alexametrics
28.1 C
Malang
Thursday, 7 July 2022

2022 Pemkot Malang Alokasikan Rp 9,1 M untuk PJU Baru

MALANG KOTA – Keluhan warga terhadap kualitas penerangan jalan umum (PJU) masih kerap mengemuka. Seperti dikeluhkan warga di Jalan Ki Ageng Gribig, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang. Dari pantauan koran ini, jalan di sisi barat, atau dari pertigaan Jalan Ki Ageng Gribig hingga Kampus II Universitas Negeri Malang (UM) memang belum ada PJU-nya. Penerangan di sana hanya mengandalkan sorotan lampu rumah warga. Juga dari sorot lampu kendaraan yang melintas.

”Iya kayak memasuki hutan (kalau lewat jalan itu, red), ditambah lagi ada jalanan yang berlubang. Jadi kayak offroad,” kata Wawan Hendrawanto, warga di sekitar Jalan Ki Ageng Gribig. Pria berusia 39 tahun itu juga menyebut bila beberapa pengendara kerap terperosok di jalur tersebut. ”Kami tidak tahu harus mengadu ke siapa untuk lampu jalan. Semoga saja ada respons dari Pemkot Malang,” harap Wawan.

Tak hanya di Jalan Ki Ageng Gribig, dari pantauan Jawa Pos Radar Malang juga mendapati gelapnya suasana kerap terjadi di Jalan Mayjen Sungkono dan Jalan Raya Tlogowaru. Sementara di Kecamatan Lowokwaru, kondisi serupa tersaji di Jalan Bungur dan sebagian Jalan Cengger Ayam.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi, memastikan bila di tahun ini telah menganggarkan Rp 9,1 miliar untuk pengadaan PJU baru. Total ada 2.487 PJU baru yang sudah terpasang. Jika dirinci, untuk Kecamatan Klojen ada tambahan 476 titik. Sementara di Kecamatan Sukun sebanyak 491 titik, Kecamatan Blimbing ada tambahan 523 titik, Kecamatan Lowokwaru 659, dan di Kecamatan Kedungkandang ada 338 titik.

”Kalau ditotal, saat ini PJU yang ada di Kota Malang jumlahnya 38.500,” kata Diah. Pihaknya mengakui bila beberapa kali menemukan problem saat maintenance (perawatan) dilakukan. Seperti di PJU Jalan Mayjen Sungkono, yang sempat padam dan mengakibatkan beberapa pengendara roda dua terjatuh. Saat peninjauan dilakukan, DPUPRPKP menemukan permasalahan adanya semut yang masuk ke panel box.

Itu merusak beberapa intalansi seperti kilowatt hour (Kwh), kontaktor, timer dan printed circuit board (PCB). Diah menyebut bila tak hanya sekali saja semut merusak jaringan instalasi PJU. Setelah mengintensifkan pengadaan PJU baru, tahun depan pemkot baru akan fokus pada pemeliharaan. ”Tahun depan (2022) kami menganggarkan pemeliharaan PJU dengan anggaran Rp 200 juta,” beber Diah. (adn/iik/nj1/by)

MALANG KOTA – Keluhan warga terhadap kualitas penerangan jalan umum (PJU) masih kerap mengemuka. Seperti dikeluhkan warga di Jalan Ki Ageng Gribig, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang. Dari pantauan koran ini, jalan di sisi barat, atau dari pertigaan Jalan Ki Ageng Gribig hingga Kampus II Universitas Negeri Malang (UM) memang belum ada PJU-nya. Penerangan di sana hanya mengandalkan sorotan lampu rumah warga. Juga dari sorot lampu kendaraan yang melintas.

”Iya kayak memasuki hutan (kalau lewat jalan itu, red), ditambah lagi ada jalanan yang berlubang. Jadi kayak offroad,” kata Wawan Hendrawanto, warga di sekitar Jalan Ki Ageng Gribig. Pria berusia 39 tahun itu juga menyebut bila beberapa pengendara kerap terperosok di jalur tersebut. ”Kami tidak tahu harus mengadu ke siapa untuk lampu jalan. Semoga saja ada respons dari Pemkot Malang,” harap Wawan.

Tak hanya di Jalan Ki Ageng Gribig, dari pantauan Jawa Pos Radar Malang juga mendapati gelapnya suasana kerap terjadi di Jalan Mayjen Sungkono dan Jalan Raya Tlogowaru. Sementara di Kecamatan Lowokwaru, kondisi serupa tersaji di Jalan Bungur dan sebagian Jalan Cengger Ayam.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi, memastikan bila di tahun ini telah menganggarkan Rp 9,1 miliar untuk pengadaan PJU baru. Total ada 2.487 PJU baru yang sudah terpasang. Jika dirinci, untuk Kecamatan Klojen ada tambahan 476 titik. Sementara di Kecamatan Sukun sebanyak 491 titik, Kecamatan Blimbing ada tambahan 523 titik, Kecamatan Lowokwaru 659, dan di Kecamatan Kedungkandang ada 338 titik.

”Kalau ditotal, saat ini PJU yang ada di Kota Malang jumlahnya 38.500,” kata Diah. Pihaknya mengakui bila beberapa kali menemukan problem saat maintenance (perawatan) dilakukan. Seperti di PJU Jalan Mayjen Sungkono, yang sempat padam dan mengakibatkan beberapa pengendara roda dua terjatuh. Saat peninjauan dilakukan, DPUPRPKP menemukan permasalahan adanya semut yang masuk ke panel box.

Itu merusak beberapa intalansi seperti kilowatt hour (Kwh), kontaktor, timer dan printed circuit board (PCB). Diah menyebut bila tak hanya sekali saja semut merusak jaringan instalasi PJU. Setelah mengintensifkan pengadaan PJU baru, tahun depan pemkot baru akan fokus pada pemeliharaan. ”Tahun depan (2022) kami menganggarkan pemeliharaan PJU dengan anggaran Rp 200 juta,” beber Diah. (adn/iik/nj1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/