alexametrics
20.9 C
Malang
Wednesday, 6 July 2022

4 Skill yang Didapat Anak Saat Bermain Lego

1. Membuat Perencanaan
Saat bermain bongkar pasang, sang anak sudah tahu mau bangun apa. Dari situ ia belajar penyiapkan apa saja yang dibutuhkan agar bangunan yang diinginkannya bisa terwujud. Misalnya perlu yang bentuk persegi atau persegi panjang. Mereka belajar menyusun yang dibutuhkan.

“Bermain bukan hanya bermain tapi itu meraka belajar sesuatu di sana,” tukas Rensia.

2. Memecahkan Masalah
Tanpa disadari, ketika bermain, sebenarnya anak sudah dihadapkan pada masalah. Meski terlihat sederhana, tapi adanya masalah dalam permainannya bisa menstimulasi otak anak untuk mencari jalan keluarnya.

Misalnya pada saat mau bikin kastil dari lego. Ketika kastil tidak bisa berdiri seimbang, sang anak dilatih untuk berpikir ‘Ini kenapa ya tidak bisa berdiri?’. Dari pertanyaan tersebut, muncul panggilan untuk mencari cara agar bangunannya bisa berdiri. Secara tidak langsung, dia mencari jalan untuk memecahkan masalahnya.

“Kepercayaan diri anak bisa makin meningkat ketika dia terbiasa menghadapi hal yang susah tapi berhasil menemukan jawabannya sendiri,” sambungnya.

3. Membuat Keputusan
Lalu dari mainan bongkar pasang pun sang anak belajar untuk memutuskan. Misalnya memutuskan untuk mau membangun apa sesuai dengan keinginannya. Atau misalnya memutuskan untuk melanjutkan apa yang sudah dia bangun dengan bikin yang baru.

Misalnya saat mau bikin kastil tapi ada kendala yang ia temukan, maka ia bisa belajar untuk tetap membangun kastil atau memutar otaknya untuk mengubahnya menjadi bentuk yang lain seperti rumah.

4. Kreativitas
Nah, bicara soal kreativitas, saat bermain biarkan anak mewujudkan imajinasinya. Penting bagi orang tua untuk tidak membatasi apa yang anak lakukan selama tidak berbahaya. Diakui Rensia, terkadang orang tua melakukan banyak interupsi saat anak bermain jika tak sesuai dengan ekspektasi. Beri kebebasan pada anak agar kreativitasnya berkembang sesuai imajinasinya.

Sumber: Jawa Pos Group

1. Membuat Perencanaan
Saat bermain bongkar pasang, sang anak sudah tahu mau bangun apa. Dari situ ia belajar penyiapkan apa saja yang dibutuhkan agar bangunan yang diinginkannya bisa terwujud. Misalnya perlu yang bentuk persegi atau persegi panjang. Mereka belajar menyusun yang dibutuhkan.

“Bermain bukan hanya bermain tapi itu meraka belajar sesuatu di sana,” tukas Rensia.

2. Memecahkan Masalah
Tanpa disadari, ketika bermain, sebenarnya anak sudah dihadapkan pada masalah. Meski terlihat sederhana, tapi adanya masalah dalam permainannya bisa menstimulasi otak anak untuk mencari jalan keluarnya.

Misalnya pada saat mau bikin kastil dari lego. Ketika kastil tidak bisa berdiri seimbang, sang anak dilatih untuk berpikir ‘Ini kenapa ya tidak bisa berdiri?’. Dari pertanyaan tersebut, muncul panggilan untuk mencari cara agar bangunannya bisa berdiri. Secara tidak langsung, dia mencari jalan untuk memecahkan masalahnya.

“Kepercayaan diri anak bisa makin meningkat ketika dia terbiasa menghadapi hal yang susah tapi berhasil menemukan jawabannya sendiri,” sambungnya.

3. Membuat Keputusan
Lalu dari mainan bongkar pasang pun sang anak belajar untuk memutuskan. Misalnya memutuskan untuk mau membangun apa sesuai dengan keinginannya. Atau misalnya memutuskan untuk melanjutkan apa yang sudah dia bangun dengan bikin yang baru.

Misalnya saat mau bikin kastil tapi ada kendala yang ia temukan, maka ia bisa belajar untuk tetap membangun kastil atau memutar otaknya untuk mengubahnya menjadi bentuk yang lain seperti rumah.

4. Kreativitas
Nah, bicara soal kreativitas, saat bermain biarkan anak mewujudkan imajinasinya. Penting bagi orang tua untuk tidak membatasi apa yang anak lakukan selama tidak berbahaya. Diakui Rensia, terkadang orang tua melakukan banyak interupsi saat anak bermain jika tak sesuai dengan ekspektasi. Beri kebebasan pada anak agar kreativitasnya berkembang sesuai imajinasinya.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/