Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Berkah JLS, Malang Selatan Punya Banyak Spot Pantai Baru

Ahmad Yani • Senin, 31 Mei 2021 | 15:31 WIB
KABAR BAIK: Pemkot Malang akan memperbaiki jalan tanah menjadi beraspal pada 2023
KABAR BAIK: Pemkot Malang akan memperbaiki jalan tanah menjadi beraspal pada 2023
Inilah pintu gerbang sejumlah wisata pantai baru di Kabupaten Malang: Jalur Lintas Selatan (JLS). Kini, proyek prestisius itu sudah selesai 50 persen. Apa manfaatnya bagi para wisatawan?

-----------------

PILIHAN destinasi wisata wisata pantai di Kabupaten Malang bakal lebih banyak lagi. Kemungkinan untuk itu terbuka karena lanjutan proyek JLS terus dikebut. Bila rampung, jalur dari perempatan Balekambang menuju Pantai Modangan di Kecamatan Donomulyo bakal terhubung. Panjangnya sekitar 18,5 kilometer. ”Nanti jalur-jalur wisata dari Sendangbiru hingga Modangan bisa terkoneksi. Jadi lebih memperlancar pariwisata di Malang Selatan,” kata Bupati Malang H. M. Sanusi.

Pada proyek JLS sebelumnya, jalur sepanjang 23 kilometer dari Pantai Sendangbiru menuju Pantai Balekambang memang sudah dirampungkan tahun 2016 lalu. Imbasnya, varian wisata di Malang selatan bertambah. Saat ini di Bumi Kanjuruhan–julukan Kabupaten Malang– sudah ada sekitar 33 pantai yang resmi dibuka. Jumlah itu bisa bertambah lebih banyak bila proyek JLS tahap dua di Kabupaten Malang tuntas.

Di Kecamatan Bantur saja, sedikitnya ada 19 destinasi pantai yang bisa dijadikan jujukan. Dari total itu, mayoritas akses jalannya memang belum layak. Hanya Pantai Balekambang dan Pantai Regent saja yang akses jalannya sudah layak. Sementara nama-nama pantai yang belum familiar, seperti Pantai Mbehi, Dali Putih, Pring Jowo, dan Krambilan aksesnya masih cukup sulit.

Berikutnya, di Kecamatan Donomulyo sedikitnya ada 20 pantai yang bisa dijadikan destinasi wisata. Sama seperti di Bantur, mayoritas akses jalan menuju destinasi-destinasi itu juga cukup sulit. Baru akses menuju Pantai Ngliyep yang bisa dikatakan layak. Sementara nama-nama pantai lain, seperti Pantai Kondang Iwak, Jonggring Saloko, Pulodoro, dan Kondang Bandung masih cukup sulit dijangkau.

Bila ditotal, ada 39 pantai yang akses jalannya bakal lebih baik ketika proyek JLS rampung. Jumlah pantai itu pulalah yang ke depan bisa lebih familiar karena bisa dibuka untuk umum. Menanggapi potensi tersebut, Sanusi mengaku bila ke depan bakal berkoordinasi terlebih dahulu dengan Perhutani KPH Malang. ”Tergantung pengelolaannya karena yang membuka tempat wisata itu adalah pengelola setempat bersama Perhutani. Sebab, (area pantai) ini bukan milik Kabupaten Malang. Jika milik Kabupaten Malang, ya saya buka,” imbuh Sanusi.

Politikus PDI Perjuangan itu menambahkan, saat ini Pemkab Malang juga terus berupaya mempermudah akses menuju Malang Selatan. Salah satu caranya dilakukan dengan membangun Jembatan Srigonco di Kecamatan Bantur. Sehingga kendaraan besar yang hendak menuju Malang Selatan tak perlu lagi melewati Jurang Mayit yang sebelumnya memang jadi satu-satunya akses dari Kecamatan Bantur. ”Harapan kami masyarakat yang ingin ke Malang jadi lebih aman dan nyaman. Kendaraan besar juga tak ragu untuk melintas di sana,” imbuh Sanusi.


Di tempat lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat mengakui bila JLS yang sudah rampung tahun 2016 lalu telah menunjukkan manfaat besar bagi sektor wisata. ”Perekonomian warga jadi terbantu karena akses jalannya sudah enak,” kata dia. Kegiatan warga lainnya berupa perdagangan, perikanan, dan pertanian juga cukup diuntungkan dengan kondisi jalan yang lebih mudah dan layak. ”Sebab, biaya operasional mereka juga lebih murah,” imbuh mantan Camat Tajinan itu.

Jika pariwisata di Malang selatan semakin ramai, warga bisa memanfaatkannya dengan membuka usaha baru. ”Warga juga bisa menjual jasa, seperti menjadi tour guide atau ojek di sekitar wisata. Itu pasti nanti diperlukan,” tambah Wahyu. Muaranya, dia berharap menggeliatnya aktivitas wisata di Malang Selatan juga berimbas pada penurunan tingkat kemiskinan di Kabupaten Malang.

Di tempat lain, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara mengakui bila kerusakan jalan di 3 kecamatan itu berdampak pada pengurangan jumlah kunjungan wisatawan. ”Ya sangat berdampak, orang yang awalnya mau bermain ke sana jadi urung karena jalannya rusak,” kata dia.

Kepada Jawa Pos Radar Malang, dia juga menyebut bila sebagian dari jalan menuju JLS itu merupakan aset provinsi. Dengan begitu, kewenangan dalam melakukan perbaikan juga ada di pihak Pemprov. Dengan dasar itu, pihaknya berharap dinas terkait, baik yang ada di lingkungan Pemprov Jatim maupun Pemkab Malang, bisa tanggap akan kondisi itu. ”Harapan kami segera (diperbaiki) sehingga orang yang ingin berwisata ke sana juga enak,” tutup Made. (rmc/fik/c1/by)
Editor : Ahmad Yani
#infrastruktur jalan #Kabupaten Malang #wisata pantai #JLS