alexametrics
29.2 C
Malang
Sunday, 14 August 2022

Sindikat Motor Ilegal, Penyuplai BPKB dan STNK Palsu Jadi DPO

KABUPATEN – Agustus lalu sindikat penjual motor ilegal yang didirikan oleh KK alias Khotib Krisna, 47, diringkus oleh Polres Malang. Dalam sindikat tersebut, termasuk di dalamnya adalah EY alias Edy Yuwono, 37, warga asal Kecamatan Gondanglegi yang bertugas sebagai penyuplai BPKB dan STNK palsu. Kini Edy Yuwono masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Saat ini kami sedang mencarinya dan masih dilakukan pencarian terus oleh Reskrim,” ujar Kapolres Malang AKBP Hendri Umar di Mako Polres Malang, Minggu (1/11).

Hendri memaparkan, sindikat penjualan motor ilegal yang dilakukan oleh EY, KK, dan kawan-kawan selama 8 bulan ke belakang sudah menjual ratusan sepeda motor dengan nomor angka dan mesin palsu.

Bahkan, tindakan kriminal yang dilakukan oleh sindikat tersebut tergolong rapi. Pertama, pelaku membeli kendaraan bermotor dari sejumlah leasing oleh pembeli yang saat ini masih belum diketahui.

“KK ini memesan (sepeda motor Vario) dari penjual itu. Penjual itu menyuruh anak buahnya untuk mengajukan sepeda motor ke leasing lalu dibawa kabur. Jadi kreditnya macet,” tuturnya.

Menurut Hendri, tujuan pembelian sepeda motor dari leasing supaya KK mendapat harga murah. “Satu sepeda motor dibeli KK dengan harga Rp 7 juta sampai 10 juta, padahal itu baru,” ujar Hendri.

Dia mengatakan, sepeda motor yang dijualbelikan berasal dari beberapa daerah. “Contohnya ya Probolinggo dan Cirebon. Sepeda motor itu dibeli dari luar kota semua,” imbuhnya.

Di sindikat ini, ungkap Hendri, EY bertugas sebagai penjual STNK dan Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB).
“KK membeli STNK dan BPKB sepeda motor dari EY seharga Rp 3 juta sampai Rp 3,5 juta,” ujar Hendri.

Setelah mendapat sepeda motor, STNK, dan BPKB asli, tugas terakhir dari KK adalah mengganti nomor angka dan nomor mesin sepeda motor.

Akibat tindakan kriminal yang mereka lakukan, sejumlah perusahaan leasing mengaku menelan kerugian besar. Dari data yang dihimpun oleh Radar Malang, sejumlah perusahaan leasing kehilangan motor hampir 200 unit.

Pewarta : Errica Vannie A

KABUPATEN – Agustus lalu sindikat penjual motor ilegal yang didirikan oleh KK alias Khotib Krisna, 47, diringkus oleh Polres Malang. Dalam sindikat tersebut, termasuk di dalamnya adalah EY alias Edy Yuwono, 37, warga asal Kecamatan Gondanglegi yang bertugas sebagai penyuplai BPKB dan STNK palsu. Kini Edy Yuwono masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Saat ini kami sedang mencarinya dan masih dilakukan pencarian terus oleh Reskrim,” ujar Kapolres Malang AKBP Hendri Umar di Mako Polres Malang, Minggu (1/11).

Hendri memaparkan, sindikat penjualan motor ilegal yang dilakukan oleh EY, KK, dan kawan-kawan selama 8 bulan ke belakang sudah menjual ratusan sepeda motor dengan nomor angka dan mesin palsu.

Bahkan, tindakan kriminal yang dilakukan oleh sindikat tersebut tergolong rapi. Pertama, pelaku membeli kendaraan bermotor dari sejumlah leasing oleh pembeli yang saat ini masih belum diketahui.

“KK ini memesan (sepeda motor Vario) dari penjual itu. Penjual itu menyuruh anak buahnya untuk mengajukan sepeda motor ke leasing lalu dibawa kabur. Jadi kreditnya macet,” tuturnya.

Menurut Hendri, tujuan pembelian sepeda motor dari leasing supaya KK mendapat harga murah. “Satu sepeda motor dibeli KK dengan harga Rp 7 juta sampai 10 juta, padahal itu baru,” ujar Hendri.

Dia mengatakan, sepeda motor yang dijualbelikan berasal dari beberapa daerah. “Contohnya ya Probolinggo dan Cirebon. Sepeda motor itu dibeli dari luar kota semua,” imbuhnya.

Di sindikat ini, ungkap Hendri, EY bertugas sebagai penjual STNK dan Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB).
“KK membeli STNK dan BPKB sepeda motor dari EY seharga Rp 3 juta sampai Rp 3,5 juta,” ujar Hendri.

Setelah mendapat sepeda motor, STNK, dan BPKB asli, tugas terakhir dari KK adalah mengganti nomor angka dan nomor mesin sepeda motor.

Akibat tindakan kriminal yang mereka lakukan, sejumlah perusahaan leasing mengaku menelan kerugian besar. Dari data yang dihimpun oleh Radar Malang, sejumlah perusahaan leasing kehilangan motor hampir 200 unit.

Pewarta : Errica Vannie A

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/