alexametrics
18.6 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Tebar Manfaat, Fashion Designer Ini Langsung Latih Ibu-Ibu di Malang

MALANG KOTA – Semangat membangkitkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Malang terus digencarkan banyak pihak. Seperti yang dilakukan Yatim Mandiri Malang Raya dan Komunitas Bantu Bersama dengan melatih ibu-ibu warga Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun dengan keahlian menjahit.

Kegiatan itu dipandu langsung oleh fashion designer Rieke Fransiska. Para ibu-ibu pun terlihat antusias karena dilatih langsung oleh ahlinya. Apalagi coach Rieke memberikan tips dan teknik cara mengukur, memotong dan membuat baju yang bagus dan trendi. “Pelatihan juga kami lakukan secara intensif agar hasinyal lebih maksimal. Sehingga, untuk satu kelompok maksimal 4-5 orang saja. Hal ini kami lakukan agar bisa menghasilkan produk yang berbeda dari lainnya,” ungkap Rieke.

Semangat untuk menebar manfaat juga ditunjukkan Rieke yang bersedia mendampingi para ibu-ibu selama setahun penuh. “Kita mulai awal Januari kemarin hingga targetnya Desember 2021 nanti,” jelasnya.

Evi, salah seorang peserta pelatihan mengatakan, banyak ilmu baru yang ia dapatkan dari kegiatan ini. ”Kegiatan seperti ini sangat cocok dan bermanfaat bagi bunda-bunda di wilayah Tanjungrejo. Kami sangat antusias dan bersemangat mendalami materi yang diberikan bu Rieke. Semoga dapat menambah wawasan dan meningkatkan kemampuan menjahit kami,” tutur Elvi.

Pewarta: Errica Vannie

MALANG KOTA – Semangat membangkitkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Malang terus digencarkan banyak pihak. Seperti yang dilakukan Yatim Mandiri Malang Raya dan Komunitas Bantu Bersama dengan melatih ibu-ibu warga Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun dengan keahlian menjahit.

Kegiatan itu dipandu langsung oleh fashion designer Rieke Fransiska. Para ibu-ibu pun terlihat antusias karena dilatih langsung oleh ahlinya. Apalagi coach Rieke memberikan tips dan teknik cara mengukur, memotong dan membuat baju yang bagus dan trendi. “Pelatihan juga kami lakukan secara intensif agar hasinyal lebih maksimal. Sehingga, untuk satu kelompok maksimal 4-5 orang saja. Hal ini kami lakukan agar bisa menghasilkan produk yang berbeda dari lainnya,” ungkap Rieke.

Semangat untuk menebar manfaat juga ditunjukkan Rieke yang bersedia mendampingi para ibu-ibu selama setahun penuh. “Kita mulai awal Januari kemarin hingga targetnya Desember 2021 nanti,” jelasnya.

Evi, salah seorang peserta pelatihan mengatakan, banyak ilmu baru yang ia dapatkan dari kegiatan ini. ”Kegiatan seperti ini sangat cocok dan bermanfaat bagi bunda-bunda di wilayah Tanjungrejo. Kami sangat antusias dan bersemangat mendalami materi yang diberikan bu Rieke. Semoga dapat menambah wawasan dan meningkatkan kemampuan menjahit kami,” tutur Elvi.

Pewarta: Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/