MALANG KOTA - Komposisi calon presidium Aremania berubah.
Tim Sembilan dan Formatur Gerakan Aremania Satu (GAS) mendapat usulan calon baru untuk posisi itu, Minggu lalu (17/3).
Sebagai informasi, sebelumnya ada 13 calon presidium yang diajukan Korwil Aremania pada pertemuan di Stadion Gajayana, 3 Maret lalu.
Mereka adalah Ali Rifki, Ambon Fanda, Hansamu (Blimbing), Inos (Mergosono), Nawi CSA, Rudi (Bareng), Simon, Teddy, Yoyok Nyek (Dau), Emprit Oro-oro Dowo, Temon (Batu), Ariel Curva Nord, dan Sinyo Koclok.
Lantas, siapa calon baru yang diusulkan ke tim sembilan dan formatur GAS?
Anggota Tim Formatur GAS Dadang Indarto menjelaskan, ada tambahan delapan bakal calon. Mereka diusulkan dari dua Korwil yang berbeda.
”Korwil Gadang mengusulkan tiga nama. Sedangkan Korwil Batu lima nama,” kata dia, kemarin.
Nama calon presidium baru yang diusulkan di antaranya yakni M. Jajuli Bachtiar, Agus Setyawan, dan F.X. Bagus Setyawan.
Semuanya dari Korwil Gadang.
Sementara usulan dari Korwil Batu yakni Pendik Bebek, Saleh Ali, Riski, Muhammad Anwar, dan Arifin Adi.
Penambahan nama calon untuk presidium belum bisa dilakukan lagi.
Itu karena berdasar kesepakatan tim sembilan, terakhir pengusulan calon presidium pada 17 Maret lalu.
Sampai kemarin, total ada 21 kandidat.
Dadang menjelaskan, calon presidium atas nama Ambon Fanda mundur setelah dicalonkan Korwil Blimbing.
”Sepertinya Sam Ambon tidak berlanjut,” kata dia.
Niatan tersebut sudah disampaikan yang bersangkutan di Instagram.
Berdasarkan tangkapan layar yang diterima wartawan koran ini dari Dadang, dalam story Instagram akun @ambonfanda87, dia meminta maaf dan merasa bukan orang yang tepat untuk pencalonan presidium.
Dia juga belum mengerti visi dan misi wadah organisasi tersebut.
Lalu belum pernah hadir di forum Gerakan Aremania Satu.
Namun, dia mendukung dibentuknya organisasi.
Lebih lanjut, Dadang menjelaskan nama lain yang kemungkinan tidak masuk pencalonan presidium yakni Nawi CSA.
Itu setelah pria asal Malang terganjal aturan Gerakan Aremania Satu.
”Terkait usianya. Sebab, calon presidium minimal berusia 25 tahun dan maksimal 45 tahun,” ucap dia.
Di tempat terpisah, saat dikonfirmasi wartawan koran ini, mantan manajer Arema FC Muhammad Ali Rifki membenarkan bila dirinya dicalonkan sebagai presidium.
”Informasi itu tidak keliru Mas, saya dicalonkan Korwil,” paparnya.
Lantas, apakah Ali Rifki sudah siap untuk pencalonan tersebut?
Dia tidak menampik ingin terlibat dalam hal baik tersebut.
”Saya ingin ikut menjadi bagian dari sejarah tersebut,” papar dia.
Sementara itu, calon presidium lain Muhammad Anwar menjelaskan ada beberapa alasan dia menerima dicalonkan.
Salah satunya karena rasa kepedulian dengan masa depan kultur Arek Malang.
”Maka hari ini harus mau bareng-bareng berbagi peran mencipta momentum perbaikan,” paparnya. (gp/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana