alexametrics
19.2 C
Malang
Tuesday, 28 June 2022

PC RMI Kabupaten Malang Terus Perkuat Jaringan Pesantren Nahdliyyin

MALANG – Rapat Kerja (Raker) dan Pengukuhan Pengurus Cabang Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PC RMI) Kabupaten Malang di Pondok Pesantren Al Ittihad Desa Jeru, Tumpang Kabupaten Malang, Selasa (31/5) berlangsung ger geran dan penuh keakraban. Meski demikian, suasana raker tetap serius dan menghasilan keputuan dan program kerja yang berbobot
Dalam raker PC RMI NU Kabupaten kali ini juga terasa istimewa. Karena dihadiri langsung oleh Katib Syuriah (wakil Katib) PBNU KH. Abu Yazid Al-Busthami. Dalam sambutannya Kiai yang masih akran dipanggil Gus Yazid ini banyak menceritakan sejarah perjalanan PC RMI Kabupaten Malang.
Maklum, beliau adalah salah satu mantan ketua PC RMI Kabupaten Malang periode 2016-2021. Menurut Gus Yazid, ketika dirinya menjadi Ketua RMI Kabupaten Malang, lembaga tersebut belum terlalu diperhitungkan oleh PCNU. Bahkan dalam perjalanan kepemimpinannya, Gus Yazid mengaku sempat ingin mundur dari jabatan ketua.
Namun karena dukungan dan support dari sejumlah pengurus, maka akhirnya Gus Yazid bisa menyelesaikan tugas dengan baik hingga di akhir jabatannya pada tahun 2021. “Saya batal mundur gara-gara Gus Najib. Karena beliau yang selalu menghibur saya. Jadi Gus Najib itu jadi penghibur kita semua,” katanya disambut ger… geran peserta raker.
Dalam wejangannya, beliau ingin RMI sebagai lembaga profesional dan lembaga yang menjadi mengkader para kiai yang akan memegang estafet kepemimpinan NU. “Karena yang “punya” NU itu adalah para kiai NU,” katanya. Oleh karena itu beliau mengajak kepada para kiai dan gus untuk aktif di NU agar kelak bisa mengurusi NU.
Dalam kesempatan itu dia juga menyebut hasil survei terbaru, bahwa warga NU mencapai 51 persen lebih dari total jumlah penduduk Indonesia. Dengan banyaknya jumlah warga nahdliyyin tersebut maka NU bisa menjadi shadow state (negara bayangan) bagi negara Indonesia. “Bayangkan jumlah anggota Ansor dan Banser saja 7 juta lebih. Sedangkan personel Tni saja hanya 3 jutaan. Begitu juga dengan struktur lembaga NU sama dengan struktur lembaga negara, tingkatknya sampai RT, di NU sampai anak ranting,” jelasnya.
Disampaikan Gus Yazid, untuk kekuatan utama NU adalah jaringan kiai dan santri. Yang mana kekuatan ini sangat sulit untuk digoyahkan. Karena santri apa kata kiai. Olah karena itu jaringan pesantren-pesantren NU perlu dikuatkan sebagai modal untuk terus membesarkan NU.
Dalam bidang ekonomi, lanjut Gus Yazid, sesungguhnya NU juga menjadi penggerak roda ekonomi negara. Karena jumwah warganya yang banyak, sehingga mereka juga menjadi konsumen yang potensial.
Sementara itu Ketua PC RMI Kabupaten Malang Ketua PC RMI Kabupaten Malang Dr H.A. Ihwan Mahmudi, MSi menyampaikan, ada banyak program yang ada di RMI NU Kabupaten Malang. Salah satu yang utama adalah mendata pesantren-pesantren yang berafiliasi ke NU. Selanjutnya RMI akan memberikan pendampingan dan menawarkan sejumlah program kepada pesantren-pesantren tersebut. Tapi RMI tidak akan terlalu masuk ke dalam, karena kami tetap menghormai kebijakan-kebijakan masing-masing pondok pesantren. “Jadi kami tidak bisa memaksa. Namanya robithoh itu sifatnya hanya mengaosisiasi,” katanya.(lid)

