alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Vaksin 235 Ribu Pelajar, Dinkes Gerilya ke Wali Murid

KEPANJEN – Dinas kesehatan (dinkes) Kabupaten Malang harus bekerja ekstra agar capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun memenuhi target. Dari total 235 ribu anak yang menjadi sasaran vaksin anak, hingga 27 Desember lalu baru tercapai 38 persen.

Kepala Dinkes Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo mengatakan, jika mengacu data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), vaksinasi anak di Bumi Kanjuruhan sekitar 235 ribu jiwa. Namun versi Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang, jumlah anak yang ditargetkan mendapat vaksin mencapai 250 ribu orang.

Selama seminggu belakangan, dinkes belum menemukan kendala berarti terkait vaksinasi anak. “Karena dari target 235 ribu itu, 93 persen di antaranya berada di sekolah, sehingga untuk mengumpulkan anak-anak itu di sekolah insya Allah lebih mudah dari pada sasaran masyarakat biasa,” kata Arbani, beberapa waktu lalu.

Pun terkait kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), pihaknya juga belum menerima satu laporan pun yang masuk. Hanya saja, Arbani menyebut bahwa dinkes memang harus sedikit berusaha ekstra untuk gerilya memberikan edukasi kepada wali murid yang belum memberikan izin kepada anaknya untuk mendapat vaksin. Namun jika tetap tidak diizinkan, Arbani mengaku tidak akan memaksa.

Selain itu, dinkes juga masih mempunyai pekerjaan rumah (PR) untuk memvaksin anak-anak yang tidak terdaftar dalam dapodik sekolah formal. “Itu nanti setelah kami tuntaskan yang 93 persen baru kami lakukan door to door ke alamat anak-anak yang tidak sekolah,” ujar  Arbani.

Soal dosis vaksin, Dinkes Kabupaten Malang masih memiliki stok 400 ribu dosis. Selain untuk anak-anak, persediaan tersebut juga diperuntukkan bagi masyarakat umum, termasuk lansia. Dengan capaian 31 persen, Arbani optimistis sampai akhir Januari 2022 nanti target vaksinasi anak sudah tembus 70 persen hingga 80 persen.

Sementara terus menggeber vaksinasi anak, Arbani menuturkan bahwa pihaknya mau tidak mau harus me-reschedule pelaksanaan vaksin DT dan campak untuk siswa kelas 1 SD dan vaksin tetanus untuk siswa kelas 5 dan 6 SD. “Untuk TT (tetanus) kami tunda sampai Januari, sedangkan untuk DT dan campak kami tunda 2 minggu setelah (vaksin covid) dosis pertama,” sambung dia. (iik/dan)

 

KEPANJEN – Dinas kesehatan (dinkes) Kabupaten Malang harus bekerja ekstra agar capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun memenuhi target. Dari total 235 ribu anak yang menjadi sasaran vaksin anak, hingga 27 Desember lalu baru tercapai 38 persen.

Kepala Dinkes Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo mengatakan, jika mengacu data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), vaksinasi anak di Bumi Kanjuruhan sekitar 235 ribu jiwa. Namun versi Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang, jumlah anak yang ditargetkan mendapat vaksin mencapai 250 ribu orang.

Selama seminggu belakangan, dinkes belum menemukan kendala berarti terkait vaksinasi anak. “Karena dari target 235 ribu itu, 93 persen di antaranya berada di sekolah, sehingga untuk mengumpulkan anak-anak itu di sekolah insya Allah lebih mudah dari pada sasaran masyarakat biasa,” kata Arbani, beberapa waktu lalu.

Pun terkait kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), pihaknya juga belum menerima satu laporan pun yang masuk. Hanya saja, Arbani menyebut bahwa dinkes memang harus sedikit berusaha ekstra untuk gerilya memberikan edukasi kepada wali murid yang belum memberikan izin kepada anaknya untuk mendapat vaksin. Namun jika tetap tidak diizinkan, Arbani mengaku tidak akan memaksa.

Selain itu, dinkes juga masih mempunyai pekerjaan rumah (PR) untuk memvaksin anak-anak yang tidak terdaftar dalam dapodik sekolah formal. “Itu nanti setelah kami tuntaskan yang 93 persen baru kami lakukan door to door ke alamat anak-anak yang tidak sekolah,” ujar  Arbani.

Soal dosis vaksin, Dinkes Kabupaten Malang masih memiliki stok 400 ribu dosis. Selain untuk anak-anak, persediaan tersebut juga diperuntukkan bagi masyarakat umum, termasuk lansia. Dengan capaian 31 persen, Arbani optimistis sampai akhir Januari 2022 nanti target vaksinasi anak sudah tembus 70 persen hingga 80 persen.

Sementara terus menggeber vaksinasi anak, Arbani menuturkan bahwa pihaknya mau tidak mau harus me-reschedule pelaksanaan vaksin DT dan campak untuk siswa kelas 1 SD dan vaksin tetanus untuk siswa kelas 5 dan 6 SD. “Untuk TT (tetanus) kami tunda sampai Januari, sedangkan untuk DT dan campak kami tunda 2 minggu setelah (vaksin covid) dosis pertama,” sambung dia. (iik/dan)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/