Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dirut Tugu Tirta Kota Malang : Tambah 1.200 Liter Debit Air, Kembangkan Program Digitalisasi

Bayu Mulya Putra • Selasa, 10 September 2024 | 18:28 WIB
Photo
Photo

Dilantik sejak 19 Juli lalu, Priyo Sudibyo membawa sejumlah perubahan di tubuh Perumda Tugu Tirta (PDAM) Kota Malang.

Kenaikan debit air, perbaikan pelayanan, hingga penghargaan sudah dicatatkan PDAM di bawah komandonya.

Pada 28 Agustus lalu, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tugu Tirta Kota Malang menyabet penghargaan di ajang Indonesia Water Forum 2024 dan Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Award 2024.

Mereka mendapat predikat juara pertama best performance BUMD kategori cluster big tingkat nasional.

Capaian tersebut didapat kurang dari dua bulan setelah Priyo Sudibyo SESSos MM menempati posisi direktur utama.

Sejak awal, salah satu komitmennya yakni membangun sinergi dengan Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang dan Perumda Tirta Kota Batu.

”Komunikasi yang bertahun-tahun tidak terbangun bagus. Sekarang sudah harmonis dan bisa lebih banyak bekerja sama,” tuturnya.

Dampaknya dari kerja sama yang semakin baik tersebut, debit air mengalami penambahan sekitar 1.200 liter per detik. Upaya memaksimalkan sumber-sumber lain juga dilakukan.

Seperti di sumber air Wendit, yang diperkirakan bisa menambah 700 liter per second (LPS).

Hal serupa juga akan dilakukan di Sumberpitu, yang sekarang menyuplai 60 LPS, akan ditingkatkan menjadi 120 LPS.

”Rencana juga ada penambahan (debit air) dari Sumber Taji di Kecamatan Jabung sekitar 1.000 LPS. Itu nanti akan dibagi dua pemanfaatannya dengan Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang,” kata dia.

Rencana penambahan debit air tak berhenti di situ. Sebab PDAM Kota Malang juga tengah menyusun rencana penambahan dari Sumber Banyuning, Sumber Binangun, Sumber Cinde di Kota Batu.

Dengan penambahan dari tiga sumber itu, suplai air untuk daerah Tidar, Dieng dan sekitarnya bakal lebih lancar.

Kerja lain yang terus dilakukan yakni perbaikan pipa di Desa Pulungdowo dan Desa Kidal, Kecamatan Tumpang. Usia pipa di sana sudah cukup tua dan sering rusak.

Perbaikan dan penyambungan pipa sudah dilakukan dalam waktu yang cukup cepat, yakni dua hari.

”Padahal itu ada enam titik dan normalnya memerlukan waktu sembilan hari,” kata Priyo.

Dengan cepatnya proses tersebut, dia memastikan 26 ribu pelanggan tidak terdampak.

Di sisi lain, kualitas pelayanan kepada pelanggan terus ditingkatkan.Terutama untuk pengawasan kinerja karyawan yang diperketat.

Transformasi digital juga dilakukan, sehingga pelayanan dapat dilakukan via online dan pelanggan tidak perlu datang ke Kantor PDAM.

Tak hanya itu, ada program terbaru bernama SAPA WARGA (siap akomodir pelanggan secara maksimal).

Itu dilakukan dengan mendatangi pelanggan untuk menyerap keluhan dan aspirasi masyarakat. Tujuan agar setiap permasalahan bisa dicarikan solusinya.

Berbagai capaian tersebut membuat Perumda Tugu Tirta Kota Malang dilirik perusahaan air minum dari daerah lain.

Seperti kerja sama antara Perumda Tugu Tirta Kota Malang dengan Perumda Air Minum Trunojoyo Kabupaten Sampang di bidang pengaplikasian teknologi informasi.

Program bernama Total System Solution (ToSS) yang dimiliki juga banyak diadopsi beberapa PDAM di daerah lain.

Sebab, sistem digitalisasi yang diterapkan memudahkan PDAM dalam akurasi laporan akuntansi, manajemen, pencatatan meter, hingga penagihan.

”Selain Sampang, ada Lumajang dan Payakumbu,” tambah dia.

Daerah lain seperti Bojonegoro, Pasuruan, Jombang dan Situbondo bakal bekerja sama. (dur/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Digitalisasi #debit air #Tugu tirta malang