alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Penyekatan Jalan di Malang Saat Libur Lebaran Disertai Rapid Test

MALANG KOTA – Jangan sekali-kali nekat mudik masuk Kota Malang. Sebab, pengawasan ketat bakal diberlakukan aparat keamanan. Bahkan, ”jalan tikus” atau terabasan yang jadi celah masuknya para pemudik pun bakal diawasi petugas. Larangan mudik ini mengacu pada aturan pemerintah pusat yang dipercepat sejak 22 April lalu. Tetapi, pengetatan mudik Lebaran 2021 tersebut dihitung mulai H-14 dengan peniadaan mudik pada 6 Mei hingga 17 Mei 2021 hingga H+7.

Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol Ramadhan Nasution mengatakan, penyekatan baru dimulai pada 6 Mei mendatang. Untuk saat ini pihaknya masih melakukan pemantauan saja. Pemantauan tersebut dilakukan di dua titik. ”Pos Graha Kencana, Balearjosari; dan exit tol Madyopuro yang nantinya juga menjadi pos penyekatan, namun sementara ini di Graha Kencana hanya pemantauan,” tutur dia.

Baca Juga
Pemkab Malang Tunggu Aturan Mudik dari Pemerintah Pusat
Pertamina Gandeng BPH Migas Tinjau Dampak Bencana di Kabupaten Malang

Ibu Hamil Boleh Puasa Tidak? Ini Jawabannya
Ini Nih, Segudang Manfaat Puasa

Mantan Kasat Binmas Polresta Malang Kota itu juga menambahkan, pemantauan dilakukan berdasarkan Adendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 dari Satgas Penanganan Covid-19 yang melarang mudik dari 22 April hingga 25 Mei 2021. Nantinya, Polresta Malang Kota akan saling berkoordinasi dengan pos penyekatan di 20 titik perbatasan Rayon Jawa Timur.
Untuk wilayah rayon Malang Raya, Kota Malang ini berada di tengah, jadi tidak disekat terlalu ketat tetapi tetap diadakan. Sementara masyarakat masih bisa bergerak dalam wilayah rayon yang meliputi Malang Raya, Pasuruan, dan Probolinggo, baik kabupaten maupun kota.

Meski posisi Kota Malang di tengah, penyekatan lebih ditekankan pada Operasi Yustisi. Rama menyebutkan, Operasi Yustisi akan dilakukan dengan mengecek identitas pengemudi dan penumpang, utamanya KTP. Dia juga menegaskan, pengecekan akan dilakukan secara acak dan tak terbatas waktu. ”Random sifatnya, jadi tidak 24 jam kami lakukan cek,” ucap Rama.

Perlu diingat bila pelaksanaan penyekatan juga akan dibarengi dengan rapid test. Rama menuturkan jika rapid test akan dilakukan di dua titik tersebut. Jika ditemui reaktif, maka akan dibawa ke safe house sesuai instruksi. Pihaknya juga akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang untuk mengatur lalu lintas di sana.

Terpisah, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, penyekatan di Kota Malang harus ada sinergi dengan dua wilayah Malang Raya lain, seperti Kota Batu dan Kabupaten Malang. Nantinya, dia akan melakukan rapat koordinasi dengan dua daerah itu terkait larangan mudik, khususnya penyekatan. Sutiaji mengagendakan rapat koordinasi itu antara hari ini dan besok (27/4). ”Mengacu dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), salah satu fokusnya akan memperhatikan akses jalan tikus agar tak dimanfaatkan warga yang hendak mudik,” ujar dia.. (rmc/adn/nug/c1/abm)

MALANG KOTA – Jangan sekali-kali nekat mudik masuk Kota Malang. Sebab, pengawasan ketat bakal diberlakukan aparat keamanan. Bahkan, ”jalan tikus” atau terabasan yang jadi celah masuknya para pemudik pun bakal diawasi petugas. Larangan mudik ini mengacu pada aturan pemerintah pusat yang dipercepat sejak 22 April lalu. Tetapi, pengetatan mudik Lebaran 2021 tersebut dihitung mulai H-14 dengan peniadaan mudik pada 6 Mei hingga 17 Mei 2021 hingga H+7.

Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol Ramadhan Nasution mengatakan, penyekatan baru dimulai pada 6 Mei mendatang. Untuk saat ini pihaknya masih melakukan pemantauan saja. Pemantauan tersebut dilakukan di dua titik. ”Pos Graha Kencana, Balearjosari; dan exit tol Madyopuro yang nantinya juga menjadi pos penyekatan, namun sementara ini di Graha Kencana hanya pemantauan,” tutur dia.

Baca Juga
Pemkab Malang Tunggu Aturan Mudik dari Pemerintah Pusat
Pertamina Gandeng BPH Migas Tinjau Dampak Bencana di Kabupaten Malang

Ibu Hamil Boleh Puasa Tidak? Ini Jawabannya
Ini Nih, Segudang Manfaat Puasa

Mantan Kasat Binmas Polresta Malang Kota itu juga menambahkan, pemantauan dilakukan berdasarkan Adendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 dari Satgas Penanganan Covid-19 yang melarang mudik dari 22 April hingga 25 Mei 2021. Nantinya, Polresta Malang Kota akan saling berkoordinasi dengan pos penyekatan di 20 titik perbatasan Rayon Jawa Timur.
Untuk wilayah rayon Malang Raya, Kota Malang ini berada di tengah, jadi tidak disekat terlalu ketat tetapi tetap diadakan. Sementara masyarakat masih bisa bergerak dalam wilayah rayon yang meliputi Malang Raya, Pasuruan, dan Probolinggo, baik kabupaten maupun kota.

Meski posisi Kota Malang di tengah, penyekatan lebih ditekankan pada Operasi Yustisi. Rama menyebutkan, Operasi Yustisi akan dilakukan dengan mengecek identitas pengemudi dan penumpang, utamanya KTP. Dia juga menegaskan, pengecekan akan dilakukan secara acak dan tak terbatas waktu. ”Random sifatnya, jadi tidak 24 jam kami lakukan cek,” ucap Rama.

Perlu diingat bila pelaksanaan penyekatan juga akan dibarengi dengan rapid test. Rama menuturkan jika rapid test akan dilakukan di dua titik tersebut. Jika ditemui reaktif, maka akan dibawa ke safe house sesuai instruksi. Pihaknya juga akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang untuk mengatur lalu lintas di sana.

Terpisah, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, penyekatan di Kota Malang harus ada sinergi dengan dua wilayah Malang Raya lain, seperti Kota Batu dan Kabupaten Malang. Nantinya, dia akan melakukan rapat koordinasi dengan dua daerah itu terkait larangan mudik, khususnya penyekatan. Sutiaji mengagendakan rapat koordinasi itu antara hari ini dan besok (27/4). ”Mengacu dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), salah satu fokusnya akan memperhatikan akses jalan tikus agar tak dimanfaatkan warga yang hendak mudik,” ujar dia.. (rmc/adn/nug/c1/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/