alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Tegur Pelanggar, Aparat Gabungan di Malang Praktekkan Cara Ini

MALANG – Polres bersama Forkopimda Kabupaten Malang gelar patroli gabungan guna memantau pelaksanaan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) Darurat di Kabupaten Malang. Kegiatan diikuti personel gabungan, mulai dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kodim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu dan jajaran Polres Malang.

“Personel gabungan akan terbagi menjadi dua tim patroli. Yang pertama patroli di wilayah utara mulai dari GT (gerbang tol) Singosari. Untuk tim kedua akan patroli di wilayah Bululawang sampai Kepanjen,” tutur AKBP Raden Bagoes Wibisono.

Tim pertama melakukan pemantauan wilayah utara mulai dari pos penyekatan Gerbang Tol Singosari, Gerbang Tol Lawang, dan berakhir di Pos Penyekatan Bakpao Telo, Kecamatan Lawang.

Sedangkan tim kedua akan melakukan pemantauan wilayah selatan mulai dari Kecamatan Bululawang, Pakisaji, Gondanglegi, dan berakhir di Kepanjen.
“Patroli bertujuan untuk sosialisasi pemberlakuan PPKM Darurat se Jawa-Bali. Apabila di jalan menemukan pelanggaran maka kita akan menegurnya secara humanis namun tegas,” tandasnya.

AKBP Bagoes menjelaskan pelaksanaan PPKM Darurat ini sudah menjadi tanggung jawab semua pihak. Kesadaran masyarakat terkait protokol kesehatan harus ditingkatkan untuk menekan angka penyebaran virus. “Semua petugas harus serius dalam melakukan sosialisasi. Ini untuk kebaikan bersama. Kita bertugas untuk menyelamatkan jiwa dan nyawa masyarakat di Kabupaten Malang,” tutupnya.

Selain melakukan patroli gabungan, Polres Malang juga melakukan penyekatan di beberapa titik perbatasan Kabupaten Malang. “Penyekatam tersebut sesuai dengan atensi mulai dari Kabupaten Malang-Lumajang, Blitar, dan Pasuruan,” katanya.

Selain itu dia juga menghimbau kepada masyarakat di luar daerah untuk tidak masuk kedalam Kabupaten Malang. Namun, apabila memiliki ijin keperluan penting masih tetap diperbolehkan. “Kalau masuk gak boleh, kecuali ada tugas atau kepentingan. Kita akan cek di setiap pos kita tanya juga KTP dan keperluannya datang ke Kabupaten Malang,” tambahnya.

Menurut pantauan tim Radar Malang seluruh Penerangan Jalan Umum di Kabupaten Malang juga telah dimatikan mulai pukul 20.00 WIB. Hal tersebut dilakukan karena adanya kesepakatan bersama dari Forkopimda Malang Raya.

Pewarta: M. Ubaidillah (CJ9)

MALANG – Polres bersama Forkopimda Kabupaten Malang gelar patroli gabungan guna memantau pelaksanaan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) Darurat di Kabupaten Malang. Kegiatan diikuti personel gabungan, mulai dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kodim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu dan jajaran Polres Malang.

“Personel gabungan akan terbagi menjadi dua tim patroli. Yang pertama patroli di wilayah utara mulai dari GT (gerbang tol) Singosari. Untuk tim kedua akan patroli di wilayah Bululawang sampai Kepanjen,” tutur AKBP Raden Bagoes Wibisono.

Tim pertama melakukan pemantauan wilayah utara mulai dari pos penyekatan Gerbang Tol Singosari, Gerbang Tol Lawang, dan berakhir di Pos Penyekatan Bakpao Telo, Kecamatan Lawang.

Sedangkan tim kedua akan melakukan pemantauan wilayah selatan mulai dari Kecamatan Bululawang, Pakisaji, Gondanglegi, dan berakhir di Kepanjen.
“Patroli bertujuan untuk sosialisasi pemberlakuan PPKM Darurat se Jawa-Bali. Apabila di jalan menemukan pelanggaran maka kita akan menegurnya secara humanis namun tegas,” tandasnya.

AKBP Bagoes menjelaskan pelaksanaan PPKM Darurat ini sudah menjadi tanggung jawab semua pihak. Kesadaran masyarakat terkait protokol kesehatan harus ditingkatkan untuk menekan angka penyebaran virus. “Semua petugas harus serius dalam melakukan sosialisasi. Ini untuk kebaikan bersama. Kita bertugas untuk menyelamatkan jiwa dan nyawa masyarakat di Kabupaten Malang,” tutupnya.

Selain melakukan patroli gabungan, Polres Malang juga melakukan penyekatan di beberapa titik perbatasan Kabupaten Malang. “Penyekatam tersebut sesuai dengan atensi mulai dari Kabupaten Malang-Lumajang, Blitar, dan Pasuruan,” katanya.

Selain itu dia juga menghimbau kepada masyarakat di luar daerah untuk tidak masuk kedalam Kabupaten Malang. Namun, apabila memiliki ijin keperluan penting masih tetap diperbolehkan. “Kalau masuk gak boleh, kecuali ada tugas atau kepentingan. Kita akan cek di setiap pos kita tanya juga KTP dan keperluannya datang ke Kabupaten Malang,” tambahnya.

Menurut pantauan tim Radar Malang seluruh Penerangan Jalan Umum di Kabupaten Malang juga telah dimatikan mulai pukul 20.00 WIB. Hal tersebut dilakukan karena adanya kesepakatan bersama dari Forkopimda Malang Raya.

Pewarta: M. Ubaidillah (CJ9)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/