alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 10 August 2022

BSM Mulai Gencar ke Nasabah untuk Setoran Sampah

MALANG KOTA – Setelah dua tahun pandemi Covid-19, Bank Sampah Malang (BSM) mulai gencar memaksimalkan ribuan nasabahnya. Sebagian nasabah yang menghentikan aktivitas menabung atau menyetorkan sampahnya selama pandemi, kini didatangi.

Mereka diharapkan mulai menyetorkan sampahnya lagi, sehingga mendapatkan rupiah. Selain fokus menggerakkan ekonomi, BSM juga berorientasi pada menjaga kepedulian lingkungan, serta semangat gotong royong.

Upaya memaksimalkan peran nasabah itu ditandai dengan dibukanya kembali kegiatan studi banding. Siang tadi (28/6), sekelompok ibu-ibu antusias mempelajari seluruh aktivitas di kantor BSM, Sukun, Kota Malang. Mulai pengenalan 70 jenis sampah an-organik yang bisa disetor dan didaur ulang oleh BSM, pemrosesan sampah menjadi macam-macam produk unggulan, hingga prosedur nasabah menabung sampah.

Kegiatan tersebut didampingi langsung oleh salah satu pendiri Rahmat Hidayat sekaligus pengawas/pembina bersama Wasto  “Pada umumnya, kegiatan ini diperuntukkan bagi seluruh masyarakat luas, khususnya ibu rumah tangga,” ujar Rahmat di hadapan ibu-ibu.

Rahmat memaparkan alasan gencarnya kembali setoran atau menabung sampah. Dia mengatakan, sumber sampah berasal dari rumah tangga, di mana pengelola rumah tangga tersebut adalah para ibu. Karena itu, kata dia, ibu lah yang berperan penting dalam pemilahan sampah pada tiap-tiap rumah tangga. “Begitu pentingnya peran sebagai ibu, semestinya para ibu senantiasa menjaga kesehatannya demi keluarga dan juga perannya di masyarakat,” imbuh Rahmat yang juga menjabat Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum (KKU) Satpol PP Kota Malang itu.

Untuk diketahui, BSM berdiri sejak 2011. Tujuannya mengubah mindset tentang sampah yang dulunya dianggap sumber masalah, kini bisa menjadi sumber rupiah. Caranya dengan menyetorkan sampah ke BSM, lalu nasabah mendapatkan rupiah.

Lantas bagaimana mekanisme penabungan sampah? Rahmat menjelaskan beberapa tahap. Tahap pertama yakni penabungan sampah oleh nasabah dengan menyerahkan nota hasil timbangan sampah. “Selanjutnya, untuk penyerahan nota penimbangan penjualan maupun penerimaan uang ke teller, dan penyerahan tabungan, nota maupun struk untuk pembayaran listrik, PDAM, pulsa, dan sembako,” kata Rahmat.

Ke depan, Rahmat menyiapkan aplikasi untuk BSM. Jika nantinya aplikasi tersebut sudah beroperasi, maka pelayanan di BSM menyerupai bank. Buku rekening yang dipegang oleh nasabah juga akan dicetak menggunakan komputer. ”Nasabah juga bisa mengakses nominal tabungannya melalui handphone,” kata Rahmat.

Sementara itu, dalam acara tersebut, Manager UP3 PLN Malang Miftachul Farqi Faris menyerahkan bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Dana sebesar Rp 100 juta dari PLN ini digunakan untuk membiayai program-program BSM.(mit/dan)

MALANG KOTA – Setelah dua tahun pandemi Covid-19, Bank Sampah Malang (BSM) mulai gencar memaksimalkan ribuan nasabahnya. Sebagian nasabah yang menghentikan aktivitas menabung atau menyetorkan sampahnya selama pandemi, kini didatangi.

Mereka diharapkan mulai menyetorkan sampahnya lagi, sehingga mendapatkan rupiah. Selain fokus menggerakkan ekonomi, BSM juga berorientasi pada menjaga kepedulian lingkungan, serta semangat gotong royong.

Upaya memaksimalkan peran nasabah itu ditandai dengan dibukanya kembali kegiatan studi banding. Siang tadi (28/6), sekelompok ibu-ibu antusias mempelajari seluruh aktivitas di kantor BSM, Sukun, Kota Malang. Mulai pengenalan 70 jenis sampah an-organik yang bisa disetor dan didaur ulang oleh BSM, pemrosesan sampah menjadi macam-macam produk unggulan, hingga prosedur nasabah menabung sampah.

Kegiatan tersebut didampingi langsung oleh salah satu pendiri Rahmat Hidayat sekaligus pengawas/pembina bersama Wasto  “Pada umumnya, kegiatan ini diperuntukkan bagi seluruh masyarakat luas, khususnya ibu rumah tangga,” ujar Rahmat di hadapan ibu-ibu.

Rahmat memaparkan alasan gencarnya kembali setoran atau menabung sampah. Dia mengatakan, sumber sampah berasal dari rumah tangga, di mana pengelola rumah tangga tersebut adalah para ibu. Karena itu, kata dia, ibu lah yang berperan penting dalam pemilahan sampah pada tiap-tiap rumah tangga. “Begitu pentingnya peran sebagai ibu, semestinya para ibu senantiasa menjaga kesehatannya demi keluarga dan juga perannya di masyarakat,” imbuh Rahmat yang juga menjabat Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum (KKU) Satpol PP Kota Malang itu.

Untuk diketahui, BSM berdiri sejak 2011. Tujuannya mengubah mindset tentang sampah yang dulunya dianggap sumber masalah, kini bisa menjadi sumber rupiah. Caranya dengan menyetorkan sampah ke BSM, lalu nasabah mendapatkan rupiah.

Lantas bagaimana mekanisme penabungan sampah? Rahmat menjelaskan beberapa tahap. Tahap pertama yakni penabungan sampah oleh nasabah dengan menyerahkan nota hasil timbangan sampah. “Selanjutnya, untuk penyerahan nota penimbangan penjualan maupun penerimaan uang ke teller, dan penyerahan tabungan, nota maupun struk untuk pembayaran listrik, PDAM, pulsa, dan sembako,” kata Rahmat.

Ke depan, Rahmat menyiapkan aplikasi untuk BSM. Jika nantinya aplikasi tersebut sudah beroperasi, maka pelayanan di BSM menyerupai bank. Buku rekening yang dipegang oleh nasabah juga akan dicetak menggunakan komputer. ”Nasabah juga bisa mengakses nominal tabungannya melalui handphone,” kata Rahmat.

Sementara itu, dalam acara tersebut, Manager UP3 PLN Malang Miftachul Farqi Faris menyerahkan bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Dana sebesar Rp 100 juta dari PLN ini digunakan untuk membiayai program-program BSM.(mit/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/