alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Penyekatan Mudik Lebaran Idul Fitri 2021 Dimulai Hari Ini

MALANG – Para pengguna jalan mulai hari ini (6/5) harus bersiap-siap untuk melengkapi identitas diri. Sebab, sewaktu-waktu pemeriksaan secara random atau acak akan dilakukan petugas untuk mencegah pemudik Lebaran Idul Fitri 2021.

Kebijakan itu tak hanya berlaku untuk kendaraan-kendaraan bernopol luar Malang Raya, namun juga dilakukan bagi kendaraan bernopol Malang Raya. Pengecekan akan dilakukan petugas dalam rangka menghalau para pemudik. Persiapan untuk menggeber aturan yang sudah digedok pemerintah pusat itu nampak dilakukan kemarin (5/5) oleh jajaran Polres Malang.

Lima pos checkpoint menjadi tempat simulasinya. Lokasinya berada di exit tol Singosari, Jalan Raya Kepuharjo, Karangploso, exit tol Pakis, exit tol Lawang, dan Terminal Karangkates. Dalam simulasi kemarin, semua kendaraan, baik yang bernopol N atau luar Malang tampak diberhentikan untuk diminta menunjukkan kartu identitas pengendara maupun penumpangnya.

”Tidak hanya pelatnya yang kami periksa, tapi juga kartu identitas mereka,” kata Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat meninjau simulasi penyekatan di pos checkpoint Terminal Karangkates.

Dia menegaskan, bila dalam tahap penyekatan itu, petugas tidak hanya berfokus pada pelat nomor kendaraan. Alamat seseorang yang tercantum dalam identitas diri juga akan dilihat.

”Apabila mereka berasal dari daerah luar Rayon Malang Raya dan maksud perjalanan mereka bukan untuk sesuatu yang urgen atau mengarah untuk mudik, maka tetap akan kami putar balikkan,” kata mantan Kasubag Bungkol Spripim Polri itu.

Selama simulasi, dia menyebut tidak ada kendaraan yang diminta putar balik. Sebab, petugas belum menemukan adanya kendaraan yang berniat untuk mudik. Namun, ke depan pihaknya memastikan bakal lebih jeli lagi dalam melakukan penjagaan.

”Kami tidak akan segan untuk memutarbalikkan kendaraan jika memang mereka berasal dari luar rayon Malang,” tegasnya.

Untuk diketahui, wilayah di dalam rayon Malang sendiri diketahui terdiri atas 7 daerah, yakni Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Probolinggo.

Sesuai aturan yang berlaku, warga dari luar daerah tersebut tidak diperkenankan untuk mudik satu sama lain. Selain di jalan, Hendri juga mengaku bila saat ini sudah ada petugas yang berjaga di 7 pos observasi yang mereka tempatkan di seluruh stasiun, terminal, dan bandara di Kabupaten Malang. Sehingga setiap orang yang datang akan dilakukan pemeriksaan oleh petugas.

”Mulai besok (hari ini) semua akan dilaksanakan,” tambahnya.

Di Malang Raya, Kabupaten Malang memang menjadi daerah paling intens menghalau para pemudik. Total ada 1.800 personel gabungan yang akan diturunkan untuk menjaga 20 pos. Dilakukan mulai hari ini sampai 17 Mei mendatang.

Rinciannya terdiri dari 5 pos checkpoint di jalan utama, 5 pos skala kecil yang digunakan untuk menjaga jalan tikus, 3 pos pelayanan, dan 7 pos observasi.

Lima pos skala kecil yang disiapkan untuk memantau jalur tikus tersebar di sejumlah wilayah. Antara lain di Desa Kemiri, Kecamatan Jabung; Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo; Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan; Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare; dan Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo.

