Direktur Utama (Dirut) PT Intelegensia Grahatama David Santoso yang didampingi oleh Direktur Umum (Dirum) Dr Purnadi SH MSi mengatakan, gedung kampung animasi di bangun di atas lahan 6.500 meter persegi. Pembangunan kampung animasi ini ditargetkan tuntas pada Januari 2022, sehingga mulai Maret tahun depan bisa beroperasi. ”Ada sepuluh komunitas kreatif yang akan menempati kampung animasi ini,” ujar David yang menjadi investor utama KEK Singhasari, kemarin (2/12).
Sedangkan terkait proyek kelas industri, kata David, dibangun di atas lahan 600 meter persegi. Pengerjaan gedung kelas industri ini hasil kerja sama Pemkab Malang dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur. ”Kami bertugas menyiapkan lahan, sedang biaya pembangunannya ditanggung oleh Disdik Provinsi Jatim,” katanya.
Hingga akhir 2030 mendatang, proyek ini diperkirakan menghabiskan anggaran Rp 10 triliun. Namun biaya pembangunannya tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) maupun anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Malang. ”Tapi menggunakan dana swasta. Kami yang mencari investor,” kata dia.
Selama pandemi Covid-19 ini, kata David, pihaknya kesulitan mencari tambahan investor. Karena itu, mulai tahun depan ada bantuan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. ”Yang dimaksud Kemenparekraf meng-take over KEK Singhasari itu adalah (Kemenparekraf) ikut mencarikan investor. Bukan mengambil alih (pengelolaan KEK),” kata dia.
Dengan adanya pembangunan kampung animasi dan kelas industri, kata dia, progres penuntasan KEK Singhasari berkisar 5 persen. ”Tapi untuk penyediaan lahannya sudah hampir 90 persen,” tuturnya.(dan) Editor : Mahmudan