Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Penguburan Paus Terdampar Libatkan Dua Alat Berat Milik Pemprov Jatim

Shuvia Rahma • Minggu, 21 Februari 2021 | 05:00 WIB
Puluhan paus terdampar ketika dievakuasi. (Humas Pemprov Jatim/ist)
Puluhan paus terdampar ketika dievakuasi. (Humas Pemprov Jatim/ist)
MADURA - Proses penguburan paus jenis pilot yang terdampar di perairan Pantai Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan dilakukan dengan mendatangkan dua alat berat milik pemerintah provinsi (pemprov) Jawa Timur. prose penguburan disaksikan langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (20/2).

Berdasar data pada Jumat (19/2), terdapat 52 paus yang terdampar. Sebanyak 49 diantaranya ditemukan dalam keadaan mati. Sedangkan 3 ekor paus sudah diupayakan kembali ke laut lepas.

Namun demikian, pada Sabtu (20/2), dua ekor paus yang telah diupayakan kembali ke laut lepas, ditemukan mati meskipun telah dicoba hingga 4 kali pengembalian. Sehingga, hanya 1 ekor yang berhasil kembali ke laut lepas dan akan terus dipantau perkembangannya.

Terkait penguburan ikan paus yang telah mati tersebut, proses penggalian dilakukan dengan menggunakan dua ekskavator yang dikirim Pemprov Jatim. Lokasi penguburan di perairan Pantai Modung dengan jarak 70 meter dari bibir pantai. Sedangkan kedalaman untuk penguburannya minimal 5 meter. Hal itu penting, untuk memastikan tidak ada air yang masuk ketika terjadi pasang air laut.

Berdasar informasi dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jatim, diketahui terdapat dua titik penguburan. Titik pertama untuk 25 ekor paus yang telah mati, sedangkan di titik kedua untuk 21 ekor paus. Namun demikian, terdapat satu ikan paus mati yang harus dikuburkan secara manual karena jaraknya cukup jauh dari titik penguburan, sedangkan 4 sisanya kemungkinan terseret arus ombak saat pasang terjadi.

Proses penggalian dan penguburan juga berjalan lancar dan cepat. Tidak ditemukan kendala yang berarti. Warga sekitar juga sangat kooperatif selama proses penggalian dan penguburan dilakukan.

Pemprov Jatim menggandeng banyak pihak. Di antaranya, Balai Besar KSDA Jatim, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, TNI, Polri, para relawan dan pegiat lingkungan, tokoh masyarakat, Forum Koordinasi di tingkat Kecamatan Modung, Bangkalan, serta perwakilan akademisi dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair.

Atas kerja sama itu, Khofifah menyampaikan apresiasi dan terima kasih. Sehingga masalah itu bisa segera teratasi. Menurut dia, hal itu merupakan bentuk kolaborasi dan sinergitas sebagai wujud kepedulian lingkungan.

“Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak termasuk para nelayan dan relawan, sehingga masalah paus yang terdampar ini bisa segera kita atasi bersama. Ini adalah wujud rasa cinta dan peduli kepada lingkungan dan makhluk hidup di sekitar kita,” tutur Khofifah.

Khofifah menyampaikan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan tim Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut untuk mengetahui penyebab terjadinya ikan paus terdampar di daerah Modung, Bangkalan, tersebut.

Selain itu, pihaknya juga akan terus meng-update terkait penelitian sampel dari ikan paus mati yang dilakukan FKH Unair Surabaya.

”Kami akan terus meng-update sampel ikan paus mati yang dilakukan FKH Unair. Hasil penelitian ini penting sebagai rekomendasi, agar kita bisa melakukan pencegahan sehingga tidak sampai terjadi kejadian yang sama,” terang Khofifah.



Sumber: Jawapos Editor : Shuvia Rahma
#gubernur jatim khofifah indar parawansa #madura #Peristiwa #paus terdampar #Nasional