alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Proyek Tol Malang-Kepanjen Siap-Siap Lelang

KABUPATEN – Setelah dua tahun mandek akibat pandemi, kini ada perkembangan baru megaproyek tol Malang-Kepanjen. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) mengeluarkan rute baru tol sepanjang 29,79 kilometer itu.

Berdasar data Kemen PUPR, start tol Kepanjen berada di exit Malang (Madyopuro). Setelah itu berlanjut melewati Lesanpuro, Buring, Jalan Mayjen Sungkono, Kendalpayak, Karangduren (Pakisaji), Genengan (Pakisaji), Ketawang (Gondanglegi), dan finish di Talangagung (Kepanjen).

Perkiraan rute itu tercantum dalam website simpul KPBU Kementerian PUPR. Di sepanjang jalur tersebut, rencananya ada lima exit tol. Exit pertama di Jalan Kyai Pasreh, kemudian di Jalan Raya Genengan (Pakisaji), Jalan Raya Ketawang (Gondanglegi), perbatasan Kepanjen-Gondanglegi, dan exit lima di Talangagung, Kepanjen (selengkapnya grafis).

Bupati Malang Drs H M. Sanusi MM mengatakan, megaproyek tersebut kini sedang dibahas oleh Kemen PUPR. ”Masih dalam pembahasan di pemerintah pusat. Pemprov Jawa Timur lewat Bakorwil juga sudah mulai membahas ini (tol Malang-Kepanjen,” ujar Sanusi usai Musrenbang di Pendopo Agung Jalan Agus Salim, Kota Malang, kemarin (28/3).

Seperti diberitakan, megaproyek tol Malang-Kepanjen ini sempat mandek beberapa tahun. Dirancang sejak akhir 2019 lalu, namun mandek sekitar dua tahun, yakni 2020-2021. Itu karena ada pandemi Covid-19, sehingga pemerintah pusat fokus menanggulangi penyebaran virus korona.

Demi percepatan penuntasan proyek, Sanusi mengusulkan agar jalur tol melintasi satu daerah saja, yakni Kabupaten Malang. ”Idealnya lewat kabupaten Malang saja. Karena nanti koordinasinya cukup dengan Pemkab Malang,” kata dia. ”Sehingga pelaksanaannya bisa lebih cepat,” tambah politikus PDIP itu.

Menurut pria asal Gondanglegi itu, persoalan lintas daerah akan menyulitkan pembangunan. Kendalanya saat pembebasan lahan. Versi Sanusi, pembebasan lahan di Kota Malang jauh lebih sulit ketimbang di Kabupaten Malang.

Dia mencontohkan pembebasan lahan tol Malang-Pandaan di Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang. Karena ada penolakan dari sejumlah warga, proses pembebasannya sampai sidang konsinyasi di Pengadilan Negeri (PN) Malang.

Sebaliknya, Sanusi mengklaim bahwa kendala pembangunan di Kabupaten Malang tidak akan sekompleks di Kota Malang. Selain itu, jika melibatkan banyak daerah, Sanusi khawatir terlalu banyak pihak yang diajak koordinasi, sehingga menghabiskan waktu lebih lama. “Kalau lintas daerah, ketika ada kendala (pembebasan lahan), ya akhirnya pembangunan jalan tol di daerah lain juga ikut terdampak,” jelas politisi di bawah bendera PDIP tersebut.(fin/dan)

KABUPATEN – Setelah dua tahun mandek akibat pandemi, kini ada perkembangan baru megaproyek tol Malang-Kepanjen. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) mengeluarkan rute baru tol sepanjang 29,79 kilometer itu.

Berdasar data Kemen PUPR, start tol Kepanjen berada di exit Malang (Madyopuro). Setelah itu berlanjut melewati Lesanpuro, Buring, Jalan Mayjen Sungkono, Kendalpayak, Karangduren (Pakisaji), Genengan (Pakisaji), Ketawang (Gondanglegi), dan finish di Talangagung (Kepanjen).

Perkiraan rute itu tercantum dalam website simpul KPBU Kementerian PUPR. Di sepanjang jalur tersebut, rencananya ada lima exit tol. Exit pertama di Jalan Kyai Pasreh, kemudian di Jalan Raya Genengan (Pakisaji), Jalan Raya Ketawang (Gondanglegi), perbatasan Kepanjen-Gondanglegi, dan exit lima di Talangagung, Kepanjen (selengkapnya grafis).

Bupati Malang Drs H M. Sanusi MM mengatakan, megaproyek tersebut kini sedang dibahas oleh Kemen PUPR. ”Masih dalam pembahasan di pemerintah pusat. Pemprov Jawa Timur lewat Bakorwil juga sudah mulai membahas ini (tol Malang-Kepanjen,” ujar Sanusi usai Musrenbang di Pendopo Agung Jalan Agus Salim, Kota Malang, kemarin (28/3).

Seperti diberitakan, megaproyek tol Malang-Kepanjen ini sempat mandek beberapa tahun. Dirancang sejak akhir 2019 lalu, namun mandek sekitar dua tahun, yakni 2020-2021. Itu karena ada pandemi Covid-19, sehingga pemerintah pusat fokus menanggulangi penyebaran virus korona.

Demi percepatan penuntasan proyek, Sanusi mengusulkan agar jalur tol melintasi satu daerah saja, yakni Kabupaten Malang. ”Idealnya lewat kabupaten Malang saja. Karena nanti koordinasinya cukup dengan Pemkab Malang,” kata dia. ”Sehingga pelaksanaannya bisa lebih cepat,” tambah politikus PDIP itu.

Menurut pria asal Gondanglegi itu, persoalan lintas daerah akan menyulitkan pembangunan. Kendalanya saat pembebasan lahan. Versi Sanusi, pembebasan lahan di Kota Malang jauh lebih sulit ketimbang di Kabupaten Malang.

Dia mencontohkan pembebasan lahan tol Malang-Pandaan di Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang. Karena ada penolakan dari sejumlah warga, proses pembebasannya sampai sidang konsinyasi di Pengadilan Negeri (PN) Malang.

Sebaliknya, Sanusi mengklaim bahwa kendala pembangunan di Kabupaten Malang tidak akan sekompleks di Kota Malang. Selain itu, jika melibatkan banyak daerah, Sanusi khawatir terlalu banyak pihak yang diajak koordinasi, sehingga menghabiskan waktu lebih lama. “Kalau lintas daerah, ketika ada kendala (pembebasan lahan), ya akhirnya pembangunan jalan tol di daerah lain juga ikut terdampak,” jelas politisi di bawah bendera PDIP tersebut.(fin/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/