alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Keracunan Gas, Dua Pekerja Meninggal di Kolam Pupuk

KABUPATEN–Kecelakaan kerja yang tragis terjadi di dalam pabrik pupuk PT Danendra Untung Abadi, Desa Plandi, Kecamatan Wonosari, Jumat (1/4). Dua orang ditemukan meninggal dalam kondisi mengapung di kolam pupuk.

Diduga korban meninggal akibat ke­ racunan gas di dalam tandon pe­ nampungan pupuk cair. Korban pertama bernama Rizki Kurniawan, 26, warga Desa Senggreng, Kecamatan Sumber­ pucung.

Sedangkan korban kedua adalah Lasianto, 54, asal Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari.

Sejumlah saksi mata meng­ ungkapkan, Siang itu kedua korban datang ke pabrik dan bekerja seperti biasa. Total ada empat orang yang hari itu mendapat giliran shift kerja. Mereka adalah Ferry Bukit Siguntang, Arifin, Rizki dan Lasianto. Tiga orang bertugas membersihkan sampah di aliran limbah pabrik.

”Rizki menghilang sekitar pu­ kul 12.30. kami bertiga berusaha mencarinya,” terang Ferry. Lantaran tidak kunjung ketemu, Ferry memanggil Untung selaku pemilik pabrik. Mereka bersama­ sama mencari Rizki.

Sekitar pukul 13.00, untuk melihat penutup tandon obat sudah terbuka. Ferry lebih terkejut lantaran melihat Rizki sudah ada di dalam tandon. Tubuhnya dalam keadaan mengapung dan tengkurap. ”Sebelumnya saya sempat

menduga kalau Rizki sedang istirahat atau makan. Ternyata sudah meninggal di dalam kolam obat pupuk,” jelasnya.

Melihat hal itu, Ferry dan kawan­ kawannya berusaha menolong Rizki. Yang pertama kali turun ke kolam adalah Lasianto. Dia mengambil tangga dan berupaya masuk ke kolam obat tersebut. Sayang, Lasianto malah terjatuh ke dalam kolam tersebut dan meninggal. Diduga kuat dia terlalu banyak menghirup gas dari kolam obat pupuk tersebut.

Arifinlantasberusahamenolong kedua rekannya itu. Namun Ferry segera mencegahnya lantaran khawatir kejadian yang menimpa Lasianto akan terulang. Untung lantas melaporkan kejadian ter­ sebut ke pamong desa, kemudian diteruskan ke Polsek Wonosari. Satreskrim Polres Malang pun mengambil alih kasus ini.

Jumat sore, polisi datang bersama tim SAR gabungan untuk melakukan evakuasi. Karena kolam obat pupuk mengeluarkan gas, tim SAR terpaksa memakai alat bantu.

Dia jenazah akhirnya bisa diangkat dari kolam obat sekitar pukul 15.30.

Dari hasil penyelidikan semen­ tara, polisi tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Mereka menduga kuat korban meninggal karena kera­ cunan gas di dalam tandon penampungan pupuk cair. Ada sejumlah barang bukti yang diamankan dari pabrik ter­ sebut. Misalnya, bahan tetes tebu dan pupuk urea. Polisi juga mengamankan garam, air cucian singkong, singkong yang sudah diparut, hasil pu­ puk, serta contoh cairan dari kolam tempat meninggal.

Hingga kemarin, Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Bara’langi mengatakan bahwa penyelidikan masih terus berjalan. Dia menyebut peristiwa ini belum bisa masuk kategori kecelakaan murni, kelalaian, atau ada unsur pidana. ”Anggota masih bekerja di lapangan. Masih dalam pe­ nyelidikan,” ucapnya saat dikonfirmasi. (rb1/fin/fat)

KABUPATEN–Kecelakaan kerja yang tragis terjadi di dalam pabrik pupuk PT Danendra Untung Abadi, Desa Plandi, Kecamatan Wonosari, Jumat (1/4). Dua orang ditemukan meninggal dalam kondisi mengapung di kolam pupuk.

Diduga korban meninggal akibat ke­ racunan gas di dalam tandon pe­ nampungan pupuk cair. Korban pertama bernama Rizki Kurniawan, 26, warga Desa Senggreng, Kecamatan Sumber­ pucung.

Sedangkan korban kedua adalah Lasianto, 54, asal Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari.

Sejumlah saksi mata meng­ ungkapkan, Siang itu kedua korban datang ke pabrik dan bekerja seperti biasa. Total ada empat orang yang hari itu mendapat giliran shift kerja. Mereka adalah Ferry Bukit Siguntang, Arifin, Rizki dan Lasianto. Tiga orang bertugas membersihkan sampah di aliran limbah pabrik.

”Rizki menghilang sekitar pu­ kul 12.30. kami bertiga berusaha mencarinya,” terang Ferry. Lantaran tidak kunjung ketemu, Ferry memanggil Untung selaku pemilik pabrik. Mereka bersama­ sama mencari Rizki.

Sekitar pukul 13.00, untuk melihat penutup tandon obat sudah terbuka. Ferry lebih terkejut lantaran melihat Rizki sudah ada di dalam tandon. Tubuhnya dalam keadaan mengapung dan tengkurap. ”Sebelumnya saya sempat

menduga kalau Rizki sedang istirahat atau makan. Ternyata sudah meninggal di dalam kolam obat pupuk,” jelasnya.

Melihat hal itu, Ferry dan kawan­ kawannya berusaha menolong Rizki. Yang pertama kali turun ke kolam adalah Lasianto. Dia mengambil tangga dan berupaya masuk ke kolam obat tersebut. Sayang, Lasianto malah terjatuh ke dalam kolam tersebut dan meninggal. Diduga kuat dia terlalu banyak menghirup gas dari kolam obat pupuk tersebut.

Arifinlantasberusahamenolong kedua rekannya itu. Namun Ferry segera mencegahnya lantaran khawatir kejadian yang menimpa Lasianto akan terulang. Untung lantas melaporkan kejadian ter­ sebut ke pamong desa, kemudian diteruskan ke Polsek Wonosari. Satreskrim Polres Malang pun mengambil alih kasus ini.

Jumat sore, polisi datang bersama tim SAR gabungan untuk melakukan evakuasi. Karena kolam obat pupuk mengeluarkan gas, tim SAR terpaksa memakai alat bantu.

Dia jenazah akhirnya bisa diangkat dari kolam obat sekitar pukul 15.30.

Dari hasil penyelidikan semen­ tara, polisi tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Mereka menduga kuat korban meninggal karena kera­ cunan gas di dalam tandon penampungan pupuk cair. Ada sejumlah barang bukti yang diamankan dari pabrik ter­ sebut. Misalnya, bahan tetes tebu dan pupuk urea. Polisi juga mengamankan garam, air cucian singkong, singkong yang sudah diparut, hasil pu­ puk, serta contoh cairan dari kolam tempat meninggal.

Hingga kemarin, Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Bara’langi mengatakan bahwa penyelidikan masih terus berjalan. Dia menyebut peristiwa ini belum bisa masuk kategori kecelakaan murni, kelalaian, atau ada unsur pidana. ”Anggota masih bekerja di lapangan. Masih dalam pe­ nyelidikan,” ucapnya saat dikonfirmasi. (rb1/fin/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/