Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Melihat Tren Pottery Class di Malang, Hasil Kreasi Bisa Dibawa Pulang!

A. Nugroho • Minggu, 16 November 2025 | 16:25 WIB
BELAJAR SAMBIL MENGAMATI: dari sela-sela rak keramik, peserta  mengolah tanah liat menjadi bentuk baru di Matahati Ceramics.
BELAJAR SAMBIL MENGAMATI: dari sela-sela rak keramik, peserta mengolah tanah liat menjadi bentuk baru di Matahati Ceramics.

MALANG - Kesempatan membawa pulang karya keramik buatan sendiri menjadi salah satu alasan banyak orang mengikuti pottery class. Aktivitas yang dulu identik dengan proses produksi kini berkembang menjadi pengalaman belajar yang menghasilkan barang jadi.

Fenomena itu terlihat di studio Matahati Ceramics, Junrejo, Kota Batu, yang dalam dua tahun terakhir rutin menerima peserta dari berbagai daerah. Studio ini awalnya bergerak pada penjualan keramik. Namun sejak 2022, mereka menambahkan kelas pembuatan keramik yang ternyata mendapat respons tinggi dari peserta pemula.

Hampir setiap hari, dua sesi kelas pukul 10.00 dan 13.00 terisi penuh. Peserta terdiri dari kelompok kecil, keluarga, hingga rombongan sekolah dan institusi.

Creative Director Matahati Ceramics Raisa Hajar Matahati menyebutkan ada dua jenis kelas yang disediakan. Yakni hand building untuk pemula dan kelas lanjutan dengan teknik wheel. Biaya yang dikenakan berkisar antara Rp 135 ribu hingga Rp 200 ribu per orang, bergantung tingkat dan jenis kelas. Durasi praktik rata-rata 90 menit.

Meski hanya berlangsung singkat, seluruh tahapan pembuatan keramik tetap diproses hingga tuntas. Setelah sesi membentuk selesai, karya peserta dikeringkan melalui pembakaran kemudian diberi glasir. ”Proses penyelesaian tersebut membutuhkan waktu sekitar satu bulan sebelum karya dinyatakan siap diambil atau dikirim,” ujar Raisa.

Menurut Raisa, tidak sedikit peserta yang bersedia menunggu karena ingin melihat bentuk akhir karya mereka. Beberapa memilih mengambil langsung, sementara lainnya meminta pengiriman ke alamat masing-masing dan menanggung biaya pengantaran sesuai lokasi.

Peserta yang mengikuti kelas juga tidak terbatas dari Malang Raya saja. Studio ini mencatat kunjungan dari berbagai kota, termasuk wisatawan mancanegara. ”Namun untuk peserta luar negeri, sebagian memilih membeli keramik yang sudah tersedia karena tidak memungkinkan menunggu masa finishing satu bulan,” terang Raisa.

Membawa pulang gelas, mangkuk, atau objek kecil lain hasil bentuk tangan sendiri menjadi bagian penting bagi banyak peserta. Benda tersebut bukan hanya produk jadi, tetapi juga penanda pengalaman mereka mengikuti kelas. Dalam sejumlah kasus, hasil karya dijadikan hadiah, pajangan, atau sekadar dokumentasi perjalanan kreatif pribadi. (ori/adn)

Editor : A. Nugroho
#Karya Keramik #malang #Pottery Class