alexametrics
27.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Kenali Gejala Pasca Vaksin, Biar Nggak Panik

MALANG – Vaksin Covid-19 saat ini tengah ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Namun sebagian lain juga merasa cemas, salah satu yang menjadi kekhawatiran adalah tingkat keamanan dan kehalalan vaksin, serta efek samping yang ditimbulkan pasca vaksinasi.

Gastroentero-Hepatology Division, Internal Medicine Department RS Saiful Anwar Malang, dr Syifa Mustika Sp.PD,K-GEH, FINASIM dalam webinar bertajuk vasinasi Dewasa tingkatkan Imun tubuh yang digelar KPC PEN bekerjasama dengan Dinas Kominfo Kabupaten Malang menjelaskan, pengembangan vaksin dibagi menjadi dalam empat fase.

Dimana pada fase terakhir, akan ada uji klinis untuk Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Dokter Syifa menjelaskan, wajar Ketika vaksin dimasukkan ke dalam tubuh, kemudian tubuh mengeluarkan reaksi.

“Jika dikelompokkan, ada dua reaksi vaksin, yaitu ringan dan berat. Pada reaksi berat, maka diperlukan penanganan cepat dan tepat,” jelas dia.

Ia melanjutkan, reaksi ringan apabila terjadi dalam kurun waktu beberapa jam, terjadi dengan cepat, tidak terlalu membahayakan, bersifat lokal seperti pembengkakan pada suntikan atau nyeri dan sistemik.

“Sistemik di sini adalah menimbulkan demam, rasa tidak nyaman, nyeri otot, sakit kepala, atau tidak nafsu makan,” rinci dia.

Sedangkan, reaksi terhadap vaksin dikategorikan berat dan membutuhkan penanganan medis apabila menimbulkan kecacatan, mengancam kehidupan, termasuk kejang dan alergi yang disebabkan oleh reaksi tubuh terhadap komponen tertentu dalam vaksin.

“Oleh karena itu, diperlukan edukasi kepada penerima vaksin terkait reaksi pasca vaksinasi,” imbuh dia.

Vaksin Covid-19 menurut Syifa bertujuan untuk membangun herd immunity untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19. Herd immunity akan terbentuk jika sebagian besar penduduk atau sekitar 80 persen dari komunitas telah kebal, sehingga sebagian kecil, atau 20 persen sisanya yang belum punya kekebalan akan ikut terlindung. Kondisi ini akan tercapai melalui dua hal, secara alami dan percepatan melalui vaksin.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadiskominfo) Kabupaten Malang, Anis Waty Aziz (screenshot)

“Herd immunity inilah yang menjadi target sasaran vaksin Covid-19 yang saat ini tengah dikembangkan,” jelas dia.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadiskominfo) Kabupaten Malang, Anis Waty Aziz menambahkan, vaksin Covid-19 saat ini tengah dikembangkan dan telah memasuki tahapan uji klinis, serta ditargetkan akan didistribusikan dalam waktu dekat. Kendati demikian, ia menghimbau agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dengan tertib. Pasalnya, memakai masker, mencuci tangan hingga menjaga jarak hingga saat ini masih menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

“Memakai masker untuk melindungi diri sendiri dan orang tersayang,” pungkas Anis.

Pewarta: Inifia

MALANG – Vaksin Covid-19 saat ini tengah ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Namun sebagian lain juga merasa cemas, salah satu yang menjadi kekhawatiran adalah tingkat keamanan dan kehalalan vaksin, serta efek samping yang ditimbulkan pasca vaksinasi.

Gastroentero-Hepatology Division, Internal Medicine Department RS Saiful Anwar Malang, dr Syifa Mustika Sp.PD,K-GEH, FINASIM dalam webinar bertajuk vasinasi Dewasa tingkatkan Imun tubuh yang digelar KPC PEN bekerjasama dengan Dinas Kominfo Kabupaten Malang menjelaskan, pengembangan vaksin dibagi menjadi dalam empat fase.

Dimana pada fase terakhir, akan ada uji klinis untuk Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Dokter Syifa menjelaskan, wajar Ketika vaksin dimasukkan ke dalam tubuh, kemudian tubuh mengeluarkan reaksi.

“Jika dikelompokkan, ada dua reaksi vaksin, yaitu ringan dan berat. Pada reaksi berat, maka diperlukan penanganan cepat dan tepat,” jelas dia.

Ia melanjutkan, reaksi ringan apabila terjadi dalam kurun waktu beberapa jam, terjadi dengan cepat, tidak terlalu membahayakan, bersifat lokal seperti pembengkakan pada suntikan atau nyeri dan sistemik.

“Sistemik di sini adalah menimbulkan demam, rasa tidak nyaman, nyeri otot, sakit kepala, atau tidak nafsu makan,” rinci dia.

Sedangkan, reaksi terhadap vaksin dikategorikan berat dan membutuhkan penanganan medis apabila menimbulkan kecacatan, mengancam kehidupan, termasuk kejang dan alergi yang disebabkan oleh reaksi tubuh terhadap komponen tertentu dalam vaksin.

“Oleh karena itu, diperlukan edukasi kepada penerima vaksin terkait reaksi pasca vaksinasi,” imbuh dia.

Vaksin Covid-19 menurut Syifa bertujuan untuk membangun herd immunity untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19. Herd immunity akan terbentuk jika sebagian besar penduduk atau sekitar 80 persen dari komunitas telah kebal, sehingga sebagian kecil, atau 20 persen sisanya yang belum punya kekebalan akan ikut terlindung. Kondisi ini akan tercapai melalui dua hal, secara alami dan percepatan melalui vaksin.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadiskominfo) Kabupaten Malang, Anis Waty Aziz (screenshot)

“Herd immunity inilah yang menjadi target sasaran vaksin Covid-19 yang saat ini tengah dikembangkan,” jelas dia.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadiskominfo) Kabupaten Malang, Anis Waty Aziz menambahkan, vaksin Covid-19 saat ini tengah dikembangkan dan telah memasuki tahapan uji klinis, serta ditargetkan akan didistribusikan dalam waktu dekat. Kendati demikian, ia menghimbau agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dengan tertib. Pasalnya, memakai masker, mencuci tangan hingga menjaga jarak hingga saat ini masih menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

“Memakai masker untuk melindungi diri sendiri dan orang tersayang,” pungkas Anis.

Pewarta: Inifia

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/