alexametrics
21.8 C
Malang
Friday, 12 August 2022

BNPT Siapkan Program KTN Wisata di Karangploso

KABUPATEN – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) kembali menyiapkan program baru di Kabupaten Malang. BNPT mengajak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun jalan dan jembatan untuk menopang Program Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) Wisata. Sasaran program itu adalah Desa Ampeldento dan Ngijo, Kecamatan Karangploso.

“Kita sedang siapkan Kawasan Terpadu Nusantara Wisata. Kita gandeng pentahelix untuk bikin jalan dan jembatan. Target kami menyambungkan AmpeldentoNgijo yang terpisah sungai. Kami juga akan buat Warung NKRI di situ,” ujar Kasubdit Bina Masyarakat BNPT Solihuddin Nasution di NK Cafe Ampeldento, Jumat siang (5/8).

Dari pantauan, lokasi calon KTN Wisata berada di belakang
NK Cafe. Lahan yang dipersiapkan sekitar 3.600­an meter. Sebanyak 3.000 meter lahan milik pribadi pengusaha Joni Sujatmoko. Sementara sisanya dari tanah kas Desa Ampeldento, dan Ngijo masing­masing 300­an meter.

Lahan tersebut terpisah oleh sungai. Dengan jembatan, Desa Ampeldento dan Ngijo akan tersambung. BNPT menjadi fasilitator utama program ini. Di sisi kawasan Ngijo, Warung NKRI bakal dibangun juga.

Solihuddin mengaku sudah membahas rencana tersebut dengan Pemkab Malang, pemdes setempat serta pengusaha swasta. Nantinya, penyintas atau korban akan bekerja bersama mantan napi terorisme (napiter). Mereka yang tergabung di Warung NKRI sudah melalui proses asimilasi awal. “Ampeldento dan Ngijo siap dibangun. Mulai dari kesiapan lahan dan masyarakatnya. Begitu draft tuntas, kita sampaikan ke Pak Bupati. Berkas ini bicara soal kesiapan lahan dibangun jembatan. Nanti dikirim ke Kementerian PUPR,” jelas Camat Karangploso Dwi Ilham Prastyanto.

Dia menjelaskan, ide tersebut berawal dari Bupati Malang Sanusi. Dia melihat ada potensi kawasan jogging track di kawasan tersebut. Namun, agar makin baik, perlu ada jembatan penyambung. Joni Sujatmoko mengamini. “Itu ide Pak Bupati akhir 2020 lalu. Kita upayakan sekarang, sekalian bersama BNPT. Semoga tahun ini program bisa terwujud,” jelas Pembina PWI Malang Raya itu.

Warung NKRI akan dibangun oleh Joni. Sedangkan, anggaran pembangunan jalan dan jembatan diajukan ke Kementerian PUPR. Total anggaran harus menunggu assessment pemerintah pusat. Sebelumnya, BNPT sudah membuat program KTN di Desa Sedayu, Kecamatan Turen. Program tersebut memberdayakan para korban terorisme dan juga mantan napi terorisme, namun lebih khusus di bidang pertanian. (fin/nay)

KABUPATEN – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) kembali menyiapkan program baru di Kabupaten Malang. BNPT mengajak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun jalan dan jembatan untuk menopang Program Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) Wisata. Sasaran program itu adalah Desa Ampeldento dan Ngijo, Kecamatan Karangploso.

“Kita sedang siapkan Kawasan Terpadu Nusantara Wisata. Kita gandeng pentahelix untuk bikin jalan dan jembatan. Target kami menyambungkan AmpeldentoNgijo yang terpisah sungai. Kami juga akan buat Warung NKRI di situ,” ujar Kasubdit Bina Masyarakat BNPT Solihuddin Nasution di NK Cafe Ampeldento, Jumat siang (5/8).

Dari pantauan, lokasi calon KTN Wisata berada di belakang
NK Cafe. Lahan yang dipersiapkan sekitar 3.600­an meter. Sebanyak 3.000 meter lahan milik pribadi pengusaha Joni Sujatmoko. Sementara sisanya dari tanah kas Desa Ampeldento, dan Ngijo masing­masing 300­an meter.

Lahan tersebut terpisah oleh sungai. Dengan jembatan, Desa Ampeldento dan Ngijo akan tersambung. BNPT menjadi fasilitator utama program ini. Di sisi kawasan Ngijo, Warung NKRI bakal dibangun juga.

Solihuddin mengaku sudah membahas rencana tersebut dengan Pemkab Malang, pemdes setempat serta pengusaha swasta. Nantinya, penyintas atau korban akan bekerja bersama mantan napi terorisme (napiter). Mereka yang tergabung di Warung NKRI sudah melalui proses asimilasi awal. “Ampeldento dan Ngijo siap dibangun. Mulai dari kesiapan lahan dan masyarakatnya. Begitu draft tuntas, kita sampaikan ke Pak Bupati. Berkas ini bicara soal kesiapan lahan dibangun jembatan. Nanti dikirim ke Kementerian PUPR,” jelas Camat Karangploso Dwi Ilham Prastyanto.

Dia menjelaskan, ide tersebut berawal dari Bupati Malang Sanusi. Dia melihat ada potensi kawasan jogging track di kawasan tersebut. Namun, agar makin baik, perlu ada jembatan penyambung. Joni Sujatmoko mengamini. “Itu ide Pak Bupati akhir 2020 lalu. Kita upayakan sekarang, sekalian bersama BNPT. Semoga tahun ini program bisa terwujud,” jelas Pembina PWI Malang Raya itu.

Warung NKRI akan dibangun oleh Joni. Sedangkan, anggaran pembangunan jalan dan jembatan diajukan ke Kementerian PUPR. Total anggaran harus menunggu assessment pemerintah pusat. Sebelumnya, BNPT sudah membuat program KTN di Desa Sedayu, Kecamatan Turen. Program tersebut memberdayakan para korban terorisme dan juga mantan napi terorisme, namun lebih khusus di bidang pertanian. (fin/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/