alexametrics
19.5 C
Malang
Tuesday, 28 June 2022

BMKG Usulkan Tambakrejo Jadi Desa Siaga Tsunami ke UNESCO

MALANG – Desa Tambakrejo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan bakal ditimang-timang United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Sebab, Tambakrejo merupakan satu-satunya desa di Indonesia yang akan diusulkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ke UNESCO, agar masuk kategori Komunitas Siap Siaga Tsunami (KKST).

Salah satu keuntungan menjadi KKST adalah, memperoleh sertifikat daerah rawan bencana yang siap siaga melakukan evakuasi dan mitigasi. ”BMKG sedang mendampingi tim forum pengurangan risiko bencana Desa Tambakrejo. Ini terkait pengusulan sebagai Komunitas Siap Siaga Tsunami ke UNESCO,” ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Karangkates Ma’muri kemarin (1/9).

Tujuan atas pengajuan ini, kata dia, untuk mendorong seluruh daerah zona merah bencana. Dalam hal ini adalah tsunami, agar bersiap mengantisipasi potensi tsunami. Apabila hal yang tak diharapkan menimpa, tidak sampai memakan banyak korban jiwa.

“Harapan kami, Desa Tambakrejo juga bisa menjadi percontohan desa siap siaga tsunami. Terutama untuk pantai-pantai selatan Jawa Timur yang memiliki risiko terdampak tsunami,” katanya.

Ma’muri memaparkan, ada 5 daerah lain yang disurvei oleh BMKG untuk diajukan ke UNESCO. Yakni Jawa Timur, dalam hal ini adalah Desa Tambakrejo. Kemudian salah satu daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, dan Bali.

Dari hasil peninjauannya, Desa Tambakrejo yang paling pantas diajukan ke UNESCO. Sehingga berhasil masuk ”meja” UNESCO dan disetujui, Tambakrejo akan menjadi satu-satunya desa di Indonesia. ”Setelah kami survei ternyata di Desa Tambakrejo kekurangannya hanya sedikit, sehingga menurut kami patut diusulkan. Jadi kami terus mendorong untuk melengkapi kekurangan dokumen sehingga September 2021 bisa mengusulkan,” paparnya.

Dia menjelaskan, ada beberapa indikator yang harus dipenuhi sebuah daerah sebelum diajukan jadi desa yang siap siaga bencana. Di antaranya, memiliki peta evakuasi, jalur evakuasi, tempat evakuasi sementara, tempat evakuasi akhir, kesiapan komunitas dan masyarakat dalam kegiatan simulasi tsunami, sosialisasi dan edukasi tsunami, dan rencana kontinjensi. ”Itu semua, sebagai bekal antisipasi dan mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami,” ucapnya.

Ma’muri mengatakan, pengusulan desa siap siaga tsunami tersebut juga merupakan yang pertama di Indonesia. Sehingga dia berharap Desa Tambakrejo bisa mendapatkan sertifikat KKST dari UNESCO. “Kami belum pernah mengusulkan ke UNESCO, tapi kami belajar dari India. Di sana sudah ada suatu daerah yang mendapatkan sertifikat siap siaga tsunami,” kata Ma’muri. ”Sebenarnya India belajarnya dari Indonesia, akhirnya kami coba mulai mengusulkan tahun ini,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Bambang Istiawan menyampaikan, dengan usulan tersebut, diharapkan Desa Tambakrejo bisa menjadi pilot project bagi desa-desa di pesisir pantai, khususnya di wilayah Kabupaten Malang. “Itu program BMKG. Kami terus akan men-support, karena Desa Tambakrejo juga memiliki perkampungan yang dekat dengan pantai, apalagi di sana berpotensi terdampak, tapi masyarakatnya lebih memahami mitigasi tsunami,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.(rmc/fik/dan)

MALANG – Desa Tambakrejo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan bakal ditimang-timang United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Sebab, Tambakrejo merupakan satu-satunya desa di Indonesia yang akan diusulkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ke UNESCO, agar masuk kategori Komunitas Siap Siaga Tsunami (KKST).

Salah satu keuntungan menjadi KKST adalah, memperoleh sertifikat daerah rawan bencana yang siap siaga melakukan evakuasi dan mitigasi. ”BMKG sedang mendampingi tim forum pengurangan risiko bencana Desa Tambakrejo. Ini terkait pengusulan sebagai Komunitas Siap Siaga Tsunami ke UNESCO,” ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Karangkates Ma’muri kemarin (1/9).

Tujuan atas pengajuan ini, kata dia, untuk mendorong seluruh daerah zona merah bencana. Dalam hal ini adalah tsunami, agar bersiap mengantisipasi potensi tsunami. Apabila hal yang tak diharapkan menimpa, tidak sampai memakan banyak korban jiwa.

“Harapan kami, Desa Tambakrejo juga bisa menjadi percontohan desa siap siaga tsunami. Terutama untuk pantai-pantai selatan Jawa Timur yang memiliki risiko terdampak tsunami,” katanya.

Ma’muri memaparkan, ada 5 daerah lain yang disurvei oleh BMKG untuk diajukan ke UNESCO. Yakni Jawa Timur, dalam hal ini adalah Desa Tambakrejo. Kemudian salah satu daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, dan Bali.

Dari hasil peninjauannya, Desa Tambakrejo yang paling pantas diajukan ke UNESCO. Sehingga berhasil masuk ”meja” UNESCO dan disetujui, Tambakrejo akan menjadi satu-satunya desa di Indonesia. ”Setelah kami survei ternyata di Desa Tambakrejo kekurangannya hanya sedikit, sehingga menurut kami patut diusulkan. Jadi kami terus mendorong untuk melengkapi kekurangan dokumen sehingga September 2021 bisa mengusulkan,” paparnya.

Dia menjelaskan, ada beberapa indikator yang harus dipenuhi sebuah daerah sebelum diajukan jadi desa yang siap siaga bencana. Di antaranya, memiliki peta evakuasi, jalur evakuasi, tempat evakuasi sementara, tempat evakuasi akhir, kesiapan komunitas dan masyarakat dalam kegiatan simulasi tsunami, sosialisasi dan edukasi tsunami, dan rencana kontinjensi. ”Itu semua, sebagai bekal antisipasi dan mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami,” ucapnya.

Ma’muri mengatakan, pengusulan desa siap siaga tsunami tersebut juga merupakan yang pertama di Indonesia. Sehingga dia berharap Desa Tambakrejo bisa mendapatkan sertifikat KKST dari UNESCO. “Kami belum pernah mengusulkan ke UNESCO, tapi kami belajar dari India. Di sana sudah ada suatu daerah yang mendapatkan sertifikat siap siaga tsunami,” kata Ma’muri. ”Sebenarnya India belajarnya dari Indonesia, akhirnya kami coba mulai mengusulkan tahun ini,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Bambang Istiawan menyampaikan, dengan usulan tersebut, diharapkan Desa Tambakrejo bisa menjadi pilot project bagi desa-desa di pesisir pantai, khususnya di wilayah Kabupaten Malang. “Itu program BMKG. Kami terus akan men-support, karena Desa Tambakrejo juga memiliki perkampungan yang dekat dengan pantai, apalagi di sana berpotensi terdampak, tapi masyarakatnya lebih memahami mitigasi tsunami,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.(rmc/fik/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/