Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Biro Travel Catat Kenaikan Peminat Haji Khusus

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Sabtu, 9 Desember 2023 | 18:24 WIB

 

Penyedia jasa haji dan umrah memberi info kepada calon pendaftar di Malang Exhibition Week MOG
Penyedia jasa haji dan umrah memberi info kepada calon pendaftar di Malang Exhibition Week MOG

Meski Biaya Sudah di Atas Rp 250 juta 

MALANG RAYA – Masa tunggu haji reguler yang semakin lama membuat sejumlah calon jamaah melirik haji nonkuota maupun umrah.

Tak hanya haji khusus, haji furoda yang biayanya sangat tinggi juga menjadi pilihan bagi mereka yang berlebih secara finansial.

Fenomena itu terpantau dari sejumlah biro perjalanan yang melayani haji khusus.

Misalnya yang mendaftar melalui biro perjalanan haji khusus dan umrah Tiga Cahaya Utama (TCU).

Menurut Manager Marketing TCU Hady Miqdad Arrosyid, pihaknya mematok biaya haji khusus sebesar USD 17.500 atau Rp 271,6 juta (kurs per 8 Desember sebesar Rp 15.523).

Lebih tinggi dibanding periode sebelumnya, yakni USD 17.000 atau Rp 263,8 juta.

”Meski biaya naik, kami melihat animo masyarakat untuk pergi haji tetap besar. Periode berikutnya ada 90 jamaah yang pasti berangkat dari kuota 130 jamaah yang ditetapkan oleh Kemenag,” kata dia kemarin (8/12).

Para jamaah akan berangkat pada Juni 2024.

Sementara periode sebelumnya, TCU memberangkatkan 60 jamaah dari kuota 80 jamaah yang ditetapkan Kemenag.

Penentuan jumlah jamaah yang sudah resmi berangkat ditentukan dari jumlah pendaftar pada tahun sebelumnya.

Dari segi layanan, Miqdad menyebut sama seperti sebelumnya.

Antara lain penerbangan, hotel bintang lima di Zamzam Tower, hingga pelayanan di Arafah dan Mina.

Tahun ini juga ada fasilitas baru berupa kereta cepat yang menghubungkan Makkah dan Madinah.

Harga tiketnya sekitar Rp 2 juta.

Dengan kereta cepat, perjalanan dari Makkah ke Madinah hanya dua jam.

Sementara jika ditempuh dengan bus, waktu yang dibutuhkan antara enam jam sampai delapan jam.

”Untuk fasilitas kereta cepat ini gratis. Kemudian kami juga menyediakan perjalanan ke Kota Ta’if dan kereta gantung,” imbuh dia.

Yang paling memengaruhi kenaikan biaya haji, menurut Miqdad, adalah akomodasi.

Terutama pada hotel dan tiket pesawat.

”Untuk hotel penghitungannya disesuaikan dengan jumlah jamaah. Sementara harga tiket pesawat di kisaran Rp 30 juta,” sebut dia.

Selain haji plus dengan masa tunggu antara 7 sampai 8 tahun, beberapa jamaah yang memiliki kemampuan berlebih memilih berangkat haji menggunakan visa furoda (undangan).

Tahun depan biayanya sebesar USD 26.000 atau setara Rp 403,5 juta.

Sebelumnya, biaya haji furoda malah lebih tinggi, yakni USD 27.500 atau Rp 426,8 juta.

Biaya haji furoda yang diturunkan ini agar jamaah mampu melakukan perjalanan.

Pada periode berikutnya, jamaah yang mendaftar haji furoda melalui TCU baru sekitar 10 orang.

”Ada perubahan masa tinggal di Arab Saudi dari sebelumnya 28 hari menjadi 26 hari,” imbuhnya.

Di luar haji khusus, ada juga jamaah yang mengalihkan antrean haji reguler ke ibadah umrah.

Tapi jumlahnya tidak terlalu banyak.

”Saya melihat potensi umrah juga bagus. Setiap program pendaftarnya mencapai 40 jamaah,” ungkap dia.

Terpisah, Manager Persada Indonesia Malang Wildan Habibi juga menyebut ada kenaikan peminat dalam program haji nonkuota.

Baik haji plus maupun haji furoda.

Untuk haji plus biaya yang mereka patok sebesar USD 16.000.

”Total yang diberangkatkan tahun 2024 ada sekitar 400 orang. Tapi yang terkonfirmasi 270 orang. Jumlah tersebut dari seluruh Indonesia,” sebutnya.

Tahun ini, Persada Indonesia telah memberangkatkan total 116 jamaah yang merupakan gabungan dari tahun 2022.

Untuk biaya haji furoda, Wildan juga menyebut angka USD 26.000.

Pelaksanaannya selama 27 hari.

Untuk keberangkatan tahun depan, pihaknya baru menerima dua pendaftar dari Malang.

”Secara fasilitas, baik haji plus maupun haji furoda sama. Antara lain di hotel bintang lima di Zamzam Tower dan menggunakan maskapai Garuda Indonesia atau Saudi. Selain itu, free fasilitas kereta cepat,” tambahnya.

Persada Indonesia dan TCU melihat peningkatan peminat haji khusus dan furoda didominasi oleh Gen Z.

Tepatnya kelompok usia 20-50 tahun.

Saat ini banyak orang-orang dari usia produktif yang lebih memilih beribadah ke Tanah Suci daripada liburan, terutama setelah pandemi.

”Ini juga berlaku pada program umrah,” terang Wildan.

Pelaksana seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Kabupaten Malang Romdloni Suryono juga mengakui adanya peningkatan animo umrah dan haji khusus.

Dari sekitar 600 orang yang mencabut antrean haji reguler di Kabupaten Malang, 90 persen di antaranya beralih ke umrah. (mel/iza/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#haji khusus #biro travel