Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang Renung Rubiyatadji beberapa waktu lalu. "TPA kami yang punya jembatan timbang hanya TPA Talangagung. Dua TPA lainnya masih belum ada," ujar dia.
Menurut Rebung, hingga saat ini belum ada rencana untuk penambahan jembatan timbang. Sebab, fokus pengembangan TPA masih pada pembangunan hanggar pilah dan pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Pihaknya berharap, penambahan timbangan juga bisa terlaksana bersamaan dengan dua program tersebut.
Sementara itu, Koordinator TPA Paras dan TPA Randuagung Purwanto Eko Wijaya mengungkapkan, selama ini, sampah yang tetap dihitung berdasarkan kubikasi. "Kami menghitung dari volume kendaraan yang mengangkut sampah. Misalnya, kalau yang masuk dump truck, berarti kami catat 10 meter kubik," kata Purwanto. Sehingga, untuk mengetahui total sampah yang masuk, pihaknya hanya menghitung berdasarkan volume truk pengangkut yang masuk.
Menurutnya, usulan untuk menambah timbangan sudah diajukan. "Setiap tahun, kami pasti merencanakan, tetapi realisasinya yang belum tahu bisa kapan," ucapnya.Sebab, alat pengukur tonase sampah juga penting untuk keakuratan pengukuran yang dapat digunakan untuk perencanaan lahan TPA. Misalnya, kebutuhan lahan jika TPA tersebut dinilai tidak mampu menampung sampah dalam beberapa tahun ke depan. (yun/nay).
Editor : Ahmad Yani