Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

357 Kamera CCTV Pantau Jalanan Kota Malang dan Batu, Kabupaten masih Minim

Fathoni Prakarsa Nanda • Rabu, 11 September 2024 | 20:00 WIB
Photo
Photo

Kabupaten Malang Butuh Banyak Penambahan

MALANG RAYA – Kota Malang dan Kota Batu terus mengoptimalkan pemantauan wilayah menggunakan kamera CCTV.

Hingga saat ini sudah terdapat 357 kamera pemantau di jalanan dua kota tersebut.

Terdiri dari 275 unit di Kota Malang dan 82 di Kota Batu.

Sedangkan di Kabupaten Malang, jumlah kamera CCTV pemantau wilayah masih sangat sedikit.

Data Pemkot Malang menunjukkan sebaran kamera pemantau sudah cukup merata.

Dinas komunikasi dan informatika (diskominfo) memantau 253 CCTV yang tersebar di 142 titik Dinas perhubungan (dishub) memasang 14 CCTV yang dipasang di 14 titik.

Sementara Satlantas Polresta Malang Kota memasang delapan CCTV. Unit yang dimiliki diskominfo memiliki resolusi cukup tinggi, yakni sampai 2.688 x 1.520 pixel atau setara 2K.

Kamera itu bisa di-zoom maksimal 25 kali.

Kapasitas penyimpanannya bisa sampai 10 hari.

Mereka juga menggunakan brand kamera luar ruangan terbaik di kelasnya.

Bukan tanpa alasan Diskominfo Kota Malang memasang CCTV dengan spesifikasi tinggi.

Mereka menginginkan peran kamera pemantau itu bisa maksimal.

Baca Juga: Diskominfo Kabupaten Malang Cetak 50 Personel KIM Jadi Wartawan

Salah satunya, membantu masyarakat mengetahui kondisi jalanan Kota Malang secara real time.

”Kami juga secara rutin membantu pihak berwajib dalam penyelidikan peristiwa kejahatan,” ujar Kadiskominfo Kota Malang Muhammad Nur Widianto.

Pada 2023, diskominfo menyetor 63 rekaman CCTV yang diminta pihak kepolisian untuk penyelidikan berbagai kasus di Kota Malang.

Untuk tahun ini, sejak Januari hingga Agustus sudah ada 58 rekaman CCTV yang diminta kepolisian.

Mayoritas untuk penyelidikan kasus pencurian sepeda motor.

”Rekaman CCTV kami juga bisa membantu identifikasi kejadian kecelakaan lalu lintas dan ancaman ketertiban umum,” imbuhnya.

Ada dua jenis kamera CCTV yang banyak digunakan saat ini.

Yaitu analog dan digital.

Kalau untuk membantu pengungkapan kasus, pilihan yang lebih baik adalah CCTV digital.

”Sebab dengan kualitas yang sama dan spesifikasi yang sama, kamera digital lebih unggul,” lanjutnya.

Selain pemerintah, kesadaran masyarakat untuk memasang kamera CCTV juga terus meningkat.

Itu diakui Aldi yang menjalankan bisnis Smart Global Solution CCTV.

Menurutnya, permintaan pemasangan CCTV meningkat sejak tiga tahun terakhir.

Dalam satu hari dia bisa memasang CCTV di dua tempat CCTV.

Namun, permintaan tertinggi masih pada CCTV analog karena harganya lebih terjangkau.

Rata-rata masyarakat meminta pemasangan CCTV dalam ruangan.

Paling laris adalah CCTV dengan resolusi 1080 HD yang memiliki kapasitas penyimpanan 250 GB untuk masa rekam satu bulan.

“Itu untuk satu kamera. Jadi kebutuhan memori bisa dikalikan sesuai jumlah kamera yang minta dipasang,” pungkas Aldi.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Batu Muhammad Noor mengatakan, CCTV milik Pemkot Batu tersebar di jalan-jalan protokol.

Misalnya di Jalan Diponegoro, Jalan Ir Soekarno, Jalan Panglima Sudirman, Alun-Alun Kota Batu, dan lainnya.

