alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Nataru, Permintaan Rapid Test Antigen dan Spraying Meningkat

MALANG KOTA – Selama liburan Natal dan Tahun Baru, permintaan rapid tes antigen meningkat cukup banyak. Selain dari warga yang akan bepergian ke luar kota, banyak juga warga yang memeriksakan diri sebelum mengikuti perayaan dan ibadah natal.

Hal ini diungkapkan Tri Surya Hadi, Sekretaris PMI Kota Malang. “Kami melayani permintaan masyarakat cukup banyak. Ada peningkatan sekitar 25 persen. Tak hanya permintaan dari RT-RW di Kota Malang, tetapi juga termasuk dari pengurus gereja, ” ujarnya Senin (28/12)

Selain permintaan rapid tes antigen yang meningkat, permintaan penyemprotan atau spraying desinfektan ke tempat peribadatan juga semakin banyak.
“Permohonan untuk penyemprotan di Kota Malang juga cukup tinggi. Untuk kegiatan kita sendiri teknisnya kurang mencukupi, sebab sekali spraying, gunner kapasitas-nya 2.000 liter. Kami masih memakai alat dari pusat, sebab belum punya gunner untuk PMI sendiri. Propinsi aja masih belum punya, “ungkapnya.

Meskipun permintaan penyemprotan disinfektan meningkat, pihaknya masih memprioritaskan di wilayah-wilayah yang rawan saja. “Tapi karena sekarang Kota Malang udah rata masuk zona merah semua, ya jadi kami semprot di tiap wilayah, ” ujar Kabid Pelayanan PMI Kota Malang Heri Suwarsono.
Sedangkan untuk wilayah-wilayah yang tidak bisa dilewati mobil, mereka menggunakan 3 supplier yang berjalan kaki untuk menyasar wilayah gang-gang kampung. “Sehingga jangkauannya lebih luas, ” paparnya.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Selama liburan Natal dan Tahun Baru, permintaan rapid tes antigen meningkat cukup banyak. Selain dari warga yang akan bepergian ke luar kota, banyak juga warga yang memeriksakan diri sebelum mengikuti perayaan dan ibadah natal.

Hal ini diungkapkan Tri Surya Hadi, Sekretaris PMI Kota Malang. “Kami melayani permintaan masyarakat cukup banyak. Ada peningkatan sekitar 25 persen. Tak hanya permintaan dari RT-RW di Kota Malang, tetapi juga termasuk dari pengurus gereja, ” ujarnya Senin (28/12)

Selain permintaan rapid tes antigen yang meningkat, permintaan penyemprotan atau spraying desinfektan ke tempat peribadatan juga semakin banyak.
“Permohonan untuk penyemprotan di Kota Malang juga cukup tinggi. Untuk kegiatan kita sendiri teknisnya kurang mencukupi, sebab sekali spraying, gunner kapasitas-nya 2.000 liter. Kami masih memakai alat dari pusat, sebab belum punya gunner untuk PMI sendiri. Propinsi aja masih belum punya, “ungkapnya.

Meskipun permintaan penyemprotan disinfektan meningkat, pihaknya masih memprioritaskan di wilayah-wilayah yang rawan saja. “Tapi karena sekarang Kota Malang udah rata masuk zona merah semua, ya jadi kami semprot di tiap wilayah, ” ujar Kabid Pelayanan PMI Kota Malang Heri Suwarsono.
Sedangkan untuk wilayah-wilayah yang tidak bisa dilewati mobil, mereka menggunakan 3 supplier yang berjalan kaki untuk menyasar wilayah gang-gang kampung. “Sehingga jangkauannya lebih luas, ” paparnya.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/