alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Galakkan Hidup Sehat Era Covid-19, Dinkes Gelar Emodemo 200 Posyandu

KOTA MALANG – Dinas Kesehatan Kota Malang mulai melakukan pendataan Posyandu untuk penyuluhan masyarakat terkait perilaku hidup sehat di era Covid-19. Sebanyak 200 Posyandu dari 16 Puskesmas akan mendapatkan sosialisasi yang akan berlangsung pada Juli hingga September mendatang.
“Kegiatan akan dimulai pada Juli, bulan depan. Total ada 653 posyandu di seluruh Kota Malang. Namun karena kondisi pandemi Covid-19, kami membatasi jumlah pertemuan langsung, sehingga rangkaian kegiatan di periode ini difokuskan di 200 Posyandu,” urai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Malang, Latifah Hanun.
Hanun menuturkan, pada tahap awal, Dinkes Kota Malang melakukan pendataan sasaran posyandu dari 16 Puskesmas pada Jumat (19/6) pekan lalu. Tiap puskesmas menyerahkan rekomendasi posyandu di wilayah kerja masing-masing.
“Sasarannya adalah posyandu yang masih berada di zona hijau Covid-19, karena memang tujuan dari penyuluhan ini adalah sebagai tindakan preventif atau pencegahan penyebaran Covid-19,” terang dia.
Nantinya, para kader dari tiap posyandu akan dikumpulkan untuk mendapatkan penyuluhan terkait Covid-19. Lokasi pertemuan dipilih dengan selektif agar tidak melanggar protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.
“Lokasi harus representatif. Syarat mutlaknya, tempat harus luas karena pertemuan ini dilakukan secara tatap muka. Tempat yang luas memungkinkan pertemuan digelar dengan tetap mengedepankan physical distancing,” imbuhnya.
Bentuk sosialisasi atau penyuluhan, lanjut Hanun tak sekadar pemaparan, namun dikemas dengan konsep emotional demonstration (emodemo). Perempuan ramah ini menjelaskan, emodemo merupakan panduan kegiatan yang bersifat partisipasif yang bertujuan untuk menyampaikan pesan sederhana dengan cara menyenangkan dan menyentuh emosi.
“Menggunakan alat peraga sehingga mudah diingat dan inovatif dibandingkan dengan strategi perubahan perilaku sebelumnya,” papar Hanun.
Ia mencontohkan, untuk emodemo cuci tangan petugas bisa melakukan interaksi dengan peserta dalam bentuk permainan. Misalnya, diawali dengan pertanyaan kapan terakhir cuci tangan dan memulai permainan dengan bercerita dan disisipi diskusi yang memancing antusiasme peserta.
“Baru kemudian dijelaskan tentang pentingnya cuci tangan dan mengajak sukarelawan dari peserta untuk mempraktekkan cara cuci tangan yang baik dan benar,” imbuh dia.
Hanun menegaskan, ada tiga momen penting yang tidak boleh meninggalkan cuci tangan, yaitu sebelum menyiapkan makanan, sebelum menyusui dan setelah membersihkan sesuatu.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Sri Winarni menambahkan, melalui kegiatan penyuluhan di posyandu, diharapkan para kader mampu meneruskan ilmu gaya hidup sehat di era Covid-19 kepada warga sehingga peta penyebaran Covid-19 di Kota Malang bisa ditekan seminimal mungkin.
“Kegiatan ini merupakan tindakan preventif untuk mendukung proses pemulihan Kota Malang agar segera menjadi zona hijau Covid-19,” pungkas dia.
Foto: Dinkes Kota Malang
Penyunting: Fia

KOTA MALANG – Dinas Kesehatan Kota Malang mulai melakukan pendataan Posyandu untuk penyuluhan masyarakat terkait perilaku hidup sehat di era Covid-19. Sebanyak 200 Posyandu dari 16 Puskesmas akan mendapatkan sosialisasi yang akan berlangsung pada Juli hingga September mendatang.
“Kegiatan akan dimulai pada Juli, bulan depan. Total ada 653 posyandu di seluruh Kota Malang. Namun karena kondisi pandemi Covid-19, kami membatasi jumlah pertemuan langsung, sehingga rangkaian kegiatan di periode ini difokuskan di 200 Posyandu,” urai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Malang, Latifah Hanun.
Hanun menuturkan, pada tahap awal, Dinkes Kota Malang melakukan pendataan sasaran posyandu dari 16 Puskesmas pada Jumat (19/6) pekan lalu. Tiap puskesmas menyerahkan rekomendasi posyandu di wilayah kerja masing-masing.
“Sasarannya adalah posyandu yang masih berada di zona hijau Covid-19, karena memang tujuan dari penyuluhan ini adalah sebagai tindakan preventif atau pencegahan penyebaran Covid-19,” terang dia.
Nantinya, para kader dari tiap posyandu akan dikumpulkan untuk mendapatkan penyuluhan terkait Covid-19. Lokasi pertemuan dipilih dengan selektif agar tidak melanggar protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.
“Lokasi harus representatif. Syarat mutlaknya, tempat harus luas karena pertemuan ini dilakukan secara tatap muka. Tempat yang luas memungkinkan pertemuan digelar dengan tetap mengedepankan physical distancing,” imbuhnya.
Bentuk sosialisasi atau penyuluhan, lanjut Hanun tak sekadar pemaparan, namun dikemas dengan konsep emotional demonstration (emodemo). Perempuan ramah ini menjelaskan, emodemo merupakan panduan kegiatan yang bersifat partisipasif yang bertujuan untuk menyampaikan pesan sederhana dengan cara menyenangkan dan menyentuh emosi.
“Menggunakan alat peraga sehingga mudah diingat dan inovatif dibandingkan dengan strategi perubahan perilaku sebelumnya,” papar Hanun.
Ia mencontohkan, untuk emodemo cuci tangan petugas bisa melakukan interaksi dengan peserta dalam bentuk permainan. Misalnya, diawali dengan pertanyaan kapan terakhir cuci tangan dan memulai permainan dengan bercerita dan disisipi diskusi yang memancing antusiasme peserta.
“Baru kemudian dijelaskan tentang pentingnya cuci tangan dan mengajak sukarelawan dari peserta untuk mempraktekkan cara cuci tangan yang baik dan benar,” imbuh dia.
Hanun menegaskan, ada tiga momen penting yang tidak boleh meninggalkan cuci tangan, yaitu sebelum menyiapkan makanan, sebelum menyusui dan setelah membersihkan sesuatu.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Sri Winarni menambahkan, melalui kegiatan penyuluhan di posyandu, diharapkan para kader mampu meneruskan ilmu gaya hidup sehat di era Covid-19 kepada warga sehingga peta penyebaran Covid-19 di Kota Malang bisa ditekan seminimal mungkin.
“Kegiatan ini merupakan tindakan preventif untuk mendukung proses pemulihan Kota Malang agar segera menjadi zona hijau Covid-19,” pungkas dia.
Foto: Dinkes Kota Malang
Penyunting: Fia

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/