Sementara untuk 3 pos pelayanan (posyan) difungsikan untuk memantau jalur-jalur pariwisata. Salah satu lokasinya ada di Jalur Lintas Selatan (JLS). (fik/c1/by/fia)

MALANG – Para pengguna jalan mulai hari ini (6/5) harus bersiap-siap untuk melengkapi identitas diri. Sebab, sewaktu-waktu pemeriksaan secara random atau acak akan dilakukan petugas untuk mencegah pemudik Lebaran Idul Fitri 2021.

Kebijakan itu tak hanya berlaku untuk kendaraan-kendaraan bernopol luar Malang Raya, namun juga dilakukan bagi kendaraan bernopol Malang Raya. Pengecekan akan dilakukan petugas dalam rangka menghalau para pemudik. Persiapan untuk menggeber aturan yang sudah digedok pemerintah pusat itu nampak dilakukan kemarin (5/5) oleh jajaran Polres Malang.

Lima pos checkpoint menjadi tempat simulasinya. Lokasinya berada di exit tol Singosari, Jalan Raya Kepuharjo, Karangploso, exit tol Pakis, exit tol Lawang, dan Terminal Karangkates. Dalam simulasi kemarin, semua kendaraan, baik yang bernopol N atau luar Malang tampak diberhentikan untuk diminta menunjukkan kartu identitas pengendara maupun penumpangnya.

”Tidak hanya pelatnya yang kami periksa, tapi juga kartu identitas mereka,” kata Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat meninjau simulasi penyekatan di pos checkpoint Terminal Karangkates.

Dia menegaskan, bila dalam tahap penyekatan itu, petugas tidak hanya berfokus pada pelat nomor kendaraan. Alamat seseorang yang tercantum dalam identitas diri juga akan dilihat.

”Apabila mereka berasal dari daerah luar Rayon Malang Raya dan maksud perjalanan mereka bukan untuk sesuatu yang urgen atau mengarah untuk mudik, maka tetap akan kami putar balikkan,” kata mantan Kasubag Bungkol Spripim Polri itu.

Selama simulasi, dia menyebut tidak ada kendaraan yang diminta putar balik. Sebab, petugas belum menemukan adanya kendaraan yang berniat untuk mudik. Namun, ke depan pihaknya memastikan bakal lebih jeli lagi dalam melakukan penjagaan.

”Kami tidak akan segan untuk memutarbalikkan kendaraan jika memang mereka berasal dari luar rayon Malang,” tegasnya.

Untuk diketahui, wilayah di dalam rayon Malang sendiri diketahui terdiri atas 7 daerah, yakni Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Probolinggo.

Sesuai aturan yang berlaku, warga dari luar daerah tersebut tidak diperkenankan untuk mudik satu sama lain. Selain di jalan, Hendri juga mengaku bila saat ini sudah ada petugas yang berjaga di 7 pos observasi yang mereka tempatkan di seluruh stasiun, terminal, dan bandara di Kabupaten Malang. Sehingga setiap orang yang datang akan dilakukan pemeriksaan oleh petugas.

”Mulai besok (hari ini) semua akan dilaksanakan,” tambahnya.

Di Malang Raya, Kabupaten Malang memang menjadi daerah paling intens menghalau para pemudik. Total ada 1.800 personel gabungan yang akan diturunkan untuk menjaga 20 pos. Dilakukan mulai hari ini sampai 17 Mei mendatang.

Rinciannya terdiri dari 5 pos checkpoint di jalan utama, 5 pos skala kecil yang digunakan untuk menjaga jalan tikus, 3 pos pelayanan, dan 7 pos observasi.

Lima pos skala kecil yang disiapkan untuk memantau jalur tikus tersebar di sejumlah wilayah. Antara lain di Desa Kemiri, Kecamatan Jabung; Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo; Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan; Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare; dan Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo.

Sementara untuk 3 pos pelayanan (posyan) difungsikan untuk memantau jalur-jalur pariwisata. Salah satu lokasinya ada di Jalur Lintas Selatan (JLS). (fik/c1/by/fia)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/