alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

PJT Cek Tiga Bendungan di Malang Pasca Dua Gempa, Hasilnya?

MALANG – Banyak rumah dan fasilitas umum di Kabupaten Malang yang rusak akibat guncangan 2 kali gempa bumi. Tak ingin ada masalah, Perum Jasa Tirta (PJT) I akhirnya turun melakukan pengecekan kondisi bangunan 3 bendungan di Kabupaten Malang. Yakni Bendungan Sengguruh, Sutami dan Selorejo.

Direktur Utama (Dirut) PJT I, Raymond Valiant Ruritan mengatakan, pihaknya juga memeriksa bendungan lain yang ada di luar Kabupaten Malang. Seperti Bendungan Lahor dan Wlingi di Kabupaten Blitar, Bendungan Wonorejo di Tulungagung, Bendungan Bening di Madiun, dan Bendungan Wonogiri di Jawa Tengah.

“Usai adanya gempa itu, kami lakukan pengecekan kondisi delapan bendungan dan dua terowongan yang kami kelola, dan hasilnya masih dalam kategori aman,” ucapnya.

Keyakinan tersebut didapatkan dari hasil pengecekan struktur bangunan secara detail, baik secara visual dan fisik. “Alhamdulillah delapan bendungan kami aman, tidak ada retakan dan pergeseran atau rembesan air akibat gempa tersebut,” lanjutnya.

Dia menambahkan, pemantauan terus dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi perubahan perilaku bendungan yang berpotensi membahayakan operasionalnya atau tidak. ”Hasilnya langsung kami dilaporkan ke Dirjen SDA Kementerian PUPR,” pungkas Raymond.

Pewarta: Achmad Fikyansyah

MALANG – Banyak rumah dan fasilitas umum di Kabupaten Malang yang rusak akibat guncangan 2 kali gempa bumi. Tak ingin ada masalah, Perum Jasa Tirta (PJT) I akhirnya turun melakukan pengecekan kondisi bangunan 3 bendungan di Kabupaten Malang. Yakni Bendungan Sengguruh, Sutami dan Selorejo.

Direktur Utama (Dirut) PJT I, Raymond Valiant Ruritan mengatakan, pihaknya juga memeriksa bendungan lain yang ada di luar Kabupaten Malang. Seperti Bendungan Lahor dan Wlingi di Kabupaten Blitar, Bendungan Wonorejo di Tulungagung, Bendungan Bening di Madiun, dan Bendungan Wonogiri di Jawa Tengah.

“Usai adanya gempa itu, kami lakukan pengecekan kondisi delapan bendungan dan dua terowongan yang kami kelola, dan hasilnya masih dalam kategori aman,” ucapnya.

Keyakinan tersebut didapatkan dari hasil pengecekan struktur bangunan secara detail, baik secara visual dan fisik. “Alhamdulillah delapan bendungan kami aman, tidak ada retakan dan pergeseran atau rembesan air akibat gempa tersebut,” lanjutnya.

Dia menambahkan, pemantauan terus dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi perubahan perilaku bendungan yang berpotensi membahayakan operasionalnya atau tidak. ”Hasilnya langsung kami dilaporkan ke Dirjen SDA Kementerian PUPR,” pungkas Raymond.

Pewarta: Achmad Fikyansyah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/