alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Terduga Teroris Di Malang Diciduk, PD Muhammadiyah Angkat Bicara

MALANG KOTA – Terduga teroris berinisial BS yang diciduk Densus 88 pada Selasa (2/3) siang di Pakis, Kabupaten Malang menyisakan pertanyaan. salah satu kabar beredar menyebut, ia merupakan anggota aktif Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Malang, Ketua PDM Kota Malang Abdul Haris membantah jika BS merupakan anggota atau pengurus aktif PDM Kota Malang. BS disebut mengundurkan diri sebelum dilantik pada tahun 2015 silam.

“Enggak benar. Dia bukan anggota Muhammadiyah. Karena mundur sebelum dilantik,” ungkap Abdul Haris, Rabu (3/3).

Dia menjelaskan, pengunduran BS tersebut diduga karena tidak ada kesamaan ideologi. Pasalnya, Muhammadiyah menekankan kepada anggotanya untuk selalu mengikuti norma negara dan agama.

“Mungkin sudah nggak cocok dengan kami. Jadi mengundurkan diri,” ungkap pria yang juga menjadi dosen UMM ini.

Lalu apakah ada aktivitas mencurigakan saat BS menjadi anggota Muhammadiyah dulu? Haris menjelaskan bahwa dia tidak bisa menjelaskan detail. Karena BS dinilai orang baru dan tidak aktif.

“Dia itu baru di Kota Malang dan juga nggak aktif. Jadi kurang tahu,” terangnya.

Lebih lanjut, pihaknya selalu menekankan kepada anggota Muhammadiyah agar mengikuti pakem, yaitu ikut norma negara dan agama. Sehingga, jika ada yang keluar dari pakem, organisasi tidak ikut bertanggung jawab.

“Kalau nggak ikut pakem, ya tanggung sendiri,” tegas dia.

Terpisah, Ketua RT10 RW04 Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Havid Nudin mengatakan, BS orang yang tertutup dan keluarganya jarang berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

“Beberapa kali diundang kegiatan warga dan RT tidak datang. Dia ini baru delapan bulan tinggal di sini, dan sama sekali saya tidak tahu aktivitasnya,” papar Havid.

Seperti diketahui, sebelumnya Densus 88 menangkap terduga BS di Pakis. BS diketahui merupakan seorang perajin dan pelatih panahan yang telah memiliki sertifikasi. Ia diduga menjadi bendahara dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI) Jawa Timur.

Pewarta: Imam N

MALANG KOTA – Terduga teroris berinisial BS yang diciduk Densus 88 pada Selasa (2/3) siang di Pakis, Kabupaten Malang menyisakan pertanyaan. salah satu kabar beredar menyebut, ia merupakan anggota aktif Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Malang, Ketua PDM Kota Malang Abdul Haris membantah jika BS merupakan anggota atau pengurus aktif PDM Kota Malang. BS disebut mengundurkan diri sebelum dilantik pada tahun 2015 silam.

“Enggak benar. Dia bukan anggota Muhammadiyah. Karena mundur sebelum dilantik,” ungkap Abdul Haris, Rabu (3/3).

Dia menjelaskan, pengunduran BS tersebut diduga karena tidak ada kesamaan ideologi. Pasalnya, Muhammadiyah menekankan kepada anggotanya untuk selalu mengikuti norma negara dan agama.

“Mungkin sudah nggak cocok dengan kami. Jadi mengundurkan diri,” ungkap pria yang juga menjadi dosen UMM ini.

Lalu apakah ada aktivitas mencurigakan saat BS menjadi anggota Muhammadiyah dulu? Haris menjelaskan bahwa dia tidak bisa menjelaskan detail. Karena BS dinilai orang baru dan tidak aktif.

“Dia itu baru di Kota Malang dan juga nggak aktif. Jadi kurang tahu,” terangnya.

Lebih lanjut, pihaknya selalu menekankan kepada anggota Muhammadiyah agar mengikuti pakem, yaitu ikut norma negara dan agama. Sehingga, jika ada yang keluar dari pakem, organisasi tidak ikut bertanggung jawab.

“Kalau nggak ikut pakem, ya tanggung sendiri,” tegas dia.

Terpisah, Ketua RT10 RW04 Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Havid Nudin mengatakan, BS orang yang tertutup dan keluarganya jarang berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

“Beberapa kali diundang kegiatan warga dan RT tidak datang. Dia ini baru delapan bulan tinggal di sini, dan sama sekali saya tidak tahu aktivitasnya,” papar Havid.

Seperti diketahui, sebelumnya Densus 88 menangkap terduga BS di Pakis. BS diketahui merupakan seorang perajin dan pelatih panahan yang telah memiliki sertifikasi. Ia diduga menjadi bendahara dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI) Jawa Timur.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/