alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Hoax Penembakan Pengurus Ponpes di Malang, Polisi Periksa Enam Saksi

MALANG – Viral aksi penembakan seorang pengasuh pondok pesantren Thoriqul Jannah di Ngajum, Kabupaten Malang beberapa waktu yang lalu sudah dipastikan hoax. Idris Al Marbawy alias Gus Idris yang tampak terkapar dan bersimbah darah dalam video tersebut, dipastikan dalam kondisi sehat.

Video yang diupload pula oleh kanal Gus Idris Official disebut hanya untuk kebutuhan konten berseri. Konten diklaim hendak memberikan pesan bahwa ilmu hitam akan kalah dengan ilmu putih.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, pihaknya sudah memeriksa Gus Idris bersama juru bicaranya, Ian Firdaus.

“Tadi malam, sudah diambil keterangannya semua mulai dari Gus Idris sampai Ian Firdaus juru bicaranya. Kemudian beberapa santri yang mengunggah berita di akun Gus Idris Official juga sudah kita ambil keterangannya,” ujar AKBP Hendri Umar, saat menghadiri agenda launching SIM Presisi di Singosari Kabupaten Malang, Rabu (3/3).

Sampai saat ini, Polres Malang sudah menetapkan sebanyak 6 orang saksi yang sudah diambil keterangannya. Antara lain 4 orang santri yang terlibat dalam menyebarkan berita bohong mengenai penembakan beserta Gus Idris dan Ian Firdaus.

Selain itu, Polres Malang saat ini sudah berkoordinasi bersama Subdit Cyber Polda Jawa Timur guna mendalami fakta dan unsur pidana.

“Sekarang kami koordinasikan dengan Subdit Cyber Polda Jawa Timur. Sedang kami dalami lebih lanjut apakah ada unsur pidana ataupun pelanggaran yang dilakukan oleh mereka. Karena mereka menguggah berita yang membuat kegaduhan,” tambahnya.

Tak lupa ia juga akan menginformasikan hasil pendalaman fakta mengenai video Gus Idris yang sempat menghebohkan jagad dunia maya.

“Perkembangannya nanti akan kami sampaikan ke teman-teman media,” pungkas Perwira dengan dua melati di pundaknya itu.

Pewarta : M.Ubaidillah

MALANG – Viral aksi penembakan seorang pengasuh pondok pesantren Thoriqul Jannah di Ngajum, Kabupaten Malang beberapa waktu yang lalu sudah dipastikan hoax. Idris Al Marbawy alias Gus Idris yang tampak terkapar dan bersimbah darah dalam video tersebut, dipastikan dalam kondisi sehat.

Video yang diupload pula oleh kanal Gus Idris Official disebut hanya untuk kebutuhan konten berseri. Konten diklaim hendak memberikan pesan bahwa ilmu hitam akan kalah dengan ilmu putih.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, pihaknya sudah memeriksa Gus Idris bersama juru bicaranya, Ian Firdaus.

“Tadi malam, sudah diambil keterangannya semua mulai dari Gus Idris sampai Ian Firdaus juru bicaranya. Kemudian beberapa santri yang mengunggah berita di akun Gus Idris Official juga sudah kita ambil keterangannya,” ujar AKBP Hendri Umar, saat menghadiri agenda launching SIM Presisi di Singosari Kabupaten Malang, Rabu (3/3).

Sampai saat ini, Polres Malang sudah menetapkan sebanyak 6 orang saksi yang sudah diambil keterangannya. Antara lain 4 orang santri yang terlibat dalam menyebarkan berita bohong mengenai penembakan beserta Gus Idris dan Ian Firdaus.

Selain itu, Polres Malang saat ini sudah berkoordinasi bersama Subdit Cyber Polda Jawa Timur guna mendalami fakta dan unsur pidana.

“Sekarang kami koordinasikan dengan Subdit Cyber Polda Jawa Timur. Sedang kami dalami lebih lanjut apakah ada unsur pidana ataupun pelanggaran yang dilakukan oleh mereka. Karena mereka menguggah berita yang membuat kegaduhan,” tambahnya.

Tak lupa ia juga akan menginformasikan hasil pendalaman fakta mengenai video Gus Idris yang sempat menghebohkan jagad dunia maya.

“Perkembangannya nanti akan kami sampaikan ke teman-teman media,” pungkas Perwira dengan dua melati di pundaknya itu.

Pewarta : M.Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/