alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Halau Omicron, Kok Wisatawan Luar Bebas Masuk?

KALIPARE – Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menghalau masuknya varian baru Omicron terkesan setengah hati. Di satu sisi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang getol memantau kecamatan yang masih terdapat kasus Covid-19, tapi di sisi lain tidak membatasi wisatawan luar kota.

Kemarin (3/1), Bupati Malang H M. Sanusi bersama jajaran forkopimda meninjau kasus korona di tiga kecamatan, yakni Kalipare, Kepanjen, dan Turen. Hasilnya, ditemukan masih ada kasus aktif di tiga kecamatan tersebut.

Kecamatan Kalipare menunjukkan grafik tingkat kesembuhan yang signifikan. Dari 13 kasus yang sebelumnya ditangani puskesmas setempat, kini menyisakan 2 kasus aktif. “Kami harapkan di Kalipare ini secepatnya jumlah kasus (Covid-19) nol,” kata Sanusi, kemarin.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar pemeriksaan dan pengawasan terhadap dua kasus aktif yang tersisa dilaksanakan secara ketat. “Dua pasien ini harus sering di test. Kalau perlu tiga hari sekali. Kalau negatif ya segera dipulangkan. Kalau ada perkembangan data harus disinkronisasikan agar selalu update,” tegasnya.

Sementara di Kecamatan Kepanjen, muspika setempat melaporkan ada 2 kasus aktif Covid-19. Jumlah tersebut turun 5 kasus dibanding sebelumnya yang mencapai 7 pasien. Penurunan juga terjadi di Kecamatan Turen. Dari 5 kasus aktif yang tercatat sebelumnya, kemarin jumlahnya berkurang menjadi 4 kasus.

Meski relatif turun, Sanusi mewanti-wanti agar muspika dan pemerintah desa tanggap dengan kemungkinan kemunculan kasus baru di wilayah masing-masing. Apalagi varian baru Omicron sudah masuk Jawa Timur. “Semuanya harus menjaga agar angka Covid-19 di Kabupaten Malang bisa kembali ke zero lagi,” tegas Sanusi.

Soal pembatasan, suami dari Anis Zaidah itu masih belum berencana melaksanakannya. Pun wisatawan dari luar kota, pihaknya masih memperbolehkan mereka masuk ke Kabupaten Malang dengan beberapa syarat. “Wisatawan boleh masuk, tapi aplikasi PeduliLindungi harus jalan,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono meminta agar para kepala desa (kades) dan muspika saling bersinergi dan berkomunikasi terkait perkembangan penanganan Covid-19. “Karena saat ini lini terdepat penanganan Covid-19 berada di ketua RT dan kepala desa. Mereka lah yang paling mengenal kondisi, juga paling cepat mengetahui informasi terkait dengan mobilitas warganya,” tutup Bagoes. (iik/dan)

 

KALIPARE – Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menghalau masuknya varian baru Omicron terkesan setengah hati. Di satu sisi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang getol memantau kecamatan yang masih terdapat kasus Covid-19, tapi di sisi lain tidak membatasi wisatawan luar kota.

Kemarin (3/1), Bupati Malang H M. Sanusi bersama jajaran forkopimda meninjau kasus korona di tiga kecamatan, yakni Kalipare, Kepanjen, dan Turen. Hasilnya, ditemukan masih ada kasus aktif di tiga kecamatan tersebut.

Kecamatan Kalipare menunjukkan grafik tingkat kesembuhan yang signifikan. Dari 13 kasus yang sebelumnya ditangani puskesmas setempat, kini menyisakan 2 kasus aktif. “Kami harapkan di Kalipare ini secepatnya jumlah kasus (Covid-19) nol,” kata Sanusi, kemarin.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar pemeriksaan dan pengawasan terhadap dua kasus aktif yang tersisa dilaksanakan secara ketat. “Dua pasien ini harus sering di test. Kalau perlu tiga hari sekali. Kalau negatif ya segera dipulangkan. Kalau ada perkembangan data harus disinkronisasikan agar selalu update,” tegasnya.

Sementara di Kecamatan Kepanjen, muspika setempat melaporkan ada 2 kasus aktif Covid-19. Jumlah tersebut turun 5 kasus dibanding sebelumnya yang mencapai 7 pasien. Penurunan juga terjadi di Kecamatan Turen. Dari 5 kasus aktif yang tercatat sebelumnya, kemarin jumlahnya berkurang menjadi 4 kasus.

Meski relatif turun, Sanusi mewanti-wanti agar muspika dan pemerintah desa tanggap dengan kemungkinan kemunculan kasus baru di wilayah masing-masing. Apalagi varian baru Omicron sudah masuk Jawa Timur. “Semuanya harus menjaga agar angka Covid-19 di Kabupaten Malang bisa kembali ke zero lagi,” tegas Sanusi.

Soal pembatasan, suami dari Anis Zaidah itu masih belum berencana melaksanakannya. Pun wisatawan dari luar kota, pihaknya masih memperbolehkan mereka masuk ke Kabupaten Malang dengan beberapa syarat. “Wisatawan boleh masuk, tapi aplikasi PeduliLindungi harus jalan,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono meminta agar para kepala desa (kades) dan muspika saling bersinergi dan berkomunikasi terkait perkembangan penanganan Covid-19. “Karena saat ini lini terdepat penanganan Covid-19 berada di ketua RT dan kepala desa. Mereka lah yang paling mengenal kondisi, juga paling cepat mengetahui informasi terkait dengan mobilitas warganya,” tutup Bagoes. (iik/dan)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/