alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Permintaan Buah Jeruk Melejit, Apel Batu Menyusut

KOTA BATU – Hingga pertengahan bulan Ramadan ini, permintaan jeruk di pasaran kian meningkat saja. Hal itu terlihat dari naiknya pasokan jeruk yang dilempar ke pasar. Seperti yang dilakukan Kaji Bianto, suplier buah di Jalan Anjasmoro, Kelurahan Sisir. Dia menyebut pengiriman jeruk mengalami kenaikan sekitar 20 persen.

Bianto mengatakan, saat ini setiap harinya dia bisa mengirim antara 8 sampai 10 ton jeruk ke pasar-pasar tradisional yang ada di luar daerah. Seperti Jogja, Bandung, Jakarta, Solo dan lainnya. “Alhamdulillah memang dari tahun ke tahun, untuk bulan ramadan diimbangi dengan musim panen,” katanya.

Jenis jeruk yang dijualnya mulai dari Jeruk Batu 55 yang diambil dari hasil panen petani di Kota Batu. Untuk harganya, dari petani cukup stabil di kisaran antara Rp 9 ribu hingga Rp 10 ribu. “Ya Alhamdulillah juga sebelum Ramadan paling ngirim itu sekitar 6 sampai 7 ton,” katanya.

Bianto sendiri mengaku awalnya adalah suplier Apel Batu. Tetapi untuk saat ini dirinya tidak mengirim kemana-mana karena bukan masa panen. “Kalau apel sekarang produksinya sedikit, daripada saya ambil dikit terus untungnya dikit mending gak usah,” katanya.

Pewarta : Nugraha Perdana

KOTA BATU – Hingga pertengahan bulan Ramadan ini, permintaan jeruk di pasaran kian meningkat saja. Hal itu terlihat dari naiknya pasokan jeruk yang dilempar ke pasar. Seperti yang dilakukan Kaji Bianto, suplier buah di Jalan Anjasmoro, Kelurahan Sisir. Dia menyebut pengiriman jeruk mengalami kenaikan sekitar 20 persen.

Bianto mengatakan, saat ini setiap harinya dia bisa mengirim antara 8 sampai 10 ton jeruk ke pasar-pasar tradisional yang ada di luar daerah. Seperti Jogja, Bandung, Jakarta, Solo dan lainnya. “Alhamdulillah memang dari tahun ke tahun, untuk bulan ramadan diimbangi dengan musim panen,” katanya.

Jenis jeruk yang dijualnya mulai dari Jeruk Batu 55 yang diambil dari hasil panen petani di Kota Batu. Untuk harganya, dari petani cukup stabil di kisaran antara Rp 9 ribu hingga Rp 10 ribu. “Ya Alhamdulillah juga sebelum Ramadan paling ngirim itu sekitar 6 sampai 7 ton,” katanya.

Bianto sendiri mengaku awalnya adalah suplier Apel Batu. Tetapi untuk saat ini dirinya tidak mengirim kemana-mana karena bukan masa panen. “Kalau apel sekarang produksinya sedikit, daripada saya ambil dikit terus untungnya dikit mending gak usah,” katanya.

Pewarta : Nugraha Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/