alexametrics
27.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Zero Accident, 12 Perusahaan di Malang Dapat Penghargaan

MALANG – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang menyerahkan penghargaan kepada 12 perusahaan kemarin (30/6). Penghargaan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) dan zero accident itu diberikan karena mereka dinilai mampu menekan angka kecelakaan kerja hingga nol untuk karyawannya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo mengatakan, penghargaan ini diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur kepada perusahaan yang angka kecelakaan kerjanya 0 selama satu tahun ini. ”Dengan adanya penghargaan ini, kami berharap dapat memacu perusahaan lain agar lebih terdorong dalam menerapkan SMK3 di perusahaannya,” ucap Yoyok usai menyerahkan penghargaan kepada 12 pengusaha.

Dia yakin, tahun depan akan lebih banyak lagi perusahaan yang dapat menerima penghargaan tersebut. Sebab, saat ini pemkab juga terus gencar dalam menyosialisasikan pentingnya SMK3 di sebuah perusahaan.

Dari data Disnaker Kabupaten Malang, ada 1.170 perusahaan di Bumi Kanjuruhan. Sepanjang dua tahun ini memang tidak ada kecelakaan kerja yang besar, namun hal kecil juga bisa menggugurkan penilaian badan pengawas pemberian penghargaan ini.

Sehingga, dia berharap perusahaan dapat lebih ketat dalam menjaga keselamatan para pekerjanya. ”Jadi semua perusahaan wajib menerapkan SMK3 sehingga keselamatan para pekerja di Kabupaten Malang ini bisa lebih terjamin,” kata Yoyok.

Di tempat yang sama, Personalia KUD Sumber Makmur Unit Mitra Produksi Sigaret (MPS) Ngantang Rizki Yudha mengatakan, tahun ini adalah tahun ke-10 perusahaannya menerima penghargaan zero accident dari Pemprov Jatim.

Dia mengatakan, hal itu bisa mereka terima karena selama ini perusahaannya masif dalam memberikan edukasi kepada para pekerjanya. ”Hingga saat ini para pekerja sudah punya 57 juta jam kerja, dari total jumlah pekerja yang sebanyak 1.035 orang,” ucapnya.

Pihaknya juga rutin memberikan edukasi terkait kebencanaan kepada para pekerja. Hal ini mereka lakukan agar ketika ada bencana, mereka bisa evakuasi mandiri. ”Dengan begitu mereka tetap aman dan tak sampai ada yang terluka,” imbuhnya. (rmc/fik/dan)

MALANG – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang menyerahkan penghargaan kepada 12 perusahaan kemarin (30/6). Penghargaan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) dan zero accident itu diberikan karena mereka dinilai mampu menekan angka kecelakaan kerja hingga nol untuk karyawannya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo mengatakan, penghargaan ini diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur kepada perusahaan yang angka kecelakaan kerjanya 0 selama satu tahun ini. ”Dengan adanya penghargaan ini, kami berharap dapat memacu perusahaan lain agar lebih terdorong dalam menerapkan SMK3 di perusahaannya,” ucap Yoyok usai menyerahkan penghargaan kepada 12 pengusaha.

Dia yakin, tahun depan akan lebih banyak lagi perusahaan yang dapat menerima penghargaan tersebut. Sebab, saat ini pemkab juga terus gencar dalam menyosialisasikan pentingnya SMK3 di sebuah perusahaan.

Dari data Disnaker Kabupaten Malang, ada 1.170 perusahaan di Bumi Kanjuruhan. Sepanjang dua tahun ini memang tidak ada kecelakaan kerja yang besar, namun hal kecil juga bisa menggugurkan penilaian badan pengawas pemberian penghargaan ini.

Sehingga, dia berharap perusahaan dapat lebih ketat dalam menjaga keselamatan para pekerjanya. ”Jadi semua perusahaan wajib menerapkan SMK3 sehingga keselamatan para pekerja di Kabupaten Malang ini bisa lebih terjamin,” kata Yoyok.

Di tempat yang sama, Personalia KUD Sumber Makmur Unit Mitra Produksi Sigaret (MPS) Ngantang Rizki Yudha mengatakan, tahun ini adalah tahun ke-10 perusahaannya menerima penghargaan zero accident dari Pemprov Jatim.

Dia mengatakan, hal itu bisa mereka terima karena selama ini perusahaannya masif dalam memberikan edukasi kepada para pekerjanya. ”Hingga saat ini para pekerja sudah punya 57 juta jam kerja, dari total jumlah pekerja yang sebanyak 1.035 orang,” ucapnya.

Pihaknya juga rutin memberikan edukasi terkait kebencanaan kepada para pekerja. Hal ini mereka lakukan agar ketika ada bencana, mereka bisa evakuasi mandiri. ”Dengan begitu mereka tetap aman dan tak sampai ada yang terluka,” imbuhnya. (rmc/fik/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/