”Pantauan dari CCTV pemerintah juga bisa diakses oleh masyarakat melalui portal online. Pantauan CCTV dapat dilihat secara real time,” katanya.

Pihaknya memperhatikan beberapa hal dalam memilih CCTV.

Pertama, lensa kamera yang bagus agar bisa menangkap gambar dengan baik dan menghasilkan rekaman yang jelas.

Kedua, memiliki performa yang bagus dalam hal low-light imaging.

Tujuannya agar bisa menghasilkan tampilan jelas dengan warna yang kaya bahkan dalam cahaya yang redup.

Termasuk ketahanan terhadap segala jenis cuaca.

Ketiga, CCVT juga harus dilengkapi blower dan pemanas yang membantu kamera dalam mengambil gambar dengan jelas bahkan ketika cuaca buruk.

Keempat, memiliki fitur night vision yang mampu melakukan pengawasan pada malam hari dalam kondisi minim cahaya.

Kelima, memiliki cakupan area yang luas pemandangan panorama dan mendeteksi peristiwa dalam sekejap.

”Termasuk kemampuan untuk menggeser dan memiringkan kamera ke empat sudut maupun 360 derajat,” terang Noor.

Dia menambahkan, kamera CCTV juga harus mampu menjamin pengambilan setiap detail yang terlihat.

Baik tampilan close-up dengan memperbesar dari jarak jauh, analisis AI untuk mengekstrak fitur objek secara akurat, maupun smart linkage untuk melacak objek dan detail.

Terakhir, CCTV harus memiliki jaringan konektivitas yang stabil.

Kepala Diskominfo Kota Batu Onny Ardianto mengatakan, sebenarnya CCTV yang terpasang di Kota Batu sudah banyak.

Namun, jumlah ideal yang diperlukan mencapai 177 titik CCTV.

Sebab keberadaan CCTV juga bisa membantu kepolisian dalam penanganan kasus.

”Tahun ini, kepolisian sudah 3 hingga 4 kali datang ke Diskominfo untuk bekerja sama mengecek CCTV,” katanya.

Masih Minim di Kabupaten

Kondisi sebaliknya terjadi di Kabupaten Malang.

Dengan wilayah yang sangat luas, CCTV yang dimiliki pemerintah masih sangat terbatas.

Dinas perhubungan hanya memiliki satu titik kamera CCTV di Simpang Empat Kepanjen untuk memantau kondisi lalu lintas.

Masih butuh 30-50 CCTV hanya untuk memantau lalu lintas di seluruh wilayah Kabupaten Malang.

Kabid Lalin Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Willy Deny Permana mengatakan, CCTV memang bisa membantu pengambilan keputusan ketika terjadi kepadatan.

Mereka bisa mengecek melalui monitor titik yang menjadi sumber kepadatan, kemudian menerjunkan petugas di titik tersebut.

Namun, tidak semua wilayah di Kabupaten Malang memerlukan CCTV pemantau lalu lintas.

Hanya beberapa lokasi saja yang diperlukan karena kerap terjadi kemacetan.

Misalnya di Kepanjen, Singosari, Karangploso, Dau, dan exit tol.

Lokasi-lokasi itu mengalami peningkatan volume kendaraan tiap akhir pekan.

Menurut Deny, manfaat CCTV di Kepanjen sudah cukup terasa.

Misalnya ketika terjadi peristiwa truk yang merobohkan tiang traffic light.

Dishub langsung tahu dan melakukan penanganan.

Mereka juga pernah dimintai tolong membantu penyelidikan polisi terkait kasus curanmor.

Dishub sebenarnya sudah memiliki ruang kontrol.

Tinggal memasang CCTV di berbagai titik, kemudian mengintegrasikan ke ruangan tersebut.

Saat ini juga masih tahap awal dalam membangun call center 112.

”Ke depan, laporan dari masyarakat akan menjadi satu, termasuk di dalamnya ada CCTV pemantau,” kata Sekretaris Diskominfo Kabupaten Malang Rini Nurhayati. (aff/sif/iza/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#357 kamera #CCTV #malang #kota #Pantau #Jalanan