alexametrics
22 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Ini Lho Kades Tercantik di Kabupaten Malang!

MALANG-Usia Rendyta Witrayani Setiawan masih 27 tahun. Namun   dia tidak takut terjun ke dunia politik dan akhirnya bisa menang telak dalam pemilihan kepala desa pada 31 Maret lalu.

”Kalau sebagai kepala desa termuda, sepertinya ada yang seusia dengan saya saat pemilihan kemarin. Tetapi, saya memang kepala desa wanita pertama di Desa Senggreng,” kata Dita, sapaan akrabnya kepada Radar Malang. Alumni Magister Manajemen Keuangan dari Universitas Merdeka Malang itu mengaku tidak gentar menghadapi tugas memimpin sebuah desa. Apalagi sebelumnya Dita sudah punya pengalaman menjadi pamong atau perangkat desa.

Dia yakin, para perangkat desa yang selama ini sudah pernah bekerja sama akan memberikan dukungan sebaik­baiknya. “Ada para senior yang mem­ beri masukan dan saran. Orang tua saya juga memberi dukungan. Termasuk para tokoh masyarakat Desa Senggreng. Saya merasa tidak sendiri,” ujar perempuan kelahiran 1994 itu.

Optimisme juga datang dari pengalaman Dita dalam berorganisasi. Sampai saat ini, anak pertama dari tiga bersaudara itu masih tercatat sebagai pengurus PSSI Kabupaten Malang. Dia juga me­ rupakan bagian dari kepengurusan Pemuda Pancasila Kabupaten Malang. Selain itu, Dita menjabat Sekretaris Per­ sekam Metro FC.

Bahkan, sampai hari ini Dita masih berstatus pegawai non­ ASN Pemkab Malang. Dia bekerja di Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Malang. ”Nanti kalau sudah pelantikan, baru saya mengundurkan diri dari pekerjaan di Pemkab. Tetapi sekarang ya masuk seperti biasa di kantor,” ujar wanita yang pernah menjadi pengajar di sebuah SMK itu.

Ke depan, Dita siap melanjutkan Rencana Pembangunan Jarak Menengah Desa (RPJMDes) yang telah tersusun. Dia mengaku bakal mendukung RPJMDes dengan percepatan layanan. Misalnya, pelayanan publik dan administrasi kependudukan yang lebih mudah bagi masyarakat.

”Saya ingin berbagai layanan administrasi publik bisa di­ akses warga lewat WhatsApp,” ujarnya. Bahkan Dita ingin dalam sejumlah layanan, petugas desa yang jemput bola mendatangi rumah warga. Sehingga, warga tidak perlu susah­susah datang ke kantor desa. ”Sangat mungkin saya juga turun langsung untuk membantu pemberkasan,” tutupnya. (fin/fat)

MALANG-Usia Rendyta Witrayani Setiawan masih 27 tahun. Namun   dia tidak takut terjun ke dunia politik dan akhirnya bisa menang telak dalam pemilihan kepala desa pada 31 Maret lalu.

”Kalau sebagai kepala desa termuda, sepertinya ada yang seusia dengan saya saat pemilihan kemarin. Tetapi, saya memang kepala desa wanita pertama di Desa Senggreng,” kata Dita, sapaan akrabnya kepada Radar Malang. Alumni Magister Manajemen Keuangan dari Universitas Merdeka Malang itu mengaku tidak gentar menghadapi tugas memimpin sebuah desa. Apalagi sebelumnya Dita sudah punya pengalaman menjadi pamong atau perangkat desa.

Dia yakin, para perangkat desa yang selama ini sudah pernah bekerja sama akan memberikan dukungan sebaik­baiknya. “Ada para senior yang mem­ beri masukan dan saran. Orang tua saya juga memberi dukungan. Termasuk para tokoh masyarakat Desa Senggreng. Saya merasa tidak sendiri,” ujar perempuan kelahiran 1994 itu.

Optimisme juga datang dari pengalaman Dita dalam berorganisasi. Sampai saat ini, anak pertama dari tiga bersaudara itu masih tercatat sebagai pengurus PSSI Kabupaten Malang. Dia juga me­ rupakan bagian dari kepengurusan Pemuda Pancasila Kabupaten Malang. Selain itu, Dita menjabat Sekretaris Per­ sekam Metro FC.

Bahkan, sampai hari ini Dita masih berstatus pegawai non­ ASN Pemkab Malang. Dia bekerja di Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Malang. ”Nanti kalau sudah pelantikan, baru saya mengundurkan diri dari pekerjaan di Pemkab. Tetapi sekarang ya masuk seperti biasa di kantor,” ujar wanita yang pernah menjadi pengajar di sebuah SMK itu.

Ke depan, Dita siap melanjutkan Rencana Pembangunan Jarak Menengah Desa (RPJMDes) yang telah tersusun. Dia mengaku bakal mendukung RPJMDes dengan percepatan layanan. Misalnya, pelayanan publik dan administrasi kependudukan yang lebih mudah bagi masyarakat.

”Saya ingin berbagai layanan administrasi publik bisa di­ akses warga lewat WhatsApp,” ujarnya. Bahkan Dita ingin dalam sejumlah layanan, petugas desa yang jemput bola mendatangi rumah warga. Sehingga, warga tidak perlu susah­susah datang ke kantor desa. ”Sangat mungkin saya juga turun langsung untuk membantu pemberkasan,” tutupnya. (fin/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/