alexametrics
21.5 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Dari Batik Motif Monstera Hingga Aneka Perabot dari Rotan Sintetis

RADAR MALANG – Pemulihan ekonomi menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan Pemerintah Kabupaten Malang seiring dengan semakin turunnya status PPKM. Lewat kegiatan gebyar UMKM Shopping Festival Kabupaten Malang 2021, Bupati Malang Drs H M Sanusi melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro berharap bisa membangkitkan kembali semangat para pelaku UMKM. Berikut beberapa produk yang turut diperkenalkan dalam rangkaian Hari Jadi ke-1261 Kabupaten Malang.

  1. Adeyuli Batik

Perempuan harus berdaya. Semangat itulah yang melatari lahirnya Adeyuli Batik. Ragam batik tulis, ecoprint, sibori, jumput, maupun ecotik disajikan dengan motif-motif tradisional hingga kekinian. Seperti mpotif parang hingga bunga yang lagi hits saat ini, monstera. Semuanya memiliki filosofi tersendiri, bukan hanya tentang agungnya nilai luhur budaya Indonesia, tapi juga bagaimana menjaga keseimbangan alam.

Dari yang semula hobi, batik-batik Adeyuli kini telah menembus pasar Medan, Jakarta, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan lokal Malang Raya tentunya. (*)

  1. Ndhilkoro Batik
Ndhilkoro batik. (ist)

Batik Bendhil Koro/Ndil Koro memiliki filosofi mendalam tentang cerita peninggalan nenek moyang di sebuah desa di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Yakni Desa Rejosari. Zaman dulu, saat kawasan desa itu masih berupa hutan belantara, ada seorang tokoh masyarakat bernama Mbah Singo Plendik. Di tengah kesibukannya membuka hutan, Mbah Singo Plendik menemukan sebuah pohon besar yang ditehaui sebagai pohon Bende. Pada pohon yang berusia puluhan tahun itu, merambat tanaman koro yang begitu banyak buahnya.

Sejarah itulah yang menginspirasi lahirnya batik Bendhil Koro. Di tangan Riyani Ambarwati, perempuan yang sangat aktif dengan berbagai kegiatan sosial serta pemberdayaan perempuan ini, lahirnya bermacam-macam motif batik Dhil Koro. Bukan hanya biji koro sebagai ciri khas, tetapi juga kekayaan alam Malang selatan. Seperti tanaman porang, batang-batang bambu, tanaman lindung, hingga tanaman hias. Batik tulis ini ditawarkan mulai Rp 300.000.  Menerima pembelian partai maupun eceran, motif pun bisa custom sesuai pesanan. (*)

  1. Oparoa Leather
Oparoa Leather. (ist)

Aksesori dan gaya hidup diibaratkan seperti dua keeping mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Kebutuhan masyarakat yang semakin banyak dan tak terhingga akan aksesori sebagai pelengkap mode ini lah yang coba dijawab oleh Oparoa Leather. Usaha kecil yang fokus pada kerajinan dompet, tas, sabuk dan lainnya untuk pria-wanita, baik remaja maupun dewasa ini menawarkan sesuatu yang baru dan segar. Berbahan dasar kulit sapi dan domba, Oparoa selalu mengedepankan mutu serta kualitas.

Dari yang awalnya hanya memproduksi tas dan dompet, UMKM yang berdiri tahun 2018 tersebut mulai berinovasi pada produk-produk yang lain. Tentu dengan ciri khas Oparoa. Bahkan kini bukan hanya terpaku pada pengembangan usaha, namun sekaligus membuka lapangan kerja, serta meningkatkan perekonomian.

Ada misi khusus yang diusung oleh Oparoa Leather. Yakni membuat industri kerajinan berstandart nasional hingga internasional. Menjadi unit usaha yang terampil, berprestasi, serta bersemangat dalam berwirausaha. Yang lebih penting lagi adalah bisa memotivasi para generasi milenial agar lebih mengembangkan dunia industri. (*)

  1. Sae Rotan Sintetis
Sae Rotan Sintetis. (ist)

Ingin menghadirkan suasana baru di dalam rumah? Produk-produk Sae Rotan Sintetis bisa menjadi pilihan. Mulai satu set meja-kursi makan dengan model kekinian. Rak serbaguna berbingkai besi hingga tudung saji ini memiliki banyak keunggulan. Tidak hanya cantik, bahannya juga awet sehingga tahan lama. Banyak varian model pula. Desainnya yang simple serta minimalis sangat mudah diterima di pasaran.

