alexametrics
28.8 C
Malang
Saturday, 13 August 2022

Pelari yang Hilang Kirim Foto Tangan

KABUPATEN – Upaya pencarian peserta Maraton Mantra Summits Challenge 2022 yang hilang di Gunung Arjuno mulai menemukan titik terang. Kemarin (5/7), sekitar pukul 14.15, pelari lintas alam asal Jakarta Utara bernama Yurbianto Basri itu mengirimkan pesan share location kepada temannya yang bernama Mario. Informasi itu kemudian diteruskan ke tim Basarnas Jatim yang melakukan pencarian.

”Tadi sore (kemarin, red) korban mengirim foto tangan dan lokasi di koordinat 7 derajat 47,10 menit, 68 detik, South 112 derajat, 36 poin 8.34 East. Kami berusaha mendekati titik koordinat itu,” ujar Kasi Operasi Basarnas Jatim Haris Supardi.

Sehari sebelumnya, pelari berusia 46 tahun itu juga sempat mengirim sinyal SOS di koordinat 7 derajat 76,98 menit, 446 detik, South 112 derajat, 599 point 4.526 East. Menurut Haris, dua titik lokasi itu lumayan berjauhan. Meski demikian, pihaknya akan terus melakukan dengan menyisir semua lokasi berdasar koordinat yang dikirim Yurbianto.

Haris mengaku mengalami kendala saat melakukan pencarian Yurbianto. Yang paling utama adalah kondisi cuaca akhir-akhir ini yang cenderung sering turun hujan dan kabut. Berdasar pelacak koordinat, titik yang dikirim korban ternyata berupa lembah yang lumayan susah untuk dijangkau.

”Tapi kami akan terus berusaha. Kemungkinan besok pagi (hari ini, red) korban akan sampai ke pos pendakian jika ditemukan,” ujarnya. Jika benar-benar ditemukan, tim akan lebih dulu melakukan pertolongan medis. Sebab berdasar foto telapak tangan yang dikirim, korban tampak dalam kondisi lemas dan mengalami luka. ”Perkiraan kami, perjalanan dari sana ke pos pendakian sekitar enam jam,”jelasnya.

Kemarin sore, tim Basarnas Jatim langsung memberangkatkan dua tim menuju titik lokasi yang dikirim Yurbianto. Tim pertama yang berjumlah enam orang berangkat sekitar jam 15.30 dengan membawa peralatan medis. Selanjutnya, sekitar pukul 16.30, tim kedua yang berjumlah tujuh orang berangkat dengan membawa logistik.

Mereka semua diberangkatkan dari Pos Pendakian Gunung Arjuna di Kecamatan Lawang, Malang. ”Secara keseluruhan, pencarian yang dilakukan sejak Minggu (3/7) lalu telah mengarahkan enam tim. Kami berharap korban tidak bergerak ke titik lain agar bisa segera ditemukan,”jelasnya.

Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPT Taman Hutan Rakyat Raden Soerjo Ajat Sudrajat mengatakan, untuk sementara pintu pendakian ditutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Itu untuk membantu tim fokus melakukan pencarian. ”Teman-teman yang menjaga di pintu masuk juga kami fungsikan sebagai tim pencari,” ujarnya.

Yurbianto adalah peserta Maraton Mantra Summits Challenge 2022 yang mengambil kategori 116 kilometer melintasi jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang.  Sejak start pada Sabtu pagi (2/7), peserta dengan nomor dada 18 itu tidak pernah sampai di garis finis. Peserta lainnya sudah melapor finis di Kawasan Kaliandra pada Sabtu sore.

