” imbuhnya. (ulf/fik/nug/c1/by)

MALANG KOTA – Selain membutuhkan biaya, kesungguhan, dan kesiapan fisik, ibadah haji juga butuh modal lain. Yakni kesabaran. Modal itu dibutuhkan hampir semua calon jamaah haji (CJH) di Indonesia. Termasuk di Kota Malang. Sebab ketika Anda daftar haji tahun ini, kemungkinannya baru bisa berangkat ke tanah suci 31 tahun lagi. Atau berangkat di tahun 2052 nanti.

Makin panjangnya antrean CJH dari Malang Raya ini berpotensi terjadi bila seluruh CJH dari Indonesia kembali batal berangkat ke tanah suci di tahun ini. Kemungkinan untuk itu tetap terbuka. Karena hingga saat ini belum ada instruksi dari pemerintah pusat terkait pemberangkatan haji.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang H. Amsiyono Qowiyyu Aziz turut membenarkannya. Kepada koran ini, dia menyebut bila saat ini ada 962 CJH dari Kota Malang yang tengah menanti kepastian.

Bila jadi berangkat ke tanah suci, pihaknya juga belum tahu bagaimana sistemnya. ”Apakah semuanya diberangkatkan secara keseluruhan atau hanya separonya, atau justru gagal berangkat, itu kami tunggu regulasi dari pemerintah,” kata dia. Berkaca dari tahun lalu, 3 skema itu memang dijadikan acuan pihaknya. Meski saat ini belum ada kepastian untuk pemberangkatan CJH, pihaknya memastikan sudah melakukan persiapan matang. Sehingga jika sewaktu-waktu ada perintah pemberangkatan, CJH di Kota Malang sudah siap.

Salah satu contohnya yakni kesiapan administrasi. ”Termasuk pelaksanaan vaksin untuk sebagian besar CJH juga sudah dilakukan,” bebernya. Meski tahun lalu ibadah haji batal dilakukan CJH dari Kota Malang dan tahun ini belum ada kepastian jadwal, Amsiyono menyebut bila minat warga Kota Malang untuk melakukan ibadah haji masih cukup tinggi. ”Biasanya ada 10 sampai 15 CJH yang daftar ke kami, bahkan sampai ada 20 (pendaftar) per harinya,” beber pria asal Sumenep, Madura, itu.

Untuk jangka waktu antreannya, dia menyebut bila saat ini rata-rata CJH harus menunggu sekitar 31 tahun untuk bisa berangkat ke tanah suci. Hal serupa juga berlaku untuk dua daerah lain, yakni Kota Batu dan Kabupaten Malang. ”Kalau daftar sekarang, nanti berangkatnya perkiraan di tahun 2052,” imbuh dia. Antrean lebih lama bisa tersaji bila tahun ini seluruh CJH kembali batal berangkat ke tanah suci.
Dia turut mengimbau agar CJH tetap tenang dalam menunggu antrean. Sebab, menurutnya, pemerintah tentu sudah memikirkan solusi yang terbaik untuk CJH dari Indonesia.

Sementara itu, antrean haji di Kabupaten Malang diketahui menjadi yang terpanjang di Malang Raya. Apabila seseorang mendaftar haji di tahun ini, estimasi bisa berangkat ke tanah suci di tahun 2053. Artinya, lamanya antrean CJH di Kabupaten Malang mencapai hingga 32 tahun. Sama seperti di Kota Malang, meski saat ini masih pandemi, jumlah pendaftar haji di Kabupaten Malang tetap banyak. ”Bila dirata-rata, dalam satu hari ada 40 orang yang daftar. Jadi dalam satu tahun itu ada sekitar 1.400 orang yang daftar (haji),” kata Kepala Kemenag Kabupaten Malang Musta’in.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Batu Nawawi, menyebut bila seharusnya tahun ini ada 169 CJH dari Kota Batu yang berangkat ke tanah suci. Namun karena belum ada kepastian dari pemerintah pusat, pihaknya pun masih wait and see. ”Sebelumnya memang dikabarkan bila Pemerintah Arab Saudi akan membuka kuota haji. Tapi diperuntukkannya untuk siapa, apakah warganya sendiri, atau juga boleh ekspatriat, atau bahkan dari warga negara lain, ini belum ada keputusan,” kata dia.

Dia juga memastikan jika seluruh CJH dari Kota Batu sudah siap bila sewaktu-waktu diinstruksikan untuk berangkat. Sebab, dua persyaratan untuk berhaji di masa pandemi, seperti vaksinasi meningitis dan Covid-19 sudah dilaksanakan kepada seluruh CJH. ”Sehingga misalnya Pemerintah Arab Saudi membuka kuota bagi warga negara lain termasuk Indonesia, CJH dari Kota Batu sudah siap berangkat,” imbuhnya. (ulf/fik/nug/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/