Tiga Batalyon Armed Gempur Puslatpur Marinir 5 Baluran
Farik Fajarwati• Sabtu, 16 Oktober 2021 | 04:24 WIB
Danpussenarmed Mayjen TNI Totok Imam Santoso, memberikan arahan penembakan Roket Astros kepada para anggota. (Ist)
MALANG KOTA - Dentuman Roket MLRS Astros mengguncang medan di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir 5 Baluran, Situbondo pada Rabu (13/10). Lewat kendali radar GPS, jangkauan senjata khas Batalyon Alteleri Medan (Armed) tersebut bisa menjangkau musuh hingga jarak efektif 300 kilometer.
Kegiatan tersebut adalah bagian dari Latian Menembak Senjata Berat Teknis (Latbakjatratnis) Resimen Armed 2/PY/2 Kostrad Malang. Selain roket Astros, berbagai senjata berat seperti Meriam 76 MM juga digelar untuk dipersiapkan uji tembakannya.
Latihan tersebut dihadiri langsung oleh Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Danpussenarmed) Mayjen TNI Totok Imam Santoso SIP S Sos M Tr(Han) dan Panglima Divisi (Pangdivif) 2 Kostrad Mayjen TNI Andi Muhammad SH. Dalam kesempatan itu, mereka sekaligus menyematkan Brivet Astros kepada Pangdivif 2 Kostrad serta para asisten Divif 2 Kostrad lainnya.
“Dalam latihan kali ini, kami mengarahkan para satuan prajurit untuk tetap tanggap, cepat, dan tepat,” jelas Danpussenarmed Mayjen TNI Totok Imam Santoso.
Kegiatan latihan tersebut diikuti oleh 3 Batalyon Artileri Medan sekaligus. Di antaranya yakni Yonarmed 1/Ajusta Yudha, Yonarmed 11/Guntur Geni dan Yonarmed 12/Angicipi Yudha. Ketiga batalyon ini memiliki alutsista berbeda setiap satuannya. Adapun alutsista yang dipakai pada kegiatan latihan ini adalah 1 Baterai MLRS ASTROS II MK 6 dari Yonarmed 1), 1 Baterai Meriam 76 mm/GN dari Yonarmed 11, dan 1 Baterai Meriam 155 mm GS/Caesar dari Yonarmed 12.
Dalam latihan tersebut, dia menekankan bahwa faktor yang paling utama adalah keselamatan dan keamanan baik dari aspek personil maupun materil. “Di tengah pandemi ini kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan, salah satunya dengan penggunaan masker di setiap kegiatan," bebernya.
Dia menyebut, ada 123 butir peluru yang ditembakkan dalam rangkaian latihan tersebut. “Ingat, kita harus tepat, karena ini adalah uang rakyat, dan kita harus benar-benar membela rakyat, dan mementingkan keselamatan rakyat,” tutup dia.
Sementara itu Mayjen TNI Andi Muhammad SH selaku pimpinan umum latihan menegaskan, kegiatan ini dilaksanakan untuk mengasah keterampilan para prajurit dalam mengoperasikan alutsista. Utamanya alutsista yang dimiliki oleh masing-masing satuan Armed TNI-AD. Harapannya, prajurit Armed selalu siap ketika negara membutuhkan mereka sebagai bagian dari satuan tempur.
Pada skema latihan kali ini, Prajurit Kostrad diibaratkan dapat membantu kegiatan Prajurit Infantri dalam menumpas musuh, yang mengancam kedaulatan NKRI.
“Latihan menembak senjata berat terintegrasi kali ini dapat menjadi tolok ukur kemampuan diri prajurit Armed Kostrad dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawab sebagai seorang prajurit sejati,” jelas jenderal dua bintang itu.