alexametrics
29.2 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Jumlah Orang Telantar di Batu Makin Banyak

KOTA BATU – Kasus penemuan orang telantar di Kota Batu meningkat sejak dua bulan belakangan. Rata-rata adalah sudah lanjut usia (lansia) dan berasal dari luar daerah.

Kasi Rehabsos Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu Hartono SE mengatakan, dua bulan belakangan ini kasus penemuan orang telantar di Kota Batu meningkat. Pada bulan ini saja, ia mengatakan, sudah ada 5 kali penemuan orang telantar. “Rata-rata mereka (orang telantar) bukan warga Batu, namun dari luar Kota Batu,” ujar Hartono, Selasa (26/10).

Setiap usai menemukan orang telantar, Hartono bersama timnya menghubungi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Hal ini bertujuan untuk menghubungkan kepada keluarga yang bersangkutan agar dijemput.

SM, 60, salah satu orang telantar yang ditemukan dinsos tersebut bukan warga Kota Batu. Dari hasil pemeriksaan, SM keluar dari rumah karena minim pengawasan dari pihak keluarga . “Namanya juga pikun ya, jadi ketika lengah, dia pergi keluar rumah,” ucapnya.

Hartono berpesan kepada seluruh masyarakat yang memiliki keluarga lanjut usia (lansia) agar berhati-hati, khususnya bagi lansia yang sudah pikun. ”Ya untung saja kalau ditemukannya di Batu, kalau sampai ke luar wilayah Malang raya kan bisa repot nanti,” katanya.(cj6/dan/rmc)

KOTA BATU – Kasus penemuan orang telantar di Kota Batu meningkat sejak dua bulan belakangan. Rata-rata adalah sudah lanjut usia (lansia) dan berasal dari luar daerah.

Kasi Rehabsos Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu Hartono SE mengatakan, dua bulan belakangan ini kasus penemuan orang telantar di Kota Batu meningkat. Pada bulan ini saja, ia mengatakan, sudah ada 5 kali penemuan orang telantar. “Rata-rata mereka (orang telantar) bukan warga Batu, namun dari luar Kota Batu,” ujar Hartono, Selasa (26/10).

Setiap usai menemukan orang telantar, Hartono bersama timnya menghubungi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Hal ini bertujuan untuk menghubungkan kepada keluarga yang bersangkutan agar dijemput.

SM, 60, salah satu orang telantar yang ditemukan dinsos tersebut bukan warga Kota Batu. Dari hasil pemeriksaan, SM keluar dari rumah karena minim pengawasan dari pihak keluarga . “Namanya juga pikun ya, jadi ketika lengah, dia pergi keluar rumah,” ucapnya.

Hartono berpesan kepada seluruh masyarakat yang memiliki keluarga lanjut usia (lansia) agar berhati-hati, khususnya bagi lansia yang sudah pikun. ”Ya untung saja kalau ditemukannya di Batu, kalau sampai ke luar wilayah Malang raya kan bisa repot nanti,” katanya.(cj6/dan/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/