Pihak panitia sudah melakukan pencarian awal pada hari itu. Namun hingga Minggu Sore mereka tidak berhasil menemukan Yurbianto. Pihak panitia akhirnya melapor ke UPT Taman Hutan Rakyat Raden Soerjo yang langsung mengerahkan tim pencari. ”Semoga pencarian berdasar informasi share locationterakhir benar-benar berhasil,” ujar Ajat. (nif/fat)

KABUPATEN – Upaya pencarian peserta Maraton Mantra Summits Challenge 2022 yang hilang di Gunung Arjuno mulai menemukan titik terang. Kemarin (5/7), sekitar pukul 14.15, pelari lintas alam asal Jakarta Utara bernama Yurbianto Basri itu mengirimkan pesan share location kepada temannya yang bernama Mario. Informasi itu kemudian diteruskan ke tim Basarnas Jatim yang melakukan pencarian.

”Tadi sore (kemarin, red) korban mengirim foto tangan dan lokasi di koordinat 7 derajat 47,10 menit, 68 detik, South 112 derajat, 36 poin 8.34 East. Kami berusaha mendekati titik koordinat itu,” ujar Kasi Operasi Basarnas Jatim Haris Supardi.

Sehari sebelumnya, pelari berusia 46 tahun itu juga sempat mengirim sinyal SOS di koordinat 7 derajat 76,98 menit, 446 detik, South 112 derajat, 599 point 4.526 East. Menurut Haris, dua titik lokasi itu lumayan berjauhan. Meski demikian, pihaknya akan terus melakukan dengan menyisir semua lokasi berdasar koordinat yang dikirim Yurbianto.

Haris mengaku mengalami kendala saat melakukan pencarian Yurbianto. Yang paling utama adalah kondisi cuaca akhir-akhir ini yang cenderung sering turun hujan dan kabut. Berdasar pelacak koordinat, titik yang dikirim korban ternyata berupa lembah yang lumayan susah untuk dijangkau.

”Tapi kami akan terus berusaha. Kemungkinan besok pagi (hari ini, red) korban akan sampai ke pos pendakian jika ditemukan,” ujarnya. Jika benar-benar ditemukan, tim akan lebih dulu melakukan pertolongan medis. Sebab berdasar foto telapak tangan yang dikirim, korban tampak dalam kondisi lemas dan mengalami luka. ”Perkiraan kami, perjalanan dari sana ke pos pendakian sekitar enam jam,”jelasnya.

Kemarin sore, tim Basarnas Jatim langsung memberangkatkan dua tim menuju titik lokasi yang dikirim Yurbianto. Tim pertama yang berjumlah enam orang berangkat sekitar jam 15.30 dengan membawa peralatan medis. Selanjutnya, sekitar pukul 16.30, tim kedua yang berjumlah tujuh orang berangkat dengan membawa logistik.

Mereka semua diberangkatkan dari Pos Pendakian Gunung Arjuna di Kecamatan Lawang, Malang. ”Secara keseluruhan, pencarian yang dilakukan sejak Minggu (3/7) lalu telah mengarahkan enam tim. Kami berharap korban tidak bergerak ke titik lain agar bisa segera ditemukan,”jelasnya.

Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPT Taman Hutan Rakyat Raden Soerjo Ajat Sudrajat mengatakan, untuk sementara pintu pendakian ditutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Itu untuk membantu tim fokus melakukan pencarian. ”Teman-teman yang menjaga di pintu masuk juga kami fungsikan sebagai tim pencari,” ujarnya.

Yurbianto adalah peserta Maraton Mantra Summits Challenge 2022 yang mengambil kategori 116 kilometer melintasi jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang.  Sejak start pada Sabtu pagi (2/7), peserta dengan nomor dada 18 itu tidak pernah sampai di garis finis. Peserta lainnya sudah melapor finis di Kawasan Kaliandra pada Sabtu sore.

Pihak panitia sudah melakukan pencarian awal pada hari itu. Namun hingga Minggu Sore mereka tidak berhasil menemukan Yurbianto. Pihak panitia akhirnya melapor ke UPT Taman Hutan Rakyat Raden Soerjo yang langsung mengerahkan tim pencari. ”Semoga pencarian berdasar informasi share locationterakhir benar-benar berhasil,” ujar Ajat. (nif/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/