alexametrics
26.5 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Debat 1 sampai 3, Paslon Malang Makmur-Jejeg Selalu “Panas”

KABUPATEN – Dari debat pertama (30/9), kedua (20/11), hingga ketiga malam ini (1/12), pasangan calon (paslon) Malang Makmur Sanusi-Didik Gatot Subroto (Sandi) dan Malang Jejeg Heri Cahyono-Gunadi Handoko selalu ‘menghidupkan’ suasana debat. Keduanya selalu saling kritik dalam berargumen di debat Pilkada tersebut.

Terutama dalam debat pamungkas yang digelar KPU Kabupaten Malang di Gedung DPRD Kabupaten Malang, malam ini (1/12). Bahkan, moderator debat juga harus mengingatkan paslon agar menjaga ‘ketertiban’ debat.

Salah satu momen ‘panas’ ini ada di segmen tiga (debat terbuka antar paslon), dimana antar paslon bisa saling bertanya dan menanggapi pertanyaan. Itu terlihat saat paslon Malang Jejeg bertanya kepada paslon Malang Makmur.

“Saya mencatat fakta di lapangan, bantuan baik PKH dan sebagainya, ini banyak salah sasaran. pak RT, pak RW, dan pak kasun jadi sasaran dari kemarahan masyarakat. Apa yang sudah bapak lakukan untuk mem-back up mereka,” tanya Heri Cahyono kepada paslon Sandi.

Sanusi pun tampak ‘sedikit marah’ saat memberikan penjelasan jawaban atas pertanyaan paslon nomor urut 3 tersebut. Bahkan, mantan wakil bupati Malang ini memberikan statemen kepada paslon Malang Jejeg bahwa sulit berbicara dengan orang yang tak tahu aturan. “Karena Pak Heri nggak ngerti aturan, bupati tok yang dituduh begini. Semua itu aturan pusat. Maka nanti sampean belajar, biar ngerti,” kata Sanusi.

Seperti diketahui, tahapan Pilkada Kabupaten Malang saat ini adalah kampanye terbuka (rapat umum terbatas). Sedangkan, jumlah kontestan dalam Pilkada nanti ada tiga paslon. Yaitu Malang Makmur Sanusi-Didik Gatot Subroto (Sandi), Malang Bangkit Lathifah Sohib-Didik Budi Muljono (Ladub) dan Malang Jejeg Heri Cahyono-Gunadi Handoko.

Pewarta: Imam Nasrodin

KABUPATEN – Dari debat pertama (30/9), kedua (20/11), hingga ketiga malam ini (1/12), pasangan calon (paslon) Malang Makmur Sanusi-Didik Gatot Subroto (Sandi) dan Malang Jejeg Heri Cahyono-Gunadi Handoko selalu ‘menghidupkan’ suasana debat. Keduanya selalu saling kritik dalam berargumen di debat Pilkada tersebut.

Terutama dalam debat pamungkas yang digelar KPU Kabupaten Malang di Gedung DPRD Kabupaten Malang, malam ini (1/12). Bahkan, moderator debat juga harus mengingatkan paslon agar menjaga ‘ketertiban’ debat.

Salah satu momen ‘panas’ ini ada di segmen tiga (debat terbuka antar paslon), dimana antar paslon bisa saling bertanya dan menanggapi pertanyaan. Itu terlihat saat paslon Malang Jejeg bertanya kepada paslon Malang Makmur.

“Saya mencatat fakta di lapangan, bantuan baik PKH dan sebagainya, ini banyak salah sasaran. pak RT, pak RW, dan pak kasun jadi sasaran dari kemarahan masyarakat. Apa yang sudah bapak lakukan untuk mem-back up mereka,” tanya Heri Cahyono kepada paslon Sandi.

Sanusi pun tampak ‘sedikit marah’ saat memberikan penjelasan jawaban atas pertanyaan paslon nomor urut 3 tersebut. Bahkan, mantan wakil bupati Malang ini memberikan statemen kepada paslon Malang Jejeg bahwa sulit berbicara dengan orang yang tak tahu aturan. “Karena Pak Heri nggak ngerti aturan, bupati tok yang dituduh begini. Semua itu aturan pusat. Maka nanti sampean belajar, biar ngerti,” kata Sanusi.

Seperti diketahui, tahapan Pilkada Kabupaten Malang saat ini adalah kampanye terbuka (rapat umum terbatas). Sedangkan, jumlah kontestan dalam Pilkada nanti ada tiga paslon. Yaitu Malang Makmur Sanusi-Didik Gatot Subroto (Sandi), Malang Bangkit Lathifah Sohib-Didik Budi Muljono (Ladub) dan Malang Jejeg Heri Cahyono-Gunadi Handoko.

Pewarta: Imam Nasrodin

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/