alexametrics
27.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Babinsa Tumpakrejo, Berjibaku Ringankan Beban Penyintas Gempa Malang

MALANG – Bencana gempa bumi membuat wilayah Kabupaten Malang porak poranda. Beragam bantuan terus mengalir, mulai dari pangan, obat-obatan hingga bahan bangunan. Para relawan berjibaku untuk membantu warga.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Tumpakrejo, Yusnan Mahmudi salah satunya. Siang dan malam tenaganya dicurahkan untuk membantu warga di Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Panggilan tugas sekaligus panggilan kemanusiaan demi meringankan penderitaan warga membuatnya rela bekerja tiada henti.

“Kami di sini sudah sejak H+5, bersama karang taruna kami membantu para korban bencana. Di sini saya bersama kurang lebih 20 anggota termotivasi dan tergugah untuk meringankan beban masyarakat,” cerita Yusnan.

Ia menceritakan, warga ikhlas menerima musibah tersebut. Dalam kacamatanya, warga yang rerata adalah petani itu cenderung tak memiliki masalah berarti untuk urusan pangan. Namun, permasalahan yang lebih genting adalah hunian.

“Kami prihatin, sebab sekarang waktunya juga mau lebaran. Rumah banyak yang rusak. Saat Lebaran adalah waktunya bersuka cita bersama keluarga di rumah, sehingga saya dan teman-teman berusaha semaksimal mungkin untuk membantu warga agar saat Lebaran, hunian mereka bisa sedikit lebih baik,” tutur dia.

Sejauh ini sudah ada 25 rumah yang mengalami kerusakan diantaranya ada 5 rumah rusak pada bagian atap dan 20 rumah yang roboh. Namun, jumlah tersebut masih bisa bertambah sebab kondisi rumah masih menggunakan struktur bangunan lawas.

“Solusi untuk rumah yang rusak maupun roboh sudah ada yang membuat rumah hunian sementara, adapula yang masih tinggal di belakang rumah. Seperti yang depan roboh, belakang ini masih bisa ditinggali,” tambahnya.

Tak hanya berjibaku memperbaiki rumah warga yang rusak, Yusnan bersama Rescue Bululawang dan Solidaritas Ritpang Indonesia juga memberikan trauma healing untuk mengembalikan kondisi psikis masyarakat korban gempa.

“Kami gelar trauma healing untuk masyarakat itu kemarin, dan mereka juga memberikan beberapa bantuan seperti sembako dan material,” tutupnya.

Terakhir ia juga masih berharap kepada masyarakat luas apabila masih ada bantuan berupa sembako, material, atau bantuan lain pihaknya masih menerima. Bersama dengan Karang Taruna ia mengaku akan langsung menyalurkan segala bantuan yang diberikan.

Pewarta : M. Ubaidillah

MALANG – Bencana gempa bumi membuat wilayah Kabupaten Malang porak poranda. Beragam bantuan terus mengalir, mulai dari pangan, obat-obatan hingga bahan bangunan. Para relawan berjibaku untuk membantu warga.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Tumpakrejo, Yusnan Mahmudi salah satunya. Siang dan malam tenaganya dicurahkan untuk membantu warga di Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Panggilan tugas sekaligus panggilan kemanusiaan demi meringankan penderitaan warga membuatnya rela bekerja tiada henti.

“Kami di sini sudah sejak H+5, bersama karang taruna kami membantu para korban bencana. Di sini saya bersama kurang lebih 20 anggota termotivasi dan tergugah untuk meringankan beban masyarakat,” cerita Yusnan.

Ia menceritakan, warga ikhlas menerima musibah tersebut. Dalam kacamatanya, warga yang rerata adalah petani itu cenderung tak memiliki masalah berarti untuk urusan pangan. Namun, permasalahan yang lebih genting adalah hunian.

“Kami prihatin, sebab sekarang waktunya juga mau lebaran. Rumah banyak yang rusak. Saat Lebaran adalah waktunya bersuka cita bersama keluarga di rumah, sehingga saya dan teman-teman berusaha semaksimal mungkin untuk membantu warga agar saat Lebaran, hunian mereka bisa sedikit lebih baik,” tutur dia.

Sejauh ini sudah ada 25 rumah yang mengalami kerusakan diantaranya ada 5 rumah rusak pada bagian atap dan 20 rumah yang roboh. Namun, jumlah tersebut masih bisa bertambah sebab kondisi rumah masih menggunakan struktur bangunan lawas.

“Solusi untuk rumah yang rusak maupun roboh sudah ada yang membuat rumah hunian sementara, adapula yang masih tinggal di belakang rumah. Seperti yang depan roboh, belakang ini masih bisa ditinggali,” tambahnya.

Tak hanya berjibaku memperbaiki rumah warga yang rusak, Yusnan bersama Rescue Bululawang dan Solidaritas Ritpang Indonesia juga memberikan trauma healing untuk mengembalikan kondisi psikis masyarakat korban gempa.

“Kami gelar trauma healing untuk masyarakat itu kemarin, dan mereka juga memberikan beberapa bantuan seperti sembako dan material,” tutupnya.

Terakhir ia juga masih berharap kepada masyarakat luas apabila masih ada bantuan berupa sembako, material, atau bantuan lain pihaknya masih menerima. Bersama dengan Karang Taruna ia mengaku akan langsung menyalurkan segala bantuan yang diberikan.

Pewarta : M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/