alexametrics
29.3 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Pemkab Malang Buka Peluang NGO Kelola Proyek Sampah

KEPANJEN – Alliance to End Plastic Waste (Alliance) berencana membangun proyek pengelolaan sampah di Kabupaten Malang. Tugas organisasi nirlaba (NGO) yang terpusat di Singapura ini adalah menyediakan infrastruktur pengumpulan sekaligus pemilahan sampah. Jika proyek yang melibatkan swasta ini berhasil, maka bisa memperpanjang usia Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Vice President of Projects Alliance Nicholas Kolesch mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab Malang terkait proyek tersebut. Dia optimistis, pemkab akan serius dalam komitmennya untuk memberikan pengelolaan sampah yang lebih baik bagi penduduknya yang mencapai 2,6 juta jiwa.

”Sebagai koalisi bisnis, Alliance  senang dapat mendukung program ini. Kami bekerja sama dengan Pemkab Malang untuk menerapkan peta jalan peningkatan pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah,” ujar Nicholas usai bertemu dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang Dra Dyah Eka Supriyana MM, kemarin.

Sebelum bertemu dengan DLH, Alliance sudah melakukan riset. Hasil risetnya, empat dari 5 penduduk Bumi Kanjuruhan menyambut baik layanan pengumpulan sampah secara reguler di pemukiman rumah mereka. Kemudian, 85 persen menyebut bahwa layanan yang ideal untuk pengumpulan sampah sekitar seminggu sekali.

Setengah dari responden ingin melihat tingkat daur ulang yang lebih tinggi di lingkungan masing-masing. Sementara yang lain menantikan lingkungan yang lebih bersih. Sekitar enam dari 10 orang menyadari bahwa jalan yang lebih bersih dan lebih banyak pekerjaan di sektor pengelolaan sampah merupakan prioritas penting.

Ini hasil survei terhadap lebih dari 200 penduduk di Kabupaten Malang, akhir 2021 lalu. Tujuannya untuk memahami perilaku dan sikap masyarakat terhadap usulan perubahan dalam sistem pengelolaan sampah mereka.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Malang Dra Dyah Eka Supriyana MM mengatakan, Kabupaten Malang merupakan wilayah yang indah yang dikelilingi oleh dataran tinggi yang subur dan sungai Brantas yang ikonik. “Penting bagi kami menjaga kebersihan dan melindungi lingkungan. Kita perlu mengangkat Malang sebagai tujuan wisata utama di Indonesia,” katanya.

”Semua memainkan peran penting dalam membantu Malang menjadi bebas sampah. Kami menghargai dukungan kuat dari warga dan Alliance,” tambah Dyah

Sedangkan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DHL Kabupaten Malang Renung Rubiyatadji mengatakan,, pengelolaan sampah yang baik merupakan fokus yang penting. “Kami berharap dapat menerapkan rencana ini di Kabupaten Malang,” katanya.(fin/dan)

KEPANJEN – Alliance to End Plastic Waste (Alliance) berencana membangun proyek pengelolaan sampah di Kabupaten Malang. Tugas organisasi nirlaba (NGO) yang terpusat di Singapura ini adalah menyediakan infrastruktur pengumpulan sekaligus pemilahan sampah. Jika proyek yang melibatkan swasta ini berhasil, maka bisa memperpanjang usia Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Vice President of Projects Alliance Nicholas Kolesch mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab Malang terkait proyek tersebut. Dia optimistis, pemkab akan serius dalam komitmennya untuk memberikan pengelolaan sampah yang lebih baik bagi penduduknya yang mencapai 2,6 juta jiwa.

”Sebagai koalisi bisnis, Alliance  senang dapat mendukung program ini. Kami bekerja sama dengan Pemkab Malang untuk menerapkan peta jalan peningkatan pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah,” ujar Nicholas usai bertemu dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang Dra Dyah Eka Supriyana MM, kemarin.

Sebelum bertemu dengan DLH, Alliance sudah melakukan riset. Hasil risetnya, empat dari 5 penduduk Bumi Kanjuruhan menyambut baik layanan pengumpulan sampah secara reguler di pemukiman rumah mereka. Kemudian, 85 persen menyebut bahwa layanan yang ideal untuk pengumpulan sampah sekitar seminggu sekali.

Setengah dari responden ingin melihat tingkat daur ulang yang lebih tinggi di lingkungan masing-masing. Sementara yang lain menantikan lingkungan yang lebih bersih. Sekitar enam dari 10 orang menyadari bahwa jalan yang lebih bersih dan lebih banyak pekerjaan di sektor pengelolaan sampah merupakan prioritas penting.

Ini hasil survei terhadap lebih dari 200 penduduk di Kabupaten Malang, akhir 2021 lalu. Tujuannya untuk memahami perilaku dan sikap masyarakat terhadap usulan perubahan dalam sistem pengelolaan sampah mereka.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Malang Dra Dyah Eka Supriyana MM mengatakan, Kabupaten Malang merupakan wilayah yang indah yang dikelilingi oleh dataran tinggi yang subur dan sungai Brantas yang ikonik. “Penting bagi kami menjaga kebersihan dan melindungi lingkungan. Kita perlu mengangkat Malang sebagai tujuan wisata utama di Indonesia,” katanya.

”Semua memainkan peran penting dalam membantu Malang menjadi bebas sampah. Kami menghargai dukungan kuat dari warga dan Alliance,” tambah Dyah

Sedangkan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DHL Kabupaten Malang Renung Rubiyatadji mengatakan,, pengelolaan sampah yang baik merupakan fokus yang penting. “Kami berharap dapat menerapkan rencana ini di Kabupaten Malang,” katanya.(fin/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/