Sae Rotan ini diproduksi oleh Dedy Susanto. Galery-nya berada di kawasan Langlang II dan Langlang IV, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. (*)

RADAR MALANG – Pemulihan ekonomi menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan Pemerintah Kabupaten Malang seiring dengan semakin turunnya status PPKM. Lewat kegiatan gebyar UMKM Shopping Festival Kabupaten Malang 2021, Bupati Malang Drs H M Sanusi melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro berharap bisa membangkitkan kembali semangat para pelaku UMKM. Berikut beberapa produk yang turut diperkenalkan dalam rangkaian Hari Jadi ke-1261 Kabupaten Malang.

  1. Adeyuli Batik

Perempuan harus berdaya. Semangat itulah yang melatari lahirnya Adeyuli Batik. Ragam batik tulis, ecoprint, sibori, jumput, maupun ecotik disajikan dengan motif-motif tradisional hingga kekinian. Seperti mpotif parang hingga bunga yang lagi hits saat ini, monstera. Semuanya memiliki filosofi tersendiri, bukan hanya tentang agungnya nilai luhur budaya Indonesia, tapi juga bagaimana menjaga keseimbangan alam.

Dari yang semula hobi, batik-batik Adeyuli kini telah menembus pasar Medan, Jakarta, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan lokal Malang Raya tentunya. (*)

  1. Ndhilkoro Batik
Ndhilkoro batik. (ist)

Batik Bendhil Koro/Ndil Koro memiliki filosofi mendalam tentang cerita peninggalan nenek moyang di sebuah desa di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Yakni Desa Rejosari. Zaman dulu, saat kawasan desa itu masih berupa hutan belantara, ada seorang tokoh masyarakat bernama Mbah Singo Plendik. Di tengah kesibukannya membuka hutan, Mbah Singo Plendik menemukan sebuah pohon besar yang ditehaui sebagai pohon Bende. Pada pohon yang berusia puluhan tahun itu, merambat tanaman koro yang begitu banyak buahnya.

Sejarah itulah yang menginspirasi lahirnya batik Bendhil Koro. Di tangan Riyani Ambarwati, perempuan yang sangat aktif dengan berbagai kegiatan sosial serta pemberdayaan perempuan ini, lahirnya bermacam-macam motif batik Dhil Koro. Bukan hanya biji koro sebagai ciri khas, tetapi juga kekayaan alam Malang selatan. Seperti tanaman porang, batang-batang bambu, tanaman lindung, hingga tanaman hias. Batik tulis ini ditawarkan mulai Rp 300.000.  Menerima pembelian partai maupun eceran, motif pun bisa custom sesuai pesanan. (*)

  1. Oparoa Leather
Oparoa Leather. (ist)

Aksesori dan gaya hidup diibaratkan seperti dua keeping mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Kebutuhan masyarakat yang semakin banyak dan tak terhingga akan aksesori sebagai pelengkap mode ini lah yang coba dijawab oleh Oparoa Leather. Usaha kecil yang fokus pada kerajinan dompet, tas, sabuk dan lainnya untuk pria-wanita, baik remaja maupun dewasa ini menawarkan sesuatu yang baru dan segar. Berbahan dasar kulit sapi dan domba, Oparoa selalu mengedepankan mutu serta kualitas.

Dari yang awalnya hanya memproduksi tas dan dompet, UMKM yang berdiri tahun 2018 tersebut mulai berinovasi pada produk-produk yang lain. Tentu dengan ciri khas Oparoa. Bahkan kini bukan hanya terpaku pada pengembangan usaha, namun sekaligus membuka lapangan kerja, serta meningkatkan perekonomian.

Ada misi khusus yang diusung oleh Oparoa Leather. Yakni membuat industri kerajinan berstandart nasional hingga internasional. Menjadi unit usaha yang terampil, berprestasi, serta bersemangat dalam berwirausaha. Yang lebih penting lagi adalah bisa memotivasi para generasi milenial agar lebih mengembangkan dunia industri. (*)

  1. Sae Rotan Sintetis
Sae Rotan Sintetis. (ist)

Ingin menghadirkan suasana baru di dalam rumah? Produk-produk Sae Rotan Sintetis bisa menjadi pilihan. Mulai satu set meja-kursi makan dengan model kekinian. Rak serbaguna berbingkai besi hingga tudung saji ini memiliki banyak keunggulan. Tidak hanya cantik, bahannya juga awet sehingga tahan lama. Banyak varian model pula. Desainnya yang simple serta minimalis sangat mudah diterima di pasaran.

Sae Rotan ini diproduksi oleh Dedy Susanto. Galery-nya berada di kawasan Langlang II dan Langlang IV, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. (*)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/