MALANG – Rapat Kerja (Raker) dan Pengukuhan Pengurus Cabang Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PC RMI) Kabupaten Malang di Pondok Pesantren Al Ittihad Desa Jeru, Tumpang Kabupaten Malang, Selasa (31/5) berlangsung ger geran dan penuh keakraban. Meski demikian, suasana raker tetap serius dan menghasilan keputuan dan program kerja yang berbobot
Dalam raker PC RMI NU Kabupaten kali ini juga terasa istimewa. Karena dihadiri langsung oleh Katib Syuriah (wakil Katib) PBNU KH. Abu Yazid Al-Busthami. Dalam sambutannya Kiai yang masih akran dipanggil Gus Yazid ini banyak menceritakan sejarah perjalanan PC RMI Kabupaten Malang.
Maklum, beliau adalah salah satu mantan ketua PC RMI Kabupaten Malang periode 2016-2021. Menurut Gus Yazid, ketika dirinya menjadi Ketua RMI Kabupaten Malang, lembaga tersebut belum terlalu diperhitungkan oleh PCNU. Bahkan dalam perjalanan kepemimpinannya, Gus Yazid mengaku sempat ingin mundur dari jabatan ketua.
Namun karena dukungan dan support dari sejumlah pengurus, maka akhirnya Gus Yazid bisa menyelesaikan tugas dengan baik hingga di akhir jabatannya pada tahun 2021. “Saya batal mundur gara-gara Gus Najib. Karena beliau yang selalu menghibur saya. Jadi Gus Najib itu jadi penghibur kita semua,” katanya disambut ger… geran peserta raker.
Dalam wejangannya, beliau ingin RMI sebagai lembaga profesional dan lembaga yang menjadi mengkader para kiai yang akan memegang estafet kepemimpinan NU. “Karena yang “punya” NU itu adalah para kiai NU,” katanya. Oleh karena itu beliau mengajak kepada para kiai dan gus untuk aktif di NU agar kelak bisa mengurusi NU.
Dalam kesempatan itu dia juga menyebut hasil survei terbaru, bahwa warga NU mencapai 51 persen lebih dari total jumlah penduduk Indonesia. Dengan banyaknya jumlah warga nahdliyyin tersebut maka NU bisa menjadi shadow state (negara bayangan) bagi negara Indonesia. “Bayangkan jumlah anggota Ansor dan Banser saja 7 juta lebih. Sedangkan personel Tni saja hanya 3 jutaan. Begitu juga dengan struktur lembaga NU sama dengan struktur lembaga negara, tingkatknya sampai RT, di NU sampai anak ranting,” jelasnya.
Disampaikan Gus Yazid, untuk kekuatan utama NU adalah jaringan kiai dan santri. Yang mana kekuatan ini sangat sulit untuk digoyahkan. Karena santri apa kata kiai. Olah karena itu jaringan pesantren-pesantren NU perlu dikuatkan sebagai modal untuk terus membesarkan NU.
Dalam bidang ekonomi, lanjut Gus Yazid, sesungguhnya NU juga menjadi penggerak roda ekonomi negara. Karena jumwah warganya yang banyak, sehingga mereka juga menjadi konsumen yang potensial.
Sementara itu Ketua PC RMI Kabupaten Malang Ketua PC RMI Kabupaten Malang Dr H.A. Ihwan Mahmudi, MSi menyampaikan, ada banyak program yang ada di RMI NU Kabupaten Malang. Salah satu yang utama adalah mendata pesantren-pesantren yang berafiliasi ke NU. Selanjutnya RMI akan memberikan pendampingan dan menawarkan sejumlah program kepada pesantren-pesantren tersebut. Tapi RMI tidak akan terlalu masuk ke dalam, karena kami tetap menghormai kebijakan-kebijakan masing-masing pondok pesantren. “Jadi kami tidak bisa memaksa. Namanya robithoh itu sifatnya hanya mengaosisiasi,” katanya.(lid)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/