alexametrics
23 C
Malang
Saturday, 2 July 2022

Pulang Berobat dari RSSA, Pria Asal Dampit Meninggal di Toilet SPBU

MALANG KOTA – Nasib nahas dialami Sumadi, warga Desa Rembun, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Pria 56 tahun ini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di toilet SPBU Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang Senin siang (27/9).

Kapolsek Kedungkandang Kompol Yusuf Suryadi menyatakan, pria malang tersebut dalam perjalanan pulang setelah berobat di RSSA. “Korban diantar sama anaknya, habis dari RSSA untuk berobat dan checkup,” terangnya.

Korban dibonceng Ayu N, 20, anaknya dalam perjalanan pulang ke Dampit dengan sepeda motor. “Kemudian mampir ke SPBU untuk buang air kecil,” papar dia. Sang anak pun menanti di sepeda motor.

Namun ditunggu setengah jam, sang ayah tidak kunjung keluar. “Ditunggu lama, kemudian penjaga SPBU yang di situ bertanya kepada si anak korban apakah ada keluarga di dalam,” tambahnya.

Ayu lantas menyebut jika ayahnya masih berada di toilet. Khawatir ada apa-apa, keduanya lantas mengetuk pintu toilet namun tidak ada jawaban. Pintu toilet pun dibuka paksa. “Begitu didobrak kelihatan lah korban sudah tidak bernyawa,” beber Yusuf.

Berdasarkan keterangan Ayu, penyebab kematian ayahnya karena memang sedang sakit. “Korban punya riwayat liver dan ke RSSA itu untuk berobat rutin,” ujarnya. Jenazah pun langsung dibawa ke Unit Forensik RSSA guna menjalani visum. “Keluarga tidak berkenan untuk dijalankan otopsi, dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” pungkas Yusuf.
Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Nasib nahas dialami Sumadi, warga Desa Rembun, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Pria 56 tahun ini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di toilet SPBU Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang Senin siang (27/9).

Kapolsek Kedungkandang Kompol Yusuf Suryadi menyatakan, pria malang tersebut dalam perjalanan pulang setelah berobat di RSSA. “Korban diantar sama anaknya, habis dari RSSA untuk berobat dan checkup,” terangnya.

Korban dibonceng Ayu N, 20, anaknya dalam perjalanan pulang ke Dampit dengan sepeda motor. “Kemudian mampir ke SPBU untuk buang air kecil,” papar dia. Sang anak pun menanti di sepeda motor.

Namun ditunggu setengah jam, sang ayah tidak kunjung keluar. “Ditunggu lama, kemudian penjaga SPBU yang di situ bertanya kepada si anak korban apakah ada keluarga di dalam,” tambahnya.

Ayu lantas menyebut jika ayahnya masih berada di toilet. Khawatir ada apa-apa, keduanya lantas mengetuk pintu toilet namun tidak ada jawaban. Pintu toilet pun dibuka paksa. “Begitu didobrak kelihatan lah korban sudah tidak bernyawa,” beber Yusuf.

Berdasarkan keterangan Ayu, penyebab kematian ayahnya karena memang sedang sakit. “Korban punya riwayat liver dan ke RSSA itu untuk berobat rutin,” ujarnya. Jenazah pun langsung dibawa ke Unit Forensik RSSA guna menjalani visum. “Keluarga tidak berkenan untuk dijalankan otopsi, dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” pungkas Yusuf